Happily Ever After

Happily Ever After
Absurd


__ADS_3

🌻


🌻


"Assalamu'alaikum,..."Ucap kedua nya bersamaan ketika memasuki rumah Ataya.


Wanita yang sedang duduk di sofa ruang keluarga pun langsung menoleh, memandang ke arah dua manusia yang baru saja tiba di kediaman nya.


"Wa'alaikumusalam."Jawab Ataya."Tumben bapak sama ibu pengusaha pagi-pagi kesini?"Ujar Ataya sambil tersenyum.


Irma tidak menjawab, wanita itu hanya terdiam sambil terus berjalan dan duduk di hadapan Ataya.


"Zaydan nggak boleh kerja teh!"Zaydan mengadu.


"Loh.Kenapa? tumben!"Cicit Ataya yang terus menatap Irma bersama adik nya bergantian.


"Dih, aku nggak larang kamu kerja yah, justru kamu yang larang aku, buktinya aku mau berangkat malah di tahan terus diajak ke rumah teteh."Cecar Irma dengan mata yang terus mendelik ke arah Zaydan.


"Iya! tapi kamu itu sebener nya nggak mau aku kerja."Timpal Zaydan.


Arah mata Ataya terus begerak, melihat sepasang pengantin yang sedang berdebat bergantian.


Ada yang aneh nih! pikir nya.


"Hey...hey..hey...malah berantem di sini."Cicit Ataya yang berusaha menengahi.


"Dia tu teh, genit-genita sama Tania di ruko."Irma menunjuk Zaydan.

__ADS_1


"Ya ampun nggak, kamu salah paham sayang."Sahut Zaydan.


"Ya terus? udah dua bulan loh, kamu berangkat pagi pulang malem."Ucap Irma ketus lalu kembali mendelikan mata nya.


"Ya aku pantau yang kerja, tanya aja sama teteh, kadang dia ikut ke ruko juga."Zaydan terus membela diri.


Ataya yang mulai mengerti inti permasalahan nya langsung beranjak dan duduk di antara kedua nya.


"Shutt...udah-udah."Ataya menepuk tangan kedua nya pelan.


"Satu-satu, biar teteh nggak pusing."Ucap Ataya.


Ataya bergeser, lalu menatap Irma.


"Jadi Zaydan kenapa?"Tanya Ataya pelan, sambil tersenyum.


"Zaydan setiap hari pulang malem teh, udah nggak punya waktu buat aku, udah gitu setiap hari pula! main itung-itungan sama Tania.Kan pembukuan bisa awal atau akhir bulan, ko ini tiap hari!"Cerocos Irma panjang lebar.


"Dek, gimana? jelasin sama teteh juga Irma."Ujar Ataya.


"Ya enggak ngapa-ngapin teh, kan teteh tahu sendiri, ruko lagi sepi! ya jadi harus aku pantau gimana kinerja mereka."Kata Zaydan.


"Ih sumpah ya, nggak usah ngebela diri, eneg banget aku liat muka kamu kaya gitu."Cicit Irma kesal.


"Kamu kenapa sih! sensi banget."Ucap Zaydan.


"Cicing siah bengeut korodok!!"Sergah Irma, sambil menunjuk suaminya.

__ADS_1


Ataya yang mendengar perkataan Irma pun hampir tergelak, namun ia berusaha agar tidak tertawa.


"Heh...nggak so..."Kata-kata Zaydan langsung terhenti ketika Ataya sedikit mencubit lengan nya.


"Shut udah, Za kamu diem dulu oke!"Bisik Ataya.


Ini antara dua nih, mau datang bulan sama hamil, gejala nya beda-beda tipis! ucap nya dalam hati.


"Irma.Teteh mau tanya sama kamu?"Ataya tersenyum."Tanggal berapa kamu datang bulan?"Tanya Ataya.


Irma menjengit, namun terlihat sedikit berpikir.


"Aku lupa!"Jawab Irma .


"Bulan ini udah dapet?"Ataya terus mengulum bibir nya yang hampir tertawa karena kata-kata adik ipar nya tadi yang terus berputar-putar di otak nya.


Irma langsung menggeleng kan kepala nya.


"Nah...kamu mau test nggak, teteh masih ada sisa test pack."Tukas nya lalu tersenyum merekah ke arah adik ipar nya.


"Nggak usah teh, bulan lalu juga gitu, telah pas aku cek negatif."Sahut Irma.


"Mending test dulu yuk, soal hasil kita lihat gimana nanti."Ataya langsung meraih tangan adik ipar nya, lalu membawa wanita itu berjalan menuju kamar nya


Zaydan terdiam, pandangan mata nya menetap punggung Irma yang terus berjalan masuk ke dalam kamar kaka nya.


"Dapet bahasa korodok dari mana lagi."Cicit nya, lalu mengusap wajah nya kasar."Makin hari bahasa sunda nya makin absurd."Gumam Zaydan geleng-geleng kepala.

__ADS_1


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! like, vote, sama komen nya......


__ADS_2