
Mobil Fortuner putih milik Zaydan terus melaju dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota di sore hari yang terlihat sedikit macet.Beberapa kali pandangan Zaydan menoleh ke arah kursi di samping nya, lalu menghela nafas pelan ketika lagi-lagi Irma masih terlelap setelah setengah perjalanan lama nya.
"Kalo bangun ngomel mulu, kalo tidur rasa nya sepi."Ucap nya sambil terus menatap ke depan.
"Ngomongin siapa?"Tanya Irma yang tiba-tiba saja terbangun, sembari membenar kan posisi duduk nya.
Zaydan menoleh, lalu tersenyum canggung.
Salah deui wae Siti!
"Emang siapa yang ngomongin siapa?"Tanya Zaydan.
"Itu, yang suka ngomel siapa?"Irma menatap Zaydan tajam, sampai membuat pria di samping nya terlihat salah tingkah
"Siapa? Ih kamu mah salah denger sayang!"Zaydan terus mengelak.
"Dih...!"Irma mendelik."Aku tahu kamu lagi ngomongin aku, nyali kamu gede juga yah, orang-orang mah pada ngomongin di belakang kamu mah langsung di depan orang nya."
Melihat raut wajah istrinya yang terlihat bete, satu tangan Zaydan langsung meraih telapak tangan Irma kemudian memberi nya ciuman hangat.
—Cup..
"Udah dong suaminya jangan di jutekin terus!"Rengek Zaydan.
"Dih,... siapa yang jutek coba."Ujar Irma mencebik.
__ADS_1
Sabar Zaydan sabar!!
Zaydan hanya menghela nafas nya pelan, berusaha tetap sabar ketika menghadapi perubahan sikap Irma yang sangat jelas terlihat.
Wanita yang biasa nya manis dan manja, kini berubah menjadi lebih emosian, jutek, dan semakin manja.
^
^
"Bu jangung bakar nya dua!"Ucap Zaydan sambil terus masuk ke arah belakang warung dan duduk di bangku dengan pemandangan yang teramat sangat indah.
Hamparan kebun teh yang terlihat sangat luas, langit senja yang begitu cantik, dengan hembusan angin sejuk menyapa kedua nya hingga suasanan terasa menjadi sangat romantis.
Zaydan langsung melirik wanita yang duduk di samping nya, terlihat begitu jelas guratan raut wajah bahagia dengan senyum yang terus terukir di bibir tipis nya.
Irma menoleh, lalu menganggukan kepala nya dan menghambur memeluk lengan Zaydan erat.
"Makasih Baba."Ucap nya sedikit berbisik.
Zaydan menganguk, seolah Irma akan melihat nya dengan satu tangan terulur kemudian mengusap kepala Irma lembut.
"Selama keinginan kalian masih bisa ku kabulkan, aku akan melakukan nya."Tukas Zaydan, kemudian merangkul erat tubuh Irma.
Beberapa menit menunggu, akhirnya dua jagung bakar pesanan Irma dan Zaydan pun datang.
__ADS_1
Irma tersenyum kembali, menatap jagung di hadapan nya penuh antusias.
^
^
"Sayang penuh!"Kata Zaydan ketika sampai di salah satu warung sate yang cukup terkenal di daerah cipanas puncak.
Irma diam, sambil terus meneliti ke adaan di luar yang memang sangat di penuhi oleh pengunjung, bahkan parkiran mobil pun terlihat penuh.
"Yaudah deh lanjut aja."Kata Irma lalu kembali menyandarkan punggung nya kembali.
"Bener nggak nih, nanti aku yang jadi sasaran lagi!"Cicit Zaydan.
"Iya bener, ayo.Ini sudah gelap loh, nanti sampe Bandung kemaleman."Ujar Irma.
"Nggak kalo kamu emang beneran mau aku turun, biar di bungkus aja."Sergah Zaydan yang terus berusaha meyakin kan Irma.
"Iya sayang, ayo jalan lagi.Di Bandung pasti banyak kuliner lain kan?"Kata Irma tersenyum.
"Oke, kalau gitu kita berangkat, dan kulineran di bandung saja."Jelas nya lalu mulai kembali menekan pedal gas dan melajukan mobil nya perlahan.
Suasana malam ini terlihat ramai lancar, namun lagi-lagi Zaydan terus mengemudi sendiri karena Irma terus tertidur setelah beberapa meter mobil nya melaju.
...TBC🌻🌻🌻...
__ADS_1
...Jangan lupa! like, vote, dan komen....