Happily Ever After

Happily Ever After
Takjub.


__ADS_3

Di toko kue milik Irma, keadaan sudah mulai sepi, maklum saja! hari sudah semakin sore dan setiap menu sudah mulai habis satu-persatu.


"Selamat datang di Dara'scake! ada yang bisa kami bantu?!"Sambutan ke dua gadis yang memakai seragam yang sama itu kepada Ataya yang baru saja datang .


"Saya mau cheese red velvet nya mbak dua!"Pinta Ataya sambil menunggu slise cake di hadapan nya.


"Boleh, ada tambahan bunda?"Tanya Fina ramah kepada pengunjung yang berada di hadapan nya.


"Sudah saja.Mbak saya mau tanya! ini toko kue milik Irma yah?"Ataya to the poin.


"Iya bunda."Jawab nya dengan senyum.


"Dia dulu pernah bekerja di cafe saya, saya kehilangan kontak nya mbak, anak saya ulang tahun niat nya mau undang Irma, apa mbak ada alamat rumah nya?!"Tanya Ataya ramah.


"Boleh bunda, sebentar yah!"Fina lansung menulis alamat yang di minta Ataya di atas kertas putih berukuran kecil.


"Ini alamat nya bun."Fina memberikan kertas putih tersebut.


"Terimakasih mbak, jadi berapa semua nya?"


"Empat puluh enam ribu bunda!"Fina memberikan kantong berisi kotak slice cake kepada Ataya.


Setelah melakukan pembayaran, Ataya lansung bergegas untuk segera mendatangi alamat yang di berikan karyawan Irma untuk dirinya.


–Brugh....


–Vrummmm...


Suara mesin mobil sudah menyala, namun masih terlihat diam karena Ataya masih meneliti alamat yang tertulis tersebut.


......................


TOK..TOK..TOK..


"Permisi!"Kata Ataya sedikit mengeras kan suaranya.


Ataya terus berdiri di pintu apartemen berwarna coklat tersebut, lama sekali tidak ada sahutan hingga Ataya memutus kan untuk kembali mengetuk nya.


TOK..TOK..TOK..


Irma yang baru saja menyelesai kan solat ashar nya langsung berlari keluar kamar menuju pintu apartemen nya.


"Sebentar!"Cicit Irma.


–Ceklek...


"Sri!"Kata Irma ketika membuka pintu apartemen nya dengan senyum sumringah.


Namun senyum nya sesaat pudar ketika melihat yang berdiri di hadapan nya bukan Sri,melain kan mantan ibu bos nya dulu.


"Ibu!"Ucap nya lalu membuka pintu apartemen nya lebar-lebar.


Ataya yang berada di hadapan nya hanya terus tersenyum,terlebih melihat Irma yang masih mengenakan mukena,gadis itu terlihat lebih cantik dan bercahaya pikir nya.

__ADS_1


"Apakabar Irma?"Sapa Ataya.


"Alhamdulillah bu,saya baik.Silahkan masuk bu!"Irma pun tersenyum.


Ataya mengengguk, bibir nya tak henti tersenyum dengan langkah kaki yang mulai beranjak masuk ke dalam apartemen milik Irma yang sangat rapih dan bisa di bilang cukup mewah.


Wajar saja Irma bisa membeli apartemen sebagus ini, sekarang dia adalah pengusaha hebat! pikir nya.


Irma terus menuntun Ataya masuk, lansung menuju ruang tengah nya.


"Silahkan duduk bu, maaf apartemen saya kecil dan tidak memiliki ruang tamu."Jelas Irma.


"Ibu mau minum apa? akan saya buat kan!"Kata Irma kepada wanita yang sudah duduk di sofa milik nya.


"Tidak usah, duduklah! ada sesuatu yang harus saya sampaikan."Ucap Ataya seraya menepuk sofa kosong di samping nya.


–Deg


Jantung Irma bedegup semakin kencang, setelah mengetahui kejadian yang di alami Zaydan, pikiran nya semakin kalut kala kaka dari pria terbut datang menghampiri nya.


Apa terjadi sesuatu yang serius kepada Zaydan?! Gumam nya dalam hati.


Sekarang Irma sudah duduk di samping Ataya, dengan perasaan yang cukup campur aduk.


"Kenapa bu?"Irma bertanya dengan raut wajah gusar.


Ataya terdengar menghela nafas, mata nya terpejam seolah bersiap menceritakan ke adaan paling buruk.


"Zaydan mengalami kecelakaan! sekarang dia baru saja siuman karena sudah melakukan operasi tulang kaki, bisakah kamu ikut saya Irma?"Tutur Ataya sambil memegangi telapak tangan Irma.


"Iya, bisakan kamu ikut saya? bunda dan ayah baru saja pulang! jadi saya berharap kamu ikut dan berkenan melihat Zaydan sebentar."Mohon Ataya.


"Saya dengar tadi pagi dia mencari mu sebelum kecelakaan itu terjadi!"Ucap nya kembali.


"Baik bu, saya lipat mukena dulu!"Jelas nya lalu beranjak masuk ke dalam kamar.


Dengan cepat Irma membuka mukena yang masih di kenakan nya, melipat nya asal lalu menyimpan nya kembali di atas sofa.


Tidak ada polesan makeup,atau pun hanya sekedar menganti baju.Wanita itu masih mengenakan pakaian yang tadi di pakai nya dengan rambut yang di gulung sampai atas.


Tangan nya membawa kunci mobil dan tas kecil milik nya, lalu memakai sedikit parfume di baju nya dan kembali berjalan ke luar kamar.


"Bu kita berangkat sekarang!"Ujar Irma.


Ataya pun mengangguk, lalu berdiri dan melangkah ke arah Irma untuk segera pergi dari apartemen milik gadis tersebut.


"Ayo naik mobil saya!"Ajak Ataya.


"Saya bawa mobil sendiri saja bu, ibu masuk mobil duluan saja,nanti saya menyusul! mobil saya di basemant."Ucap Irma .


Kedua mobil pun melaju beriringan, Ataya terus melajukan mobil nya pelan menunggu Irma yang terus berada jauh dari mobil nya.


Sen sebelah kiri mobil Pajero hitam yang di kemudi kan Ataya pun menyala, lalu berbelok masuk ke arah parkiran rumah sakit di susul mobil Irma.

__ADS_1


"Ayo!"Ajak Ataya.


Irma mengangguk, namun pandangan nya menatap kantong yang sangat ia kenali.


Ibu Ataya ke toko? pantesan tahu alamat apartemen! Pikir Irma.


Ataya terus berjalan cepat, di susul Irma yang terus berjalan di belakang nya.


( Ruang Sapa VVIP )


—Ceklek..


"Assalamu'alaikum?!"Ucap Ataya sambil perlahan membuka pintu ruangan yang di tempati Zaydan.


Zaydan yang tadi tertidur saat di tinggal kan nya, kini adik laki-laki nya itu sudah bangun dan duduk menyandar di atas berangkar dengan bantal di punggung nya.


Zaydan lansung menetap seorang yang baru saja masuk tepat di belakang kaka prempuan nya.


Mata kedua nya terus saling memandang, Zaydan tersenyum melihat Irma yang bersedia menemui nya, namun berbeda dengan Irma yang terlihat gugup karena ada Ibra juga di sana.


"Pak!"Sapa Irma sambil menganggukan kepala.


"Iya Irma."Sahut Ibra tersenyum.


Ataya lansung menghampiri suaminya yang sedang duduk di sofa besar yang tersedia, memberikan kue yang tadi di beli nya.


Begitu pun Irma yang berjalan mendekat ke arah Zaydan.


"Hay!"Sapa Irma sambil tersenyum gugup.


Tidak ada sahutan dari Zaydan, pria itu hanya tersenyum ke arah wanita yang sangat cantik dengan tampilan sedehana nya.


Kaos oversize, celana jeans, rambut di cepol sedikit berantakan, dan wajah pucat tampa makeup membuat Zaydan makin mengagumi kecantika wanita yang sudah sangat lama di cintai nya.


"Kenapa bisa seperti ini?!"Tanya Irma kembali.


Mata Irma terlihat berkaca-kaca, hati nya seolah menyesali atas keputusan nya untuk selalu menghindar, hingga akhir nya Zaydan mengalami kecelakaan karena mencari dirinya.


"Apa kabar?"Bukan nya menjawab pertanyaan Irma, Zaydan justru terus mengalih kan pembicaraan .


"Aku tidak baik karena kamu seperti ini!"Jelas Irma.


Zaydan pun tersenyum, lalu menggenggam tangan Irma yang berada di atas ranjang nya.


"Maaf!"Ucap nya lirih namun tak henti nya Zaydan tersenyum .


Sementara itu di sofa yang terletak di sudut ruangan, dua pasang mata terus memperhatikan Zaydan dan Irma.


"Beda banget natap Irma sama Rani!"Bisik Ibra.


"Iya, Zaydan lebih kelihatan bahagia kalau sama Irma, kalo sama Rani kaya tertekan aja."Balas Ataya.


Bersambung....

__ADS_1


...AUTHOR MINTA FOLLOW, LIKE, SAMA VOTE NYA BOLEH YA😁 KALO NGGAK ADA BUAT NGEVOTE BOLEH DI FOLLOW,LIKE SAMA KOMEN AJA YA! KARENA ITU SANGAT BERARTI UNTUK AUTHOR YANG HANYA BUBUK RANGGINANG INI.🤧😊...


__ADS_2