Happily Ever After

Happily Ever After
Periksa dede bayi.


__ADS_3

^


^


"Kamu ke ruko?"Tanya Irma kepada Zaydan yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Sebentar, setelah pulang dari Dokter kita ke ruko, ada beberapa setok bahan yang datang hari ini."Jelas Zaydan sambil terus berjalan ke arah lemari.


Irma yang sedang duduk di kursi meja rias pun hanya mengangguk, sambil terus memoles wajah nya agar tidak terlalu pucat.


Setelah kedua nya selesai bersiap-siap, kini Irma bersama suaminya sudah berada di dalam mobil Fortuner milik Zaydan yang melaju dengan kecepatan sedang.


Alunan musik dari penyanyi kesukaan Irma pun terus mengalun menemani kedua nya di sela obrolan antara Irma dan Zaydan tentang banyak hal, dari kebutuhan bayi, usaha dan masih banyak lagi.


Pandangan Irma terus tertuju kedepan, sesekali menatap ke arah samping ketika melewati gerobak para pedagang, sampai wanita itu tidak menyadari ada lipstik dan ikat rambut milik Tania yang sengaja gadis itu tinggal kan di dekat kaki nya.


Setelah menepuh perjalanan beberapa puluh menit, akhir nya Irma dan suaminya sampai di Rumah sakit untuk segera memeriksa kan ke adaan anak pertama yang masih dalam kandungan Irma.


"Ibu Dara Irma Atma Putri!"Panggil seorang perawat di ambang pintu ruang praktek Doker.


"Iya Sus?"Irma bangkit, kemudian masuk ke dalam ruangan bersama Zaydan yang berjalan di belakang nya.


Dokter wanita itu tersenyum ke arah Zaydan dan Irma, kemudia menyuruh nya duduk terlebih dulu dan menanyakan segala keluhan yang Irma rasakan.


"Ayo kita lihat dari hasil Usg."Ujar nya kemudian bangkit dan berjalan ke arah ranjang dengan monitor dan alat Usg di samping nya.


Pelahan Irma naik, kemudian segera berbaring dan memasangkan selimut di bagian tubuh bawah nya di bantu Zaydan.


"Dok apa sudah bisa lihat jenis kelamin nya?"Tanya Zaydan dengan raut wajah yang terlihat sumringah.


"Harus nya sudah bisa, tapi kita lihat posisi nya terlebih dulu yah!"Jawab nya sambil tersenyum ramah seperti biasa.


Alat itu mulai bergerak di atas perut Irma yang telebih dulu di beri olesan gel.Semua pandangan mata pun tertuju pada monitor yang hanya terlihat hitam dan banyak nya guratan putih.


"Usia nya enam belas minggu yah."Dokter Desi tersenyum."Ke adaan nya sehat, dan perkiraan sementara jenis kelamin nya laki-laki."Jelas nya kembali.


Zaydan tersenyum, lalu menoleh ke arah Irma dengan satu tangan nya mengusap lengan Irma lembut.


"Sudah!"Dokter Desi membantu membersih kan sisa gel di atas perut Irma dengan tissue, lalu seger berjalan ke arah meja nya kembali.


"Saya kasih vitamin lagi yah!"Ujar nya kembali kemudian di jawab angguka sepasang suami istri itu.


^


^


Selesai memeriksa kan kandungan istrinya, seperti yang Zaydan kata kan sebelum nya, ia akan pergi terlebih dulu ke Ruko untuk memeriksa kan sesuatu di temani istrinya.


Awal nya Irma menolak untuk ikut, wanita itu memilih pulang terlebih dulu mengunakan taxi, namun Zaydan melarang nya, ia tetap kekeh agar Irma ikut bersama dirinya memantau usaha yang orang tua nya percayakan kepada Zaydan.


Setelah sampai, kedua nya berjalan ke arah ruko yang terlihat sedikit sepi dengan tangan Zaydan yang selalu menggandeng Irma.


"Kamu mau bakmie lagi?"Tanya Zaydan.

__ADS_1


"Nggak deh, aku makan di rumah aja.Tadi pagi aku masak udang sambalado kan."Jelas Irma sambil menatap Zaydan.


"Yasudah, aku hanya sebentar."Zaydan tersenyum.


Mereka berdua terus berjalan, lalu pandangan nya beralih pada wanita yang juga sudah berada di tempat yang sama sedang berdiri di dekat meja kasir.


"Teteh?"Panggil Irma.


Ataya menoleh.


"Loh, kalian kesini? bukan nya mau ke Dokter yah?"Sambut Ataya dengan senyuman nya.


"Ini baru pulang, makanya kesini dulu.Kirain teteh nggak kesini."Tukas Zaydan.


"Ehh,...hayu duduk! gimana perkembangan dede bayi nya?"Ataya menarik lengan Irma agar ikut duduk bersama nya.


"Baik teh, sehat kata Dokter nya."Jawab Irma.


"Jenis kelamin nya apa?"Tanya Ataya kembali dengan antusias.


"Sementara cowok, mungkin nanti bisa berubah."Kata Irma kemudian tertawa.


"Hah,... iya juga.Dulu Zio tiga kali Usg cewe semua, pas brojol laki-laki."Cicit Ataya sambil menahan tawa.


Dua wanita yang sedang duduk bersebelahan itu terus berbincang, sampai tidak sadar ketika ada satu pasang mata yang memerhatika kedua nya.


Lagi hamil ternyata! gumam nya.


"Sudah turun semua?"Tanya Zaydan kepada Rizal dan Luthfi yang bertugas di belakang.


"Yasudah, kerja yang rajin kalau begitu.Nanti saya naikin gaji kalian."Kata Zaydan kemudian segera kembali ke depan untuk menemui kaka dan istrinya.


"Teteh udah catet?"Tanya Zaydan lalu duduk di samping Irma.


"Udah, kamu tenang aja dek, ini tugas bersama kalau kamu lagi fokus sama Irma dan adek bayi ya nggak apa-apa."Ujar Ataya.


Zaydan mengangguk.


"Zio sama Luna sekolah?"Tanya Zaydan.


"Iya, udah susah itu juga.Minta libur mulu."Jelas Ataya.


"Nanti malem kita ke rumah deh, mau ketemu mereka, udah lama nggak ketemu."Kata Zaydan kembali.


"Kita masak nasi liwet kalo gitu!"Tukas Ataya.


"Boleh."Jawab Irma.


^


^


"Kita pulang ya teh, nanti kerumah agak sorean."Pamit Irma kepada Ataya setelah beberapa menit lama nya berbincang banyak hal.

__ADS_1


"Iya di tunggu, hati-hati dek!"Ataya melambai kan tangan.


Zaydan mengangguk, lalu menjukan mobil nya meninggal kan parkiran Ruko.


"Za, aku mau cimol kentang dulu, minggir sebentar!"Titah nya kepada Zaydan yang langsung di turuti suaminya.


"Mang sepulu ribu yah!"Pesan Ataya di dalam mobil.


"Siap neng, pedes nggak?"Tanya nya.


"Sedenga aja."Sajut Irma.


Beberapa menit Zaydan menunggu, akhirnya seorang penjual cimol itu datang, dengan plastik bening berisi pesanan istrinya.


"Ini ya mang, makasih."Ucap Irma lalu tersenyum.


"Kembali sepuluh ya neng!"Cicit nya kemudia segera berlari.


"Nggak usah mang, udah aja."Ujar Irma lalu menutup kaca mobil nya.


Mobil mulai berjalan pelan.


"Eh tissue basah ada kan? tangan aku takut kotor!"Irma meletakan makanan nya, kemudian segera mencari.


"Ada."Jawab suaminya tampa memanglingkan pandangan.


"Apa ini!"Suara Irma pelan.


Tubuh nya membungkuk, kemudian membawa benda yang baru saja di temukan nya.


"Apa?"Zaydan melirik.


"Ini punya siapa?!"Irma memperlihat kan dua benda yang baru saja di temukan nya.


"Nggak tahu! aku kira punya kamu."Ucap Zaydan dengan raut wajah yang terlihat bingung.


Tatapan Irma memincing, mencari jawaban yang jelas dari suaminya.


"Oh kaya nya punya Tania."Sergah nya enteng tampa terlihat bersalah atau takut kepada wanita di sebelah nya yang sudah membulat kan mata, seolah sudah siap menerkam mangsa yang sudah di depan mata.


"Tania!"Tanya Irma datar dengan suara pelan.


"Iya kemarin dia pulang bareng aku."Sahut Zaydan kembali.


Irma mendengus, lalu melemparkan lipstik dan ikat rambut Tania kasar ke arah belakang.


"Sebener nya aku anti ngomong kasar, tapi karena kamu yang mancing jadi ya,...dasar anj*ng!"Irma berteriak.


"Lama-lama nantangin gue! belum liat ya kelincin berubah jadi singa!"Ucap Irma sedikit berteriak dengan raut wajah yang sudah terlihat menyeram kan.


...TBC🌿🌿🌿...


...Aduh Tantan ini kenapa, nantangin bubu segala!di bikin ayam geprek baru nyaho!...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, hadiah, dan komen nya....


__ADS_2