Happily Ever After

Happily Ever After
Suami mesum.


__ADS_3

Sepulang nya berbelanja beberapa menit lalu, kini Irma tengah sibuk merapikan setiap belanjaan kepada tempat nya, di bantu Zaydan yang sedang merapikan bahan makanan nya ke dalam lemari pendingin.


Sekitar dua puluh menit kedua nya sibuk merapih kan belanjaan, akhirnya semua kembali tampak rapih.


Setelah selesai dengan tugas nya, Zaydan berbalik arah, lalu pandangan nya tertuju pada wanita yang sedang berdiri membelakangi nya dengan rambut cepol hingga memperlihat kan leher jenjang nya, sambil terus melipat kantong plastik bekas belanjaan.


Langkah kaki Zaydan melangkah perlahan, terus berjalan mendekat lalu menyelipkan kedua tangan nya di antara celah tangan Irma dan memeluk nya dari belanga.


—Cup..


Zaydan mencium tengkuk Irma.


"Za?!...


Zaydan tersenyum, ketika Irma terlihat geli namun wanita itu masih tetap sibuk dengan plastiknya.


—Cup..


"Zaydan stop!"Cicit Irma kembali.


Namun pria yang sedang memeluk tubuh nya seolah tuli, Zaydan terus melakukan nya hingga beberapa kali, sampai Irma memutar tubuh nya menghadap Zaydan.


"Sayang aku mau!"Zaydan tersenyum menyeringai, lalu menarik pinggang Irma sampai menempel pada tubuh nya.


Pandangan Irma yang tadi nya mendongkak, kini menatap ke arah berut nya ketika merasakan sesuatu benda yang sudah sangat mengeras mengganjal perut.


"Ya tuhan!"Irma mencebik, mata nya mendelik ketika menatap Zaydan yang terus tersenyum kepada dirinya.


"Kita harus siap-siap Za! bunda sama ayah udah nungguin."Jelas Irma.


"Tapi aku sudah tidak tahan!"Ucap nya dengan suara rendah namun terdengar sangat seksi.


"Ta...


Suara nya terhenti ketika Zaydan langsung membungkam bibir Irma, lalu ******* nya lembut.


Satu tangan Zaydan menahan tubuh Irma dengan melilit pinggang nya, namun satu nya lagi sudah menggerayang nakal di b*k*ng Irma, me**mas nya lembut namun terasa nakal.


Zaydan menghentikan pautan bibir nya sesaat, menempelkan kening nya di kening Irma dengan hembusan nafas yang sudah menderu-deru.


Beberapa detik mata nya saling memandang, hingga tangan Irma merangkul bahu kokoh suaminya, dan kembali berbalas ciuman hingga saling menukar saliva nya masing-masing.


Merasa dorongan hasrat nya semakin kuat, Zaydan lansung mengangkat tubuh Irma, membawa nya ke dalam kamar mereka, dan terjadilah apa yang Zaydan ingin kan.


^


^


Satu jam kedua nya memadu kasih, kini Irma tengah mengering kan rambut setelah beberapa menit lalu menyelesai kan ritual mandi nya.


"Sayang apa kado dari teteh sama bunda nggak mau di buka?"Tanya pria yang sudah terlihat rapih.


"Hemm! aku lupa, coba bawa kesini! kita buka sama-sama."Titah Irma, lalu Zaydan membawa paperbag itu kepada istrinya.

__ADS_1


Sesaat Irma langsung mematikan hairdryer, meletakan nya di atas nakas, lalu neralih kepada paperbag yang berisi kota berukuran sedang.


...💐💐💐...


...Selamat datang di keluarga Adnan Dara Irma Atma Putri....


...Terimakasih telah mencintai Zaydan sekuat dan sedalam itu....


...Maafkan bunda yang pernah memperlakukan mu dengan buruk....


...-Selamat menempuh hidup baru, menantu ku-...


Setelah Irma membaca nya, kini ia membuka tutup kotak tersebut.


Terlihat ada dua gulungan kain yang di lilit pita, lalu di bawah nya lipatan beberapa kain.


Irma meletakan ke dua kain yang di gulung, lalu membawa kain yang di lipat dan membentang kan nya.


"Kerudung!"Ucap Irma, lalu beralih kembali pada hadian lain."Kulot dan ini...Tunik."Kata Irma dengan raut wajah yang berbinar.


Irma menoleh ke arah Zaydan, lalu kedua nya tersenyum.


"Bunda dan aku mau kamu tutupin mahkota indah kamu! tapi aku nggak maksa, biarkan hati kamu yang berbicara padamu."Ucap Zaydan sambil terus menatap mata istrinya lekat.


Tangan Irma lansung merangkul bahu Zaydan, memeluk nya erat.


"Terimakasih sayang!"Tutur Irma pelan.


"Dua lagi belum di lihat."Jelas Zaydan.


Irma tersenyum, lalu membuka pita yang melilit gukungan kain sayin berwarna maroon.


"Ya ampun!"Pekik Irma ketika melihat lingeri yang terlihat begitu terbuka dan sangat tipis.


Pria di samping nya hanya tersenyum.


"Za, aku tidak mau buka yang ini! pasti baju yang sama."Cicit Irma.


"Tidak! kamu harus membuka nya, ini kado dari teteh sama bunda."Kata Zaydan.


Dengan sangat terpaksa dan menahan malu, Irma kembali membuka kain hitam yang sudah pasti gaun serupa.


Dan benar saja, Irma kembali mendapat gaun tidur seksi namun sedikit lebih tebal di banding yang tadi.


"Aku mau nanti malam di pakai."Bisik Zaydan tepat di telinga istrinya.


"Aku tidak mau, pakaian tertutup aja kamu bringas! apa lagi yang begini."Sergah Irma sambil kembali memasukan gaun tidur nya ke dalam paperbag.


"Kalau kerudung nya aku pake sekarang."Jelas Irma.


^


^

__ADS_1


"Assalamu'alaikum,.."Ucap Zaydan dan Irma bersamaan.


"Wa'alaikumusalam! akhirnya pengantin baru sampai juga."Ujar Aisyah sambil tersenyum ke arah anak dan menantu nya yang baru saja datang.


Raut wajah Aisyah pun terlihat sangat berbinar, ketika melihat Irma yang sudah memakai penutup kepala.


Kemeja hitam panjang dan longgar, celana boyfriend blue light di padukan dengan kerudung pemberian Ataya dengan warna senada membuat Irma terlihat jauh berbeda dan terlihat sangat cantik.


"Bunda sama ayah mau pulang? naik apa?"Tanya Irma setelah mencium punggung tangan kedua nya.


"Naik kereta! ayo duduk bunda bikinin bolu pisang."Aisyah menarik tangan Irma hingga duduk di sofa ruang keluarga.


"Gimana malam pertama! sukses atau ada kendala?"Ataya bertanya dengan raut wajah datar.


Irma tersentak kaget, lalu menatap Zaydan agar tidak keceplosan.


"Aishh...lancar dongs, Zaydan gitu loh! kalo soal buka segel mah gampang."Jelas nya santai, hingga membuat Irma memutar bola mata nya.


"Masa sih, emang bener ya aunty?"Ataya menatap Irma.


"Ng.....


Irma tidak bisa menjawab, ia cukup malu ketika Zaydan menerangkan rahasia ranjang nya kepada Ataya.


"Nggak usah di jelasin! cara jalan kamu aja udah jadi jawaban."Ataya terus menggoda adik ipar nya.


"Sudah teh, pipi Irma sudah kepanasan itu!"Timpal Aisyah yang sudah melihat pipi menantu nya merah merona.


Banyakhal yang mereka bicarakan, dari masa kecil Ataya hingga Zaydan yang saat ini sudah sama-sama mempunyai keluarga.


Hingga tibalah saat nya Hardian bersama Aisyah pamit untuk kembali ke rumah nya yang sudah terasa sangat sepi.


"Ayah sama bunda pulang yah! Zaydan, jaga istri kamu baik-baik."Pesan Hardian lalu di jawab anggukan oleh putra bungsu nya.


"Dan kalian!"Hardian menatap ke dua cucu nya."Nggak boleh terus-terusan berantem."Ucap nya sambil tersenyum.


"Iya kek!"Sahut kedua nya bersamaan.


"Ibra, ayah pulang! tetap jaga putri ayah yah."Ujr Hardian.


"Iya yah."Sahut Ibra.


"Irma! bunda mau cucu oke."Ucap nya sambil mengusap perut istri dari putra bungsu nya.


"Doa in aja bunda."Kata Irma.


Acara perpisahan pun cukup dramatis, ketika tiba-tiba saja Luna menangis karena ingin ikut, namun Aisyah dan Hardian tetap menaiki taxi nya, menolak untuk di antar sampai stasiun kereta dengan alasan selalu merasa sedih kalau harus kembali berpisah dengan anak cucu nya.


Mobil yang di tumpangi kedua orang tua Zaydan pun melaju perlahan, mereka terus menatap nya sampai sudah tidak terjangkau oleh pandangan mata, lalu segera kembali ke dalam rumah.


...Bersambung......


...Jangan lula! like, vote dan komen....

__ADS_1


__ADS_2