
Malam hari, tepat nya pukul tujuh malam.Saat ini Zaydan sedang dalam perjalanan pulang setelah seharian memantau para pekerja bakmie milik ibu nya Aisyah.
Tiga bulan sudah Zaydan lalui dengan satu kaki yang tidak bisa berjalan normal, akhir nya kini pria itu pulih walau masih bayak pantangan yang harus di patuhi, seperti jangan terlalu kecapean dan bekerja mengangkat barang-barang yang cukup berat.
Di sela perjalanan Zaydan mengingat Irma,gadis yang sudah lama sekali tidak di temui nya, mereka tidak bertemu karena kesibukan masing-masing yang terus mengganggu waktu kedua nya hingga Zaydan memutus kan untuk berkunjung sebentar hanya untuk mengobati rasa rindu kepada wanita pujaan nya.
Pajero hitam milik Ibra yang di kendarai Zaydan menepi, membawa ponsel milik nya yang tersimpan di saku celana lalu melihat chat dari Irma beberapa hari lalu, yang mengirim kan alamat apartemen setelah Zaydan meminta nya.
Jl.Anggrek apartemen gold star lantai tujuh no 93.
Zaydan kembali memasukan ponsel nya di saku celana, lalu mulai menjalan kan mobil milik kaka ipar nya kembali dengan kecepatan sedang.
Suasana jalanan Ibu kota kini terlihat sangat ramai, mata Zaydan terus meneliti keluar, memikir kan buah tangan apa yang akan di bawa nya untuk Irma.
"Gila antrian nya panjang banget!"Gumam Zaydan ketika melihat gerobak penjual martabak yang di penuhi para pembeli.
"Jalan dulu aja deh, nanti kemaleman!"Kata Zaydan."Bisa gofood juga kan kalau maslah makanan mah gampang, yang penting sampe dulu."Ujar nya kembali dengan wajah berbinar.
Beberapa menit Zaydan menelusuri jalanan kota di bawah gelap nya langit malam, akhir nya ia sampai di lobby apartemen yang Irma huni.
^
^
TOK..TOK..TOK..
Suara ketukan pintu apartemen terdengar.Irma yang baru saja selesai mandi pun lansung berjalan ke arah pintu.
"Ngapain Sri balik lagi!"Cicit nya sambil terus berjalan ke arah pintu.
—Klekk..
"Sri ngapa..Zaydan!!"Irma terkejut.
"Hay sayang!"Sapa Zaydan sambil tersenyum, dengan mata yang terus menatap wanita cantik di hadapan nya yang hanya menggunakan kaos besar dan celana pendek di atas lutut, hingga mempu memamerkan paha jenjang putih dan mulus milik Irma.
"Nggak di suruh masuk nih?"Tanya Zaydan.
"Eh iya, masuk Za."Irma membuka pintu apartemen nya sangat lebar.
Pintu apartemen pun kembali Irma tutup, lalu berjalam bersamaan dengan Zaydan menuju sofa di ruang tengah nya.
"Kamu udah mau tidur?"Zaydan menatap Irma.
"Belum, baru selesai mandi."Sahut Irma.
"Kenapa lampu nya mati? kirain mau tidur soal nya cuma lampu kamar kamu yang nyala."Kata Zaydan.
__ADS_1
"Irit aja sih Za, toh aku nonton tv kalo ada temen aja, sisa nya waktu aku habis di kamar."Irma tersenyum lalu duduk di samping Zaydan.
"Kamu pulang kerja?"Tanya Irma ketika melihat Zaydan masih mengenakan kemeja dan celana jeasn nya.
"Iya, karena deket jadi mampir dulu."Sahut Zaydan.
Irma mengangguk sambil mengulum senyum, raut wajah nya terlihat sangat bahagia ketika Zaydan berkunjung untuk menemui nya setelah sekian lama menahan rindu.
Tombol power pun Irma tekan, hingga membuat tv nya jadi menyala dan membuat ruangan jadi temaram dengan cahaya televisi yang memenuhi ruangan.
"Nggak usah di nyalain! nonton enak nya emang gini."Irma mengangguk, lalu mengurung kan niat nya untuk menekan saklar lampu.
"Mau minum? atau mau di bikinin makanan?"Tanya Irma.
"Duduk aja! biar aku yang pesen makanan nya."Zaydan menepuk sofa di samping nya.
Irma tersenyum, lalu duduk tepat di sebelah Zaydan, hingga aroma maskulin sedikit manis yang berasal dari tubuh Zaydan pun menusuk hidung nya.
"Mau apa?"Tanya Zaydan.
"Emmmm! martabak boleh?"Tanya Irma.
Zaydan menoleh ke arah Irma, hingga pandanga kedua nya bertemu.
"Boleh sayang! ko nanya boleh nggak sih."Ucap nya sidikit berbisik.
Sesuai ke inginan Irma, Zaydan pun memesan dua porsi martabak manis dan telor.
Lalu meletakan ponsel nya di atas meja setelah selesai memesan makanan via online.
"Aku bikin minum dulu yah!"Jelas Irma lalu berdiri dan hendak pergi ke arah dapur.
Tap..
Tangan nya di cekal Zaydan cukup erat, lalu menarik nya hingga Irma kendali duduk di samping Zaydan.
"Di sini saja! kalo aku mau minun nanti aku ambil sendiri."Ujar nya setengah berbisik dengan mata yang terus beradu pandang.
Suara debaran jantung Irma sangat jelas terdengar, gadis itu bahkan mematung dengan netra yang terus menatap Zaydan.
–Cup..
Untuk pertama kali nya Zaydan mencium bibir merah merona milik Irma.
"I love you."Ungkap nya dengan suara lirih.
Mata kedua nya terus memandang, tidak ada reaksi apapun dari Irma selain raut wajah yang terlihat terkejut.
__ADS_1
"Irma?"Bisik Zaydan.
"Ya!"Sahut nya pelan.
Tampa basa-basi atau menunggu persetujuan sang pemilik bibir, Zaydan langsung memangut Irma dengan lembut, perlahan Zaydan mendorong tubuh Irma hingga gadis itu kini berada di bawah nya.
Satu sikut tangan nya bertumpu di ujung sofa, sementara satu tangan nya lagi sengusap lembut tulang rawan Irma.
Tidak ada penolakan sama sekali dari Irma, gadis itu hanya diam namun seiring berjalan nya waktu, Irma pun membalas l*matan Zayfan sampai menimbul kan bunyi decapan nyaring yang memenuhi ruangan.
Zaydan menghentikan permainan nya, menatap wajah Irma yang sudah memejam kan mata deengan bibir bawah yang di gigit nya cukup kuat.
Senyum Zaydan mengembang ketika Irma mulai mengerjap dan melihat ke arah nya.
"Za?"Panggil nya lirih dengan tatapan mata yang sudah sayu.
"Hemm!"Zaydan mengulum senyum.
"Aku sayang kamu."Telapak tangan nya mengusap pipi Zaydan, menatap nya penuh cinta lalu tersenyum.
Jemari tangan berotot nya kembali mengusap pipi Irma, mulai menatap nya lebih dalam dan menuntut, lalu kembali melakukan aktifitas yang terhenti.
Permaina bibir Irma dan Zaydan pun semankin mendalam, kedua nya sama-sama sudah tidak bisa berfikir jernih.
Entah bagai mana kedua tangan Irma sudah melingkar di bahu kekar Zaydan, pun dengan pria yang sedang mengungkung nya, tangan Zaydan mulai merayap nakal di atas paha, dan terus ke atas hingga menyentuh perut ramping milik kekasih nya.
"Ngghh!!"Suara Irma ketika tidak sangup menahat desiran yang terus mengalir kuat di tubuh nya, hingga menjadi seperti sengatan listrik dan banyak nya kupu-kupu yang terasa beterbangan di dalam perut nya.
Zaydan semakin tidak terkendali ketika mendengar Irma mendesah karena permainan kedua nya, tangan Zaydan pun terus bergerayang nakal di atas perut Irma, hingga gadis itu sedikit menggelinjang.
TOK..TOK..TOK..
"Gofood!"
Mendengar suara ketukan di pintu apartemen nya Irma lansung membuka mata,membawa kembali akal sehat nya lalu mendorong tubuh Zaydan yang berada di atas tubuh nya.
"Kenapa?"Zaydan menatap Irma.
"Martabak nya sudah di depan!"Irma lansung duduk, lalu membenahi baju yang sudah bergeser ke atas memperlihat kan perut nya.
Zaydan mengangguk, lalu beranjak sambil menyugar rambut nya yang terlihat sangat acak-acakan.
...Nah lo! untung martabak nya keburu datang, kalo nggak kan babang Zaydan nya khilaf....
...Bersambung......
...JANGAN LUPA LIKE, VOTE, FOLLOW, DAN KOMEN NYA GUSY....
__ADS_1