
...Malam ini, sesuai ke inginan Irma. Kini kedua nya sedang asik memasak mie berdua sambil terus tertawa....
...Binar wajah kebahagiaan pun sudah tidak bisa di pungkiri, apalagi kini Irma terlihat semakin lengket kepada suaminya Zaydan, sampai ketika pria itu sibuka memasakan mie untuk nya, Irma selalu memeluk tubuh kekar itu dari belangan....
"Sayang ayolah!"Zaydan tertawa hingga kepala nya mendongkak ke atas.
"Apa?"Gumam Irma.
"Lepas dulu, aku nggak fokus jadinya."Kata Zaydan kepada istrinya yang terus menempel di belakang tubuh nya dengan kedua tangan yang terus melilit erat pinggang Zaydan.
"Aku mau seperti ini Za!"Rengek Irma yang terus menempel kan pipi nya di punggung Zaydan.
Bibir Zaydan terus mengulum senyum, dengan tangan yang terus mengaduk-aduk mie di dalam panci berisi air panas yang sudah mendidih.
"Pacaran habis nikah enak juga ya Za."Kata Irma dengan raut wajah malu-malu.
"Hemmm! kita bisa ngelakuin apa aja tampa takut bablas apalagi khilaf."Sahut Zaydan.
—Trek..
Zaydan mematikan kompor nya, lalu menuangkan mie rebus ke dalam mangkuk berukuran besar.
"Selesai, ayok kita makan."Zaydan berujar, lalu melepas kan kedua tangan Irma dari pinggang nya dan berbalik badan.
—Cup..
"Aku bilang mie nya sudah selesai! kenapa kamu nakal sekali."Jelas Zaydan sedikit berbisik tepat di hadapan wajah Irma, setelah mengecup bibir yang sudah menjadi candu bagi nya.
Irma tersenyum, kedua telapak tangan nya meraup wajah Zaydan dengan tatapan mata yang terus tertuju pada manik suaminya.
—Cup..
Irma membalas kecupan Zaydan kembali di bibir suaminya.
"Za!"Cicit Irma."Aku sayang kamu."Ucap nya lalu mengukir senyuman indah di bibir tipis nya.
Zaydan menarik pinggang kecil Irma, melilit nya cukup erat sampai kedua nya tidak memiliki jarak.
"Terimakasi sudah berkenan menunggu ku sepuluh tahun lama nya."Suara Zaydan terdengan sangat pelan.
__ADS_1
"Kamu tahu Za? ketika kamu pergi tampa ada kabar, aku pernah bilang nggak bakalan nikah kalo nggak sama kamu."Jelas Irma.
Mendengar perkataan Irma, Zaydan lansung memeluk tubuh istrinya erat, hingga sesaat kedua nya melupankan mie dalam mangkuk yang sudah mulai mengembang dan dingin.
"Terimakasih sudah mau berjuang sayang."Ucap Zaydan kepada wanita dalam dekapan nya.
Irma terdiam, hidung nya kembang-kempis, mencium aroma sedap dari arah belakang tubuh suaminya.
"Za?"Panggil Irma.
"Heummm! biarkan seperti ini."Ucap nya.
"Za! mie nya!!"Suara Irma sedikit memekik.
Pelukan kedua nya terlepas, lalu melihat ke arah mangkuk mie berada.
"Yahhh...kelupaan deh! kami sih goda-goda aku terus."Kata Zadan sambil mencubit hidung Irma.
"Maaf sayang, kamu bawa mie nya ke depan yah, biar aku yang bawa minum nya."Ucap Irma dan di jawab dengan gerakan alis yang naik-turun oleh Zaydan.
Zaydan lansung meninggal kan Irma menuju ruang tengah terlebih dulu.Sementara Irma membawa gelas dan segera mengisi nya dengan air hangat, lalu berjalan ke arah lemari pendingin untuk membawa minuman dingin.
Irma kembali menutup pintu lemari pendingin, lalu membawa segelas air hangat yang ia letakan di meja dan segera berjalan ke arah ruang tengah.
"Za nggak ada minuman dingin?"Tanya Irma sambil terus berjalan mendekat ke arah suaminya.
Zaydan menoleh, mata nya terus mengikuti Irma yang terus berjalan ke arah nya.
"Aku belum pernah belanja apapun sayang! wajar aja kalau kosong."Jelas Zaydan.
"Besok kamu kerja nggak? kita belanja bulanan gimana?"Ucap Indri lalu duduk tepat di samping suaminya.
"Besok aku ke ruko dulu, habis itu baru kita belanja bulanan pertama kita."Jelas Zaydan.
"Aku juga ke toko deh, kasian anak-anak!"Cicit Irma di sela suapan mie ke dalam mulut nya.
Zaydan mengangguk.
"Aku anter, habis itu kita janjian aja yah! kamu kan ada mobil di toko, bawa pulang biar lebih aman."
__ADS_1
Irma menatap Zaydan, lalu mengangguk dengan mulut penuh dengan suapan mie.
^
^
Ke esokan harinya, dua hari sudah Irma menjadi istri dari Zaydan Putra Adnan, dengan sangat senang hati Irma menikamati peran nya sebagai seorang istri saat ini.
Pagi ini misal nya, setelah selesai melaksanakan ke wajiban nya, Irma lansung keluar kamar untuk segera merapikan apartemen nya yang terlihat sedikit berantakan.
"Sayang nggak usah! kita pakai go clean aja."Zaydan terus berusaha melarang Irma.
"Sedikit Za!"Irma menoleh."Cuma nyapu ngepel aja kan, cuci piring juga sedikit."Cicit Irma kembali sambil terus mengerjakan pekerjaan rumah nya.
"Sayang!"Zaydan menatap Irma tajam.
"Iya deh iya.."Kata Irma lalu berhenti.
"Nanti keringetan lagi, udah mandi juga."Zaydan tersenyum, lalu menyusut peluh yang sudah keluar dari kening nya.
"Makanya! jangan bikin aku mandi pagi-pagi lagi yah!"Kata Irma lalu merangkul pinggang suaminya.
"Nggak janji kalau itu!"Zaydan kembali tersenyum jahil.
"Ish.."Irma kesal lalu mencubit perut Zaydan.
Bibir Zaydan meringis, sambil terus menggeser tubuh nya menghindari cubitan kecil dari istrinya.
"Sayang! bunda udah minta cucu loh."Kata Zaydan.
"He'em deh! gimana kamu aja, aku mau siap-siap dulu."Kata Irma lalu masuk ke dalam kamar meninggal kan Zaydan yang masih berdiri di dekat sofa ruang tv sambil terus tersenyum.
Apalagi ketika mengingat pergulatan panas yang di ulanginya semalam sampai beberapa kali.
Membuat Zaydan kembali membayang kan suara dan tubuh seksi milik istrinya.
...Bersambung......
...Jangan lupa!! like, vote, komen, dan follow....
__ADS_1