
"Ada aku sayang!"Zaydan meraih telapak tangan Irma, mencoba menghilang kan rasa khawatir gadis di sebelah nya.
Irma yang duduk di kursi samping kemudi terus menatap Zaydan dengan penuh ke khawatiran.
"Aku pulang aja deh ya?!"Raut wajah Irma terlihat muram, banyak ketakutan yang terpancar dari tatapan mata nya.
"Kita sudah sampai sayang! untuk apa balik lagi? bunda sama ayah udah nungguin kita."Zaydan terus berusaha meyakin kan Irma sambil terus mengusap punggung tangan Irma.
—Cup..
Zaydan mencium tangan Irma yang di genggam nya, lalu membuka pintu dan segera keluar.
Irma memejam kan mata sesaat, lalu menghembus nafas nya perlahan.
—Klek..
"Sayang hayu!"Zaydan membuka pintu untuk nya.
Irma tersenyum, lalu keluar dari mobil Pajero hitam milik Ibra.
Kedua nya berjalan ber-iringan, pandangan Irma selalu menunduk, dengan perasaan yang sudah campur aduk.
Ceklek..
"Assalamu'alaikum.."Ucap kedua nya bersamaan.
Dua orang yang sedang berada di ruang tv lansung menoleh ke arah sumber suara.
Menatap Irma berjalan menghampiri bersama Zaydan.
Wanita yang pernah saling perang dingin pun sama-sama terlihat gugup, Irma yang menatap nya lalu kembali menunduk pun dengan Aisyah yang juga merasa serba salah dan bingung harus memulai nya dari mana.
"Assalamu'alaikum bunda.."Ucap Irma pelan sambil terus tersenyum lalu mencium punggung tangan nya.
"Wa'alaikumsalam, Irma."Jawab Aisyah.
Setelah mencium kedua tangan orang tua Zaydan, Irma pun lansung di persilah kan duduk di sofa berhadapan dengan Hardian dan Aisyah.
"Irma sehat?"Hardian tersenyum.
"Sehat yah, alhamdulillah. "Sahut Irma lalu kembali tersenyum.
Zaydan terus menatap Irma, wanita itu terus menunduk dengan tangan yang terus meremas satu sama lain.
"Ayah sama bunda gimana kabar nya?"Irma pun memberanikan untuk bertanya.
"Ayah sama bunda baik juga alhamdulillah."Hardian kembali menjawab.
"Bunda bikin minum dulu!"Aisyah lansung meninggal kan ruang tengah menuju dapur.
Sedikit-demi sedikit suasana mulai mencair, beberapa kali Irma tertawa bersamaan dengan Hardian ketika kedua nya saling melontar kan candaan.
Irma terlihat lebih santai ketika berbicara dengan Hardian, selain lemah-lembut, Hardian juga selalu bersikap hangat.
Beberapa menit Aisyah pergi ke dapur, kini wanita itu datang bersama bi Mimi yang membawa nampan berisi beberapa gelas dan toples kue kering.
"Bunda bikinin teh, sama kue bikinan mama nya Zio."Aisyah berbicara kepada Irma.
Irma mengangguk, lalu tersenyum kepada Aisyah.
"Terimakasih bunda, maaf bikin repot!"Ujar Irma.
__ADS_1
"Nggak repot, cuma bikin teh aja!"Lagi-lagi Aisyah pun tersenyum hangat ke padanya.
Hati Irma mulai terasa lega, kini sikap Aisyah sudah hangat seperti pertama kali mereka bertemu.
Sambil meminum teh yang di sajikan Aisyah, ke empat orang yang tengah duduk bersama itu berbicara banyak hal, hingga pada akhir nya Zaydan bertanya perihal niat nya untuk segera mempersunting Irma.
"Bunda, Zaydan sama Irma mau minta restu ayah sama bunda."Tutur Zaydan pelahan.
"Kita udah sama-sama berjuang sepuluh tahun ini! bukan Zaydan sih, tepat nya Irma yang terus berusaha menunggu Zaydan kembali hingga sepuluh tahun, boleh kan kalo kita segera melaksanakan niat baik yang sudah lama tersimpan."Kata Zaydan yang terus bergantian menatap Aisyah, Hardian dan juga Irma.
Hardian menoleh ke arah istrinya, mencari jawaban pada Aisyah.
"Kalian yang mau nikah! bunda cuma bisa doa in yang terbaik."Jelas Aisyah.
"Emm..bunda kan pernah nggak restuin Zaydan sama Irma! jadi sekarang gimana? Irma nggak mau dan akan mundur kalo bunda emang bener-bener liat Irma bukan calon istri yang baik buat Zaydan!"Tanya Irma kepada calon ibu mertua nya.
Aisyah tersenyum, lalu bangkit dari duduk nya dan menghampiri Irma yang sedang menundukan kepala.
"Maafin bunda kalo bunda udah pernah jahat sama Irma, sekarang kalo kalian mau nikah, bunda sama ayah nikahin secepat nya."Tutur Aisyah yang terus mengusap bahu Irma.
"Bunda setuju?"Tanya Irma.
Aisyah pun mengangguk, lalu memeluk tubuh kecil Imra yang sedang duduk di samping nya.
Akhirnya Zaydan bisa bernafas lega, senyum di bibir nya mengembang ketika melihat dua wanita yang sangat Zaydan cintai kini tengah saling berpelukan.
—Klek..
"Assalamu'alaikum.."Ucap Ataya bersama kedua putra dan putri nya yang baru saja datang.
Pelukan kedua nya terlepas, lalu melihat ke arah Zio dan Luna yang sedang berlari.
"Eh ada tamu."Ataya tersenyum, dua tangan nya di penuhi tas sekolah Luna dan Zio.
"Aunty Irma, main yuk sama ade?"Aluna tersenyum kepada kekasih om nya tersebut.
"Mau main apa?"Irma menyentuh pipi Aluna yang sedikit gembul.
Anak kecil itu sekilas berfikir, lalu membulat kan mata nya ke arah Irma antusias.
"Main boneka yang pernah aunty beliin buat Luna!"Tutur Luna berbinar.
"Boleh main! tapi ..?"Tanya Ataya.
"Cuci tangan..cuci kaki..ganti baju!"Sahut Zio dan Luna.
"Pinter."Jelas Ataya.
Kedua anak nya pun lansung berlari ke arah kamar nya bersamaan.
"Kalau begitu ayah ke belakang dulu."Cicit Hardian lalu beranjak pergi meninggal kan putra bungsu dan ketiga prempuan di ruang keluarga.
Ataya yang baru saja datang lansung ikut duduk bersama Zaydan, Irma dan Aisyah.
"Jadi kapan acara tunangan nya?"Ataya bertanya.
Zaydan dan Irma saling menatap.
"Kaya nya nggak usah acara tunangan, Irma udah nggak ada siapa-siapa soal nya."Usul Irma.
"Kalo mau bisa bunda sama teteh atur!"Timpal Aisyah.
__ADS_1
"Nggak usah bun, nikah nya juga jangan kaya gimana-gimana, cukup akad aja!"Pinta Irma.
Bukan tidak mau Irma mengadakan pesta besar-besaran dan mewah, meski pun Zaydan maupun Irma sudah bisa di bilang mamapu, namun karena Irma sudah tidak punya siapaun, hanya sekedar akad pun tidak masalah bagi nya.
"Ya sudah kalau mau akad aja kita laksanakan di rumah ini aja!"Jelas Ataya."Jadi mau kapan?"Ataya kembali bertanya.
Irma lansung menatap ke arah Zaydan, menberi nya hak untuk menentukan kapan pria itu ingin meminang nya.
"Besok gimana?"Zaydan asal jeplak.
—Plak..
"Kamu kira nikah itu senam aerobic, yang bisa di usulin kapan aja!"Cicit Ataya.
"Lah kan teteh nanya kapan? ya pengen besok!"Kekeuh Zaydan.
"Jelema burung leupas! catering dan lain-lain apa kabar?"Cecar Ataya kepada adik bungsu nya."Minimal seminggu dek!"Ucap Ataya kembali.
Sementara Aisyah dan Irma hanya terus menyaksika kedua kaka beradik yang selalu ribut, bahkan soal pernikahan saja sekarang mereka ribut kan.
—Ceklek..
Brak!!
Zio dan Aluna membanting pintu kamar orang tuan nya lalu berlari ke arah kumpulan orang yang sedang membahas soal pernikahan.
"Aunty ayok main!"Aluna menarik tangan Irma, Irma lansung berdiri, kedua nya berjalan ke arah ruangan tempat mainan Zio dan Aluna.
"Jadi gimana?"Ataya kembali bertanya kepada adik bungsu nya.
"Ya besok!"Zaydan tidak mengubah jawaban nya.
"De masa besok!"Kata Aisyah.
"Bunda mau Zaydan keburu khilaf?"Tanya Zaydan.
"Ya jangan!"Tegas Aisyah.
(Padahal mah khilaf nya udah ya😁).
"Yaudah deh, kita kasih tau abang biar bisa bantuin!"Kata Ataya.
"Bunda urus catering! teteh MUA, ayah penghulu, aku berangkat sekarang cari baju!"Zaydan langsuk beranjak pergi ke arah ruang main Zio dan Luna untuk mengajak Irma pergi.
"Nah! anak saha tah?!"Ataya kesal.
"Cepetan telepon abang! chanel nya banyak apa aja sama abang mah bisa."Titah Aisyah.
" Iya."Sahut nya.
"Bunda kebelakang nemuin ayah dulu!"Aisyah pun lansung berjalan ke arah taman belakang.
"Untung aja prempuan nya minta yang sederhana! coba kalo ribet kaya Rani!!"Gumam Ataya.
...Mamas Zaydan beneran udah kepepet apa gimana yah😄kebelet nya sampe nggak bisa di tahan.😁😁...
...Bersambung......
...JANGAN LUPA LIKE, FOLLOW, VOTE, KOMEN, DAN SHARE☺☺...
...BUAT YANG MAU MASUK GROUP CHAT ! SILAHKAN OTHOR UDAH BIKIN HHEH.....
__ADS_1