
Jarum jam sudah menunjukan pukul enam pagi.Setelah selesai mengering kan rambut panjang nya yang basah, Irma segera keluar kamar dan berjalan menuju dapur.
Terlihat sudah ada Aisyah dan Nita yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.
Ada Aisyah yang sedang memasukan sayuran ke dalam kulkas, ada Nita yang sedang sibuk mengiris bawa dan bahan-bahan lain nya.
"Bunda!"Panggil Irma sambil tersenyum.
Dua wanita yang sedang berada di dapur pun seketika menoleh ke arah suara, kemudia tersenyum ke arah nya.
"Eh,... ko udah keluar! istirahat aja, kan masih cape."Tukas Aisyah kepada menantunya.
"Udah bangun dari tadi jam empat, diem terus bosen, tidur lagi juga pusing."Jelas Irma.
Namun ketika Nita menumis bawang, penciuman Irma langsung menajam, hingga rasa mual pun mulai terasa.
Irma terus menelan saliva nya yang terus memenuhi rongga mulut karena menahan rasa mual nya yang semakin terasa.
Ibu hamil muda itu langsung berlari ke arah kamar, sampai Aisyah menatap Irma heran dan cukup khawatir.
"Loh,... Irma kenapa?"Aisyah dan Nita saling memandang.
—Ceklek...
Brakk!
Uwek...uwek...uwekk..
Zaydan yang masih terlelap pun langsung terperanjak, lalu bangkit dalam ke adaan masih pusing menuju pintu kamar mandi.
"Kamu kenapa?"Tanya Zaydan.
Uhuk..uhuk...
__ADS_1
"Bau!"Cicit Irma.
"Apa nya yang bau?"Zaydan mengendus baju yang di kenakan nya.
"Bukan kamu!"Suara nya memelan.
Zaydan menjengit, kedua nya terus memandang dari pantulan cermin washtafel.
"Bibi numis bawang!"Pekik nya, dengan raut wajah yang sudah terlihat kesal.
"Bukan nya kamu suka ya wangi bawang goreng?"Tanya Zaydan.
"Iya tapi ini bau nya aneh Za!"Rengek Irma.
Zaydan diam, kemudian mendekat dan mengusap tengkuk Irma.
Beberapa menit berdiri di hadapan washtafel sambil terus memuntahkan isi perut nya yang kosong, akhirnya Zaydan keluar menuju kamar nya kembali bersma Irma yang sudah terlihat sangat lemas.
"Kenapa?"Tanya Aisyah yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Zaydan.
Aisyah terus berangsur mendekat, lalu duduk di tepi ranjang.
"Tadi nggak apa-apa!"Sergah Aisyah.
"Iya mual nya pas bibi numis bawang, bau nya aneh."Cicit Irma.
Aisyah mengangguk.
"Istirahat saja, itu bawaan dede nya mungkin."Ujar Aisyah.
Irma mengangguk, lalu membaringkan tubuh nya yang sudan terasa sangat lemas.
"Bunda bikinin teh manis yah."Wanita itu beranjak, berjalan ke arah luar lalu menutup pintu kamar.
__ADS_1
Sementara itu Zaydan hanya berdiam diri sambil terus mengusap kepala Irma lembut.
"Kamu sesuatu?"Ucap Zaydan.
"Nggak ada, aku pusing!"Sahut nya dengan suara pelan.
"Tidur aja, lagian tadi ngapai ke dapur segala.Kamu tuh masih cape, istirahat aja kenapa sih!"Raut wajah Zaydan terlihat sangat khawatir.
"Nggak enak dong, bunda sibuk bikin sarapan menantu nya malah enak-enakan tidur."Gumam Irma.
"Nggak apa-apa, ada bi Nita yang bantuin bunda, lagian ke adaan kamu lagi kaya gini."Sergah Zaydan.
Irma terdiam, matanya terpejam ketika merasa kepala nya terus berputar, sampai menimbulkan rasa mual ketika ia membuka mata nya.
—Klek..
"Ini teh manis nya, sama bunda bikinin roti isi.Ada nasi goreng tapi kaya nya Irma nggak mau makan."Tutur Aisyah, lalu meletakan nampan nya di atas nakas.
"Makasih bunda, nanti Zaydan suruh makan."Aisyah memganguk.
Pandangan mata Aisyah langsung menatap wajah Irma, wanita itu terlihat sudah terlelap dengan wajah yang terlihat sedikit pucat.
"Biarin Irma istirahat, kamu kalo mau sarapan ambil aja, udah siap di meja makan."Tukas nya lalu pergi meninggal kan Zaydan.
"Iya bunda."
—Cup..
Zaydan mencium pipi Irma, kemudia turun dari ranjang dan berjalan ke arah luar untuk menyusul Aisyah.
...TBC🌻🌻🌻...
...Ah! nggak ada yang kangen author!...
__ADS_1
...like, vote sama hadiah lain nya aja kalo gitu.....
...Mampirjuga, sama judul baru yah! klik profil.....