Happily Ever After

Happily Ever After
Pulang.


__ADS_3

...Flashtback On🌱🌱...


Setelah kedua kaka nya undur diri dan pulang, dengan cepat Zaydan baranjak untuk mencari sang istri yang sedang marah entah pergi kemana.


Mobil nya melaju dengan kecepatan tinggi, tujuan pertama nya adalah apartemen yang mereka tempati bersama.


Pandangan Zaydan menoleh ke sebelah kiri, betapa sedih nya ketika melihat makanan yang di beli Irma belum tersentuh sama sekali karena amarah nya yang tiba-tiba muncul sampai menghilang kan nafsu makan nya.


Padahal Irma belum makan apapun sedari dia bangun, hanya air putih yang wanita itu teguk sebelum berangkat ke rumah sakit untuk memeriksakan jabang bayi yang berada dalam kandungan nya.


...Nanti aku makan di rumah saja, aku masak udang sambal balado kan!...


Itulah yang selalu terngiang-ngiang di telinga nya, ia pun berharap kini Irma sudah berada di apartemen sambil memakan udang balado kesukaan nya.


Zaydan terus berusaha menghubungi Irma, nahas, wanita itu tidak mengangkat satu pun panggilan masuk dari Zaydan.


Setelah Zaydan melalui jalanan yang cukup menguras energi, kini ia sampai di baseman apartemen nya.


Pria itu keluar dari mobil, kemudian berlari ke arah pintu lift, lalu keluar setelah beberapa detik berada dalam kota besi itu.


Plip..plip..plip..plip..


—Ceklek...


"Sayang!"Panggil Zaydan sambil berlari ke arah dalam.


Ruangan tengah terlihat sunyi, kemudian beralih membuka pintu kamar yang terutup rapat, berharap ada Irma di dalam sana, namun nihil, Zaydan juga tidak menemukan Irma di dalam kamar tidur mau pun kamar mandi nya.


Zaydan kembali berlari ke arah dapur, mencoba kembali mencari istrinya yang mungkin sedang berada di sana, namun Zaydan tetap tidak menemukan Irma.


Sesampai nya di dapur, Zaydan hanya melihat satu mangkuk udang balado yang di buat istrinya yang belum di sentuh sedikit pun.


"Sayang kamu di mana?!"Zaydan terlihat tidak karuan, bahkan wajah nya sudah terlihat pucat dengan mata sayu.


Tampa ingin membuang waktu lebih lama lagi, Zaydan langsung berjalan kembali ke arah pintu luar, tujuan nya saat ini adalah apartemen milik sang istri.


"Angkat sayang!"Gumam Zaydan yang terus berusaha menghubungi Irma.


"Ck!"Zaydan berdecak, lalu memasukan kembali ponsel nya kedalam saku celana.


^


^


–Klek..


Zaydan membuka pintu apartemen milik Irma, menerobos masuk tampa banyak berbicara.Mata nya terus memandang setiap sudut, ruangan yang gelap dan sedikit berdebu, nampak tidak ada kehidupan di dalam sana.


Namun Zaydan masih berusaha mencari, berjalan kesana-kemari namun tidak membuah kan hasil.


Nafas nya memburu, peluh bercucuran membasahi kening nya dengan dada yang terlihat kembang-kempis.


"Kamu membuat ku Gila Irma!"Zaydan mengusap wajah nya kasar.


Sesaat Zaydan duduk di sofa ruang tengah, lalu mencoba kembali menghubungi ponsel milik istrinya.


...Nomor yang anda tuju sedang sibuk, cobalah beberapa saat lagi!...


Puluhan bahkan sampai ratusan kali Zaydan berusaha menghubungi Irma, namun istrinya itu kini terlihat benar-benar marah, sampai tidak berkenan mengangkat satu sambungan telpon pun dari nya.


Zaydang melempar ponsel nya ke atas meja cukup keras, menghempas kan punggung nya di sandaran sofa, dengan pandangan kosong yang menatap langit-langit apartemen yang terlihat sudah banyak nya sarang laba-laba.


Tubuh nya kembali duduk tegap, lalu meraih ponsel milik nya dan mencoba menghubungi Irma kembali.

__ADS_1


Dan akhirnya membuahkan hasil, panggilan telepon nya kini tersambung.


–Hallo pak?


[Hallo, ini siapa? di mana istri saya?!


–Ini saya, Sri.Bu Irma sedang tidur.


[Kalian di mana?]


–Bu Irma sedang di kostan saya, jangan khawatir pak, biarkan seperti ini dulu, seperti nya ibu butuh waktu untuk menenang kan diri.


[Istri saya bercerita?]


–Tidak, ibu hanya terus menangis dan terlihat lelah.


[Baiklah terimakasih, nanti malam saya jemput dia, kirim kan saja alamat rumah mu itu.]


–Iya pak.


Akhir nya Zaydan bisa bernafas lega. Setelah mencari kesana-kemari ternyata Irma sedang tertidur di kostan salah satu karyawan yang cukup dekat dengan istrinya.


Zaydan bangkit, kemudian berjalan ke arah pintu untuk segera kembali ke apartemen milik nya dan segera membersihkan diri.


Namun tiba-tiba notifikasi masuk, dan terlihat nomor baru yang baru saja mengirim pesan kepada dirinya, memberi tahu Zaydan alamat di mana keberadaan Irma saat ini.


"Syukurlah kamu baik-baik saja."Gumam nya lalu Zaydan kembali berjalan menuju pintu lift dan pulang.


...Flashback Off🌾🌾...


"Sri, ayok kita ke puncak!"Ajak Irma kepada gadis yang duduk di samping nya sambil bermain ponsel.


Sri menoleh, lalu kembali menatap layar ponsel nya.


Irma menjengit, dengan mata yang terlihat memincing, menatap Sri yang sedikit aneh menurut nya.


"Kamu bohong!"Cicit Irma.


"Dih, ngapain bohong.Kepuncak jalan nya tutup buka, bisa macet sampai berjam-jam."Jelas Sri.


"Masa?!"


"Iya!"Sri mengangguk dan terlihat bersungguh-sungguh.


Irma mendengus, raut wajah kecewa nya terpampang nyata dengan bibir yang juga terlihat cemberut.


"Saya nginep di sini boleh?"Tanya Irma.


"Udah izin sama pak Zaydan?"Sri menjawab nya dengan pertanyaan.


Irma terdiam, lalu menggeleng kan kepala nya.


Tok..


Tok..


Tok..


Mendengar ketukan di kamar kost milik Sri, Irma langsung menatap gadis itu penuh tanya.


"Pacar kamu?"Tanya Irma hampir berbisik.


Sri tidak menjawab, gadis itu langsung bangkit sambil mengendikan kedua bahu nya.

__ADS_1


–Klek..


Sri membuka pintu kamar nya lebar, kemudian masuk lah pria tampan dengan celana pendek dan kaos polos nya.


"Sri kamu!"Pekik Irma.


"Maaf, tapi bapak nyariin ibu tahu."Sri tersenyum canggung.


Zaydan terus berjalan mendekat, namun Irma mengalihkan pandangan nya ke arah lain, seolah tidak berkenan menatap wajah suaminya.


"Aku ke kamar temen dulu yah!"Ucap Sri kemudian pergi sambil menutup pintu kamar kost milik nya.


Sesaat ke adaan hening.


"Ayo pulang!"Cicit nya dengan suara pelan, lalu menyentuh telapak tangan Irma.


Irma diam.


"Sayang?"Panggil Zaydan kembali sambil meneliti wajah istrinya.


Hidung nya merah, mata nya pun terlihat bengkat, namun tidak mengurangi kecantika istrinya itu.


"Aku menyakiti mu?"


Irma masih terdiam.


"Apa sekarang kamu tidak percaya pada suami mu ini?"Tanya Zaydan pelan.


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu percaya, aku hanya ingin membawa ini ke jalur hukum untuk memberi pelajar pembohong itu.


Irma masih terdiam.


"Maaf, aku sudah membuat mu tidak percaya lagi padaku, maaf juga dulu aku tidak percaya pada mu tantang wanita itu."Zaydan menghela nafas.


"Oke kalau kamu tidak mau pulang, baik-baik disini aku akan segera pergi jika aku membuat mu jengah atas ke hadiran ku sayang, aku pulang! vitamin dari Dokter nanti aku titip kan saja sama Sri."


Zaydan melepas kan genggaman tangan nya, kemudia bangkit dan segera berjalan ke arah pintu.


"Aku mau pulang!"Tiba-tiba saja Irma memelik suaminya dari belakang.


Zaydan membalikan tubuh nya, lalu membalas pelukan Irma yang saat ini sudah menangis kembali.


"Jangan menangis, tidak perlu menangisi apapun. Karena aku tidak berbuat apa-apa."Kata Zaydan dengan tangan yang terus mengusap punggung Irma.


"Kamu nggak bohong?"Tanya Irma pelan.


"Tidak!"Sahut Zaydan.


"Kita pulang?"Zaydan kembali bertanya.


Irma mengangguk.


"Yasudah, ambil barang-barang kamu, terus benerin kerudung nya."Zaydan mengusap pipi Irma yang basah, lalu tersenyum dan membenar kan rambut Irma yang sedikit terlihat.


—Cup..


Zaydan mencium bibir istrinya, sampai pipi Irma merona karena merasa malu.


...Tadi nya othor mau bikin mereka cerai, tapi nggak tega sama Junior di perut bubu.....


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa! lempar bunga, kopi, like, dan dukungan lain nya....

__ADS_1


...Love you tomat.....


__ADS_2