
"Kalian boleh mengobrol, kami akan menunggu di luar!"Jelas Ataya yang sudah berdiri bersamaan dengan Ibra dan melangkah kan kaki ke arah luar.
Kini hanya tersisa dua orang manusia yang terus berdekatan dengan tangan yang terus saling menggengam.
"Maaf!"Lagi-lagi,Zaydan meminta maaf kepada Irma.
"Kenapa selalu meminta maaf?"Irma tersenyum dengan mata yang terus memandang.
"Maaf untuk semua nya! untuk sikap bunda,perlakuan ku sepuluh tahun lalu,dan mempunyai pacar!"Jelas nya serius.
Irma terdiam, hati nya begitu perih ketika mendengar kata pacar yang baru saja di dengar nya.
"Aku juga minta maaf, selalu ngehindar!"Balas Irma.
"Kamu masih mau nikah sama aku kan? walaupun salah satu kaki ku sudah cacat!"Tanya Zaydan.
Irma mengulum senyum nya, dengan tatapan penuh kesedihan.
"Ada Rani Za, nggak mungkin se-gampang itu!"Cicit Irma lirih.
"Aku hanya ingin kamu!"Genggaman tangan Zaydan terlepas,beralih mengusap pipi Irma dengan lembut.
"Kamu yang bikin ini jadi rumit Za, kamu ninggalin aku terus punya pacar! ini semua ke inginan kamu."Pekik Irma sedikit berbisik.
"Tunggu aku pulih! dan aku akan segera menikahi mu, apapu dan bagai mana pun cara nya!"Lirih Zaydan.
"Jangan egois,pikirin pelan-pelan! siapa tahu kamu cinta sama Rani dan hanya merasa bersalah kepada ku."Satu tetesan air mata pun jatuh tepat di jari Zaydan .
"Jangan nangis, aku yang akan perjuangin kamu sekarang!"Zaydan mengusap sisa air mata Irma.
"Kita terhalang restu Za! sebaik nya sudahi saja sebelum semua nya semakin jauh."Jelas Irma.
"Aku tidak akan melepas kan mu untuk kedua kali nya, soal Rani dan bunda biar aku yang urus,akan ku pastikan bunda kembali merestui kita, dan Rani segera tahu kalau aku tidak pernah mempunyai rasa kepada dirinya!"Ucap Zaydan.
Irma terdiam, pandangan mata nya terus melihat netra Zaydan, mencari sebuah kebobongan.
Namun nihil, justru Irma menemukan sebuah ke tulusan di mata Zaydan ketika melihat nya.
"Kalau begitu aku pamit dulu! sudah malam."Irma lansung berdiri, bersiap untuk segera pergi.
Tangan Zaydan terus menggenggam nya erat, seolah tidak mengizin kan Irma untuk segera pulang.
"Nanti saja, aku masih ingin bersama mu!"Pinta Zaydan.
"Nanti aku kesini lagi! tapi sekarang aku harus pulang."Irma pun tersenyum.
"Buka blokiran nya! aku ingin menjalin komunikasi lagi bersama mu."Pinta Zaydan laku mengusap pipi Irma.
"Sudah!"Sahut Irma. "Cepatlah sembuh! agar kita bisa mencapai tujuan bersama, aku menunggu niat baik mu Za! umur ku sudah tiga satu."Tutur nya lalu tersenyum.
__ADS_1
Tangan Zaydan menarik Irma untuk lebih mendekat ke arah nya.
–Cup..
"Aku aka segera sembuh. Janji!"Bisik Zaydan setelah mencium pipi Irma.
"Za! ini di rumah sakit, gimana kalau ibu sama pak Ibra lihat?"Suara Irma memekik.
"Biarin mereka lihat, sekalian di grebeg biar cepat di nikahin."Zaydan pun tersenyum.
"Ish."Irma nemepuk lengan Zaydan .
"Aku pulang yah?"Pamit Irma namun tangan Zaydan masih belum melepas kan genggaman nya.
"Zaydan aku mau pulang!"Cicit Irma kepada pria yang terus menggenggam tangan nya sambil terus tersenyum.
"Cium dulu!"Zaydan menyentuh pipi nya.
"Hah?!"
"Cium dulu baru boleh pulang!"Ucap Zaydan kembali.
Irma tersenyum,lalu mulai mendekat kan wajah nya kepada Zaydan .
–Cup..
"Cepat membaik, pacar nya Rani."Ujar Irma sambil tersenyum jahil.
"Dah! kamu harus cepet sembuh yah! kalo mau nikah sama aku harus sehat, bener-bener sehat."Jelas Irma sambil melambai kan tangan dan berjalan ke arah pintu.
Zaydan pun melambai kan tangan nya ke arah Irma, menatap punggung wanita yang kini mulai menghilang di balik pintu.
"Bu, pak! saya pulang dulu."Pamit Irma kepada dua orang yang sedang duduk di kursi tepat di samping pintu masuk ruangan Zaydan.
"Iya, terimakasih ya Irma! hati-hati di jalan."Irma pun mengangguk lalu mulai berjalan menjauh dari kedua nya dengan sedikit bergegas.
Irma terus berjalan menyusuri lorong rumah sakit yang cukup ramai.
Tiga orang yang baru saja datang berpapasan dengan Irma, namun mereka tidak menyadari ke hadiran satu sama lain.
......................
Di dalam mobil yang terus melaju dengan kecepatan sedang,raut wajah Irma terus terlihat sangat bahagia setelah pertemuan nya dengan Zaydan.
Pria itu terlihat baik-baik saja, hanya kaki nya yang terluka parah sampai membuat nya harus masuk ruang operasi.
Rasa yang pernah hilang sepuluh tahun lalu kini telah kembali, mengakibat kan desiran di dalam hati nya seperti banyak kupu-kupu yang berterbangan.
Apalagi Irma terus mengingat Zaydan yang mencium pipi nya, sampai membuat wanita itu terus tersenyum dengan tangan yang terus mengusap bekas kecupan kekasih hati nya itu.
__ADS_1
"Zaydan."Gumam Irma dengan bibir yang terus tersenyum.
Beberapa menit melaju di bawah langit malam jalanan Ibu kota.Akhir nya Irma sampai di apartemen yang di huni nya.
"Kalian!"Kata Irma ketika melihat empat pekerja nya duduk di depan pintu apartemen nya.
"Ibu!"Semua nya pun berdiri ketika Irma datang.
"Sudah lama?"Tanya Irma.
"Tiga puluh menit mah lebih bu."Sahut Nur sambil cengengesan.
–Ceklek...
"Ayo masuk! kita nonton drakor."Kata Irma sambil tersenyum ke arah Sri,Fina,Nur dan Siti.
Ke lima prempuan itu masuk bersamaan ke dalam apartemen milik Irma.
Irma memang bos disini, tapi ia sudah memganggap semua yang bekerja pada dirinya adalah adik nya sendiri,telebih dia hanya hidup sendiri dan tidak punya siapa-siapa.
Semua orang yang berada di sana lansung mendudukan diri di sofa depan tv.
Berbeda dengan Irma yang masuk ke dalam kamar untuk segera membersih kan diri.
Rasa sungkan tidak ada lagi pada mereka, seperti adik yang menyayangi kaka nya, beberapa orang berbagi tugas untuk membuat makanan dan minuman dingin.
Smart tv nya sudah menyala, mulai mengotak-atik agar segera tersambung dengan aplikasi film dengan berbagai gendre dan judul.
Meja di depan tv sudah di penuhi makanan dan minum yang ke empat nya sudah siap kan.
"Waw! udah siap aja nih."Kata Irma yang baru saja keluar dengan lilitan handuk di atas kepala nya.
"Sini bu!"Sri menepuk sofa kosong di samping nya."Film nya sudah di mulai."Cicit Sri.
Irma mengangguk, lalu duduk di tengah-tengah para gadis belia.
"Ibu tadi abis dari ulang tahun ya?!"Tanya Fina.
"Hah?"Irma tidak mengerti apa yang di maksud Fina.
"Tadi ada mantan bos ibu, minta alamat kata nya mau undang ke ulang tahun anak nya."Nur membantu menjelas kan.
"Oh itu! iya tadi saya mampir sebentar."Ucap nya berbohong.
"Tapi tadi pagi pas baru buka ada ka Zaydan nyariin ibu tapi kita nggak kasih alamat nya ko! tenanga aja."Jelas Sri.
"Udah ah, kita nonton dulu yah."Ujar Irma yang terus fokus menatap ke depan.
Film bergendre horror pun di mulai, semua mata pun sudah fokus ke depan dan mencerna setiap scene yang di putar.
__ADS_1
...TBC🍀🍀🍀...
...Follow, like, vote, dan komen jangan lupa🤧....