
Malam hari nya di kediaman Ataya, suasana terlihat cukup ramai, dengan ada nya beberapa orang yang sedang mendekorasi rumah milik nya.
Namun yang membuat nya sangat kesal malam ini adalah, ia di buat seperti security yang terus menerus mengawasi Zaydan yang beberapa kali berusaha memasuki kamar tamu yang di tempati Irma.
"Umur nya udah duapuluh sembilan tahun, tapi tengil nya kenapa nggak hilang-hilang?!"Ataya menggerutu, wajah nya terlihat kesal ketika melihat Zaydan yang tidak kunjung pergi dan terus duduk di samping kamar tamu.
"Teteh nggak ngantuk? masuk aja terus tidur!"Usul Zaydan.
"Lo masuk ke kamar?! atau gw bangunin ayah sama bunda!"Ancam Ataya.
Melihat Ataya yang sudah kesal, Zaydan malah terus tersenyum.
"Anjay! bahasanya udah elo-gue!"Ledek Zaydan.
Mata Ataya mendelik, lalu berjalan ke arah Zaydan.
TOK..TOK..
"Irma, pintu nya di kunci yah! ada singa lapar yang terus diem di depan pintu kamar kamu."Cicit Ataya.
"Iya teh."Sahut Irma di dalam sana.
Ataya menatap Zaydan, lalu menjulur kan lidah nya.
"Tidur dulu yah! babay."Tangan Ataya melambai, lalu pergi meninggal kan Zaydan.
Melihat Ataya yang sudah memasuki kamar nya, Zaydan kembali berusaha menemui Irma.
—Jegreg..
Pintu di kunci!
"Sayang buka dulu dong kunci nya!"
TOK..TOK..TOK..
__ADS_1
"Za udah malem! kesiangan nanti acara nya nggak berjalan lancar lo!"Sahut Irma sedikit berteriak.
"Iya..iya! aku masuk kamar kalo gitu."Zaydan pun berjalan ke arah kamar nya dengan raut wajah masam.
^
^
...–Bissmillahirrohmanirrohim–...
...Ananda Zaydan Putra Adnan, saya nikah dan kawin kan engkau, dengan Dara Irma Atma Putri Bin Surya Atma Putra dengan mas kawin berupa cincin sepuluh gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai....
...–Saya terima, nikah dan kawin nya Dara Irma Atma Putri Bin Surya Atma Putra almarhum, dengan mas kawin tersebut tunai–...
Mata Zaydan pun berkaca-kaca setelah mengucap kan janji suci nya.Begitu pun Aisyah dan Hardian yang terlihat menangis bahagia.
"Bagai mana para saksi?"Tanya penghulu sambil menoleh kepada Ibra dan Hardian.
Sah!
Sah!
Setelah selesai mengucap kan ijab kobul nya dengan sangat lancar, akhir nya Irma datang bersama Ataya yang mendampingi nya, membawa gadis itu kepada Zaydan yang masih duduk di kursi berhadapan dengan penghulu juga ayah dan kaka ipar nya.
Bibir Zaydan pun terlihat selalu tersenyum, dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia.
Irma terus berjalan pelan bersama Ataya, gadis yang sudah resmi menjadi istrinya kini terlihat sangat cantik dengan pakaian serba putih dan penutup kepala.
Zaydan langsung berdiri ketika Irma sudah berada di dekat nya, hingga kedua nya berhadapan lalu tangan Zaydan di letakan di atas kepala tepat ubun-ubun Irma.
...—ALLAHUMMA INNI AS'ALUKA MIN KHAIRIHA KHAIRI MA JABALTAHA'ALAIHI WA A'DZUBIKA MIN SYARRIHA WA SYARRI MA JABALTAHA'ALAIHI—...
...^Dan aku berlindung kepadaMu , dari kejelekan nya.Dan kejelekan yang engkau tetapkan atas dirinya, semoga pernikahan ini selalu di guyur kebahagiaan^Aamiin....
__ADS_1
Setelah selesai mengucap kan doa, Zaydan lansung mencium kening Irma.
–Cup.
Kedua mata nya saling memandang, lalu saling berbalas senyuman bahagia.
"Cincin nya boleh di pakai kan!"Tutur penghuku kepada Zaydan.
Zaydan mrngangguk, lalu membawa kotak cincin nya dan mulai menyemat kan nya di jari manis Irma.
Mata Zaydan tak henti nya menatap wanita yang sudah resmi menjadi istrinya itu.
Setelah Zaydan memasang kan cincin di jari manis nya, kini Irma yang menyemat kan cincin di jari manis Zaydan, lalu mencium punggung pria yang sudah halal bagi nya.
Rangkaian acara berjalan sangat lancar, setiap doa pun terucap dari para tamu yang hanya di hadiri keluarga dekat saja.
"Selamat ya, semoga menjadi keluarga yang samawa."Ucap para tamu.
Begitu pun dengan Ataya dan Aisyah, kedua wanita itu selalu menangis ketika mengucap kan setiap pesan untuk Irma dan Zaydan yang sudah mulai memasuki kehidupan yang sesungguh nya.
"Jangan tengil loh sama istrinya!!"Ucap Ataya sambil menangis.
"Tengil nya sama teteh aja, yang lain mah enggk."Sahut Zaydan.
—Plak..
"Belegug!"Ataya kesal.
"Selamat ya sayang! bunda mau minta cucu tambahan lo ini."Ujar Aisyah yang kini sedang memeluk Irma.
"Iya bunda, doa in aja biar cepet di kasih."Jawab Irma malu-malu.
__ADS_1
...Bersambung......
...Jangan lupa like, vote, komen, follow dan share....