Happily Ever After

Happily Ever After
Selingkuhan.


__ADS_3

—Srhhhht


Irma menarik gorden nya ke arah sudut ruangan, menyisakan tirai tipis berwarna putih yang masih membentang di kaca besar kamar nya.


Rambut nya masih di cepol tinggi, dengan kaos rumahan yang kedodoran di padukan dengan celana pendek, kini wanita itu sedang sibuk membersih kan setiap ruangan.


Untuk saja Sri dan Nur sudah membantu mencuci piring! jadi Irma hanya perlu menyapu dan ngepel saja pagi hari ini.


DRTTT...DRETT..DRRTTT


Ponsel milik nya yang berada di atas nakas bergetar.


"Siapa pagi-pagi gini?!"Gumam Irma lalu berjalan ke arah nakas yang berada di samping tempat tidur.


"Zaydan!"Cicit Irma pelan lalu menggeser tombol hijau ke atas.


–Iya?!


📞 : Wa'alaikumusalam..


–Iya, assalamu'alaikum! kenapa?


📞 : Kamu lagi apa?


–Lagi beresin apartemen, kenapa?


📞 :Nanti kamu kesini kan?! Bunda baru aja pulang.


–Ini masih jam setengah enam Za!


📞 :Aku kan bilang nanti, bukan sekarang.


–Iya gimana nanti aja yah.


📞 :Beliin aku bubur ayam Bandung yah!


Belum sempat menjawab Zaydan sudah terlebih dulu memutus kan sambungan telepon nya bersama Irma.


"Dasar anak tengil, jiwa iseng nya nggak hilang-hilang dari dulu!"Irma kembali meletakan ponsel nya di atas nakas sambil tersenyum.


"Eh! aku ini masuk kategori selingkuhan nya nggak sih?"Gumam Irma pada dirinya."Nggak apa-apalah egois sekali ini aja ko nggak sering."Ucap nya kembali lalu bergegas menyelesai kan pekerjaan nya yang tertunda.


Raut wajah nya sangat berbinar pagi hari ini, bagai mana tidak, Irma baru saja mendapat panggilan telepon dari pria yang sudah sepuluh tahun ini mengisi hati nya.


Setiap inci ruangan pun tidak luput dari sentuhan sapu yang sedang di genggamnya.


Hingga sekitar setengah jam, apartemen Irma pun sudah terlihar rapi,bersih dan wangi.


Langkah kaki Irma lansung berangsur masuk kedalam kamar mandi,segera melakukan ritual pagi nya untuk segera membersih ka diri.


Satu-persatu pakaian yang di kenakan nya terlepas,lalu di masukan nya kedalam keranjang berisi pakaian kotor.


Gemercik air shower yang mengucur tepat di atas kepala nya sudah jelas terdengar, melangkah sedikit menjauh untuk segera mengenakan shampoo dengan wangi strawberry di kepala nya.


Dua puluh menit berlalu,kini wanita itu keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk di badan dan kepala nya.


......................


"Pak bubur spesial nya satu yah!"Pesan Irma kepada penjual bubur ayam setelah mengantri cukup panjang.


"Berapa neng?"Tanya nya.

__ADS_1


"Dua aja pak."Jelas Irma.


Penjual bubur pun mengangguk, lalu mulai menata setiap bubur ke dalam kotak steropom dengan isian yang cukup banyak.


Ada cakwe, ati-ampela, kuning telur ayam kampung dan tentu nya suiran ayam goreng yang terlihat menggiur kan.


"Jadi berapa pak?"Tanya Irma.


"Empat puluh ribu neng!"Balas nya sambil memberikan platik bening berisikan dua porsi bubur ayam yang Zaydan pesan.


Setelah melakukan pembayaran Irma pun segera kembali ke dalam mobil nya, tidak lupa ia mengirim pesan menanyakan ada siapa saja yang menunggu nya.


TING..


Notifikasi pesan masuk.


–Bunda sama ayah baru aja pulang! nanti gantian mama Zio yang kesini, tapi nanti siang! sekarang aku sendirian.


Irma kembali meletakan ponsel nya kedalam tas, lalu mulai melaju kan mobil nya perlahan.


Suasana pagi ini sedikit ramai,hingga Irma terjebak beberapa menik ke macetan sebelum ia berbelok masuk kedalam parkiran rumah sakit.


–Dreukk...


Pintu mobil Irma terbuka, lalu keluar dengan menenteng tas dan kantor bubur ayam pesanan Zaydan.


Dengan Rambut sebahu berwarna coklat tergerai,sedikit polesan makeup dan baju hitam berpadu celana jeasn lightblue, membuat Irma telihat sangat cantik pagi hari ini.


TOK..TOK..


–Ceklek...


"Za?!"Panggil Irma.


Tatapan kedua nya lansung bertemu ketika Zaydan menatap ke arah nya sambil tersenyum.


"Masuk! kenapa ngintip di situ!"Titah Zaydan sambil tersenyum lebar.


Mendapat perintah dari sang pemilik kamar, Irma pun lansung masuk dan berjalan menghampiri Zaydan.


"Ini bubur nya, mau makan sekarang apa tahun depan?"Tanya Irma serius.


Zaydan menoleh ke arah Irma yang berada duduk tidak jauh di samping nya, menatap lekat gadis pujaan nya yang terlihat cantik sekali hari ini.


"Za?"Irma melambai kan tangan nya tepat di depan wajah Zaydan.


"Za? aku tahu aku cantik tapi nggak usah natap aku kaya gitu!"Tutur Irma pelan,lalu mengalih kan pandangan nya dan mulai menyiap kan bubur untuk sarapan pria di samping nya.


"Kamu ke rumah sakit aja cantik nya!! masyaallah."Kata Zaydan.


"Di rumah sakit nya kan ada kamu, jadi harus cantik."Jelas Irma lalu memberikan suapan pertama untuk Zaydan.


"Pantesan hati aku tetap kekeuh sama kamu,umur tiga satu aja masih secantik ini!"Ucap nya sambil menggeleng kan kepala.


Mulut Zaydan mulai terbuka, menerima setiap suapan yang Irma berikan, namun mata nya terus menatap Irma, tidak pernah berpaling sedikit pun.


"Iya aku macarin brondong umur dua sembilan,entah prestasi atau ah entahlah."Ujar nya.


"Sayang!"Panggil Zaydan.


"Hahh?"Irma lansung menagap Zaydan dengan raut wajah gugup nya.

__ADS_1


"Kamu nggak makan.SAYANG?!"Zaydan mengulangi perkataan nya.


"Ma-makan ko makan, habis kamu tapi."Sahut nya tergagap-gagap.


"Kenapa tidak makan di satu sendok yang sama? apa kamu jijik!"Ucap Zaydan sambil terus menatap nya.


"Nggak ko Za, tapi nanti kamu nggak kenyang."Ujar Irma.


Tangan Zaydan lansung mengambil sendok yang Irma pegang, lalu memberi nya satu suapan bubur kepada Irma.


Suasana saat ini membuat dada Irma seperti di penuhi ribuan kupu-kupu yang beterbangan.


Detak jantung nya semakin berpacu, hingga gadis itu terdiam sesaat.


"Sayang!"Panggil Zaydan kembali,tangan nya sudah menyentuh bibir Irma, membersih kan sisa bubur di sudut bibir nya.


"Za, jangan kaya gini."Irma kembali memberi suapan ke pada Zaydan.


"Kenap?"


"Aku terlihat seperti selingkuhan mu kalau seperti ini."Lirih Irma.


Zaydan pun tertawa lepas,hingga kepala nya mengadah ke atas.


"Za berisik!"Tangan Irma pun menepuk lengan Zaydan pelan.


"Kita memang sedang selingkuh."Ucap Zaydan sambil terus tertawa.


"Ya, dan kalau pacar mu tahu aku akan habis! di jambak, di tampar,di cakar, bahkan bisa sampai di gundulin."Cecar Irma.


"Aku yang akan lindungin kamu, walaupun nyawa ku taruhan nya."Jelas Zaydan serius.


Lagi-lagi kedua nya kembali saling mentap, melupakan sarapan bubur yang masih tersisa sedikit lagi.


"Aku mau nikah sama kamu,apa kamu mau nikah sama aku dan menemani ku untuk segera pulih?!"Tanya Zaydan sedikit berbisik.


"Aku mau."Jawab Irma tampa ragu sedikit pun."Tapi Rani?"Irma kembali bertanya, menikah dengan Zaydan adalah ke inginan nya sejak dulu, namun ada orang yang lebih berhak yaitu Rani, kekasih yang sudah beberapa bulan ini ia pacari.


"Aku tahu ini sedikit sulit karena ada bunda di antara kita, tapi yakinlah! Rani dia tidak akan mau menikah dalam waktu dekat, apalagi dia sedang mengejar mimpi nya untuk menjadi model di tambah ke adaan ku yang seperti ini."Zaydan menjelas kan nya kepada Irma.


"Secepat nya aku akan menikahi mu, tapi untuk resepsi kita tunda sampai kaki ku sembuh."Tutur Zaydan lalu di angguki Irma.


"Baiklah, aku akan menunggu mu! tapi habis kan bubur nya dulu, aku mengantri nya cukup panjang dan perjuangan itu harus di bayar dengan kosong nya steropom ini!"Cicit Irma.


Zaydan mengangguk lalu kembali menerima suapan bubur dari Irma yang terasa sangat spesial ketika tangan itu yang memegang sendok nya.


"Aku sayang kamu, calon Ny.Zaydan."Ucap nya sedikit bersisik, lalu kedua nya tersenyum bersama, dan menikmati kebersamaan nya di pagi hari ini.


...Bersambung......


...JANGAN LUPA FOLLOW, LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA....


...



Dara Irma Atma Putri....



Rania Ghifani.

__ADS_1



Zaydan Putra Adnan.


__ADS_2