
🌿
🌿
Pagi Hari nya tepat pukul delapan di dalam kamar Zaydan, Irma sudah di sibukan dengan barang bawaan yang ia kembali kemas ke dalam tas sedang milik nya bersama Zaydan.
Sementara suaminya masih berada di bawah kucuran air shower setelah setelah selesai memakan sarapan nya.
—Klek..
Pintu kamar mandi terbuka, lalu munculah seorang pria dengan hanya mengenakan lilitan handuk di pinggang, dan rambut yang masih menitikan air sedikit acak-acakan.
"Baju aku mana?"Pinta nya kepada Irma yang sedang berdiri di tepi ranjang.
"Sebentar!"Ucap nya pelan, kemudia menarik celana denim dan kaos abu-abu lalu memberikan nya kepada Zaydan.
"Yang nyetir mobil kamu yah?"Tukas Zaydan dengan pandangan mata menatap wanita di hadapan nya.
"Iya."Sahut nya sambil terus memasukan barang-barang milik nya.
Selesai berkemas dan bersiap-siap, akhirnya Irma dan Zaydan keluarkamar dengan tas sedang yang di bawa Zaydan.
—Klek..
"Kalian jadi pulang hari ini?"Tanya Aisyah Aisyah yang duduk di sofa bersama Hardian.
"Iya bun, banyak kerjaan di toko jadi harus cepet pulang."Sahut Irma.
"Baru lima hari loh!"Tukas Hardian.
"Lain kali kesini lagi, sama dede bayi pasti nya."Timpal Zaydan.
Hardian mengangguk sambil tersenyum ke arah Zaydan dan Irma.
__ADS_1
"Kalo gitu kami pulang dulu.Ayah,...bunda."Pamit Irma, kemudian mencium tangan kedua nya.
"Hati-hati bawa mobil nya Za!"Timpal Aisyah pada Zaydan.
"Yang bawa Irma, Zaydan suka tiba-tiba mgantuk."Sahut Zaydan.
Zaydan berjalan terlebih dulu, membawa tas milik nya ke arah kursi penumpang di belakang untuk menyimpan nya.
—Brugh...
"kita berangkat, assalamu'alaikum?!"Ucap Irma kepada ke dua mertua nya yang berdiri di teras.
"Hati-hati!"Aisyah melambaikan tangab nya.
Irma menutup kaca mobil perlahan, kemudian memundurkan mobil nya sampai keluar dari pekarangan rumah Zaydan.
PIM..PIM..
Irma memutar setir mobilnya, lalu melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
"Ya gini, anak-anak kita sudah besar, sudah mempunyai ke hidupan nya masing-masing."Jelas Hardian.
Aisyah tersenyum, lalu berjalan ke dalam di susul Hardian yang lansung menutup pintu rumah nya.
^
^
Jalanan kota Bandung terlihat begitu padat, sampai beberapa kali Irma terjebak ke macetan yang membuat laju Fortuner putih Zaydan perlahan memelan.
Pandangan nya melirik ke arah Zaydan, pria itu masih tersadar sambil terus menunjukan arah jalan pulang.
"Kalo ngantuk tidur aja, aku bisa pake GPS!"Sergah Irma kepada pria yang duduk di samping nya.
__ADS_1
"Nanti nyasar, banyak yang bilang kalo baru pertama kali ke bandung suka ke sasar apalagi jalanan nya di puter-puter."Kata Zaydan."Nanti kalo udah masuk toll baru aku tidur!"Jelas nya kembali.
"Iya deh iya."Jawab Irma tampa mengalihkan pandangan nya.
^
^
Fortuner putih yang di kemudikan Irma terus melaju dengan kecepatan cukup tinggi.Suasan di dalam mobil hening, wanita itu hanya di temani suara musik yang di putar nya dengan volume kecil.
"Ini yang hamil siapa sih?!"Gumam Irma setelah melirik pria yang terlelap dengan mulut yang sudah terbuka.
Hampir tiga jam Irma mengemudi sendiri, akhirnya mobil yang ia tumpangi sudah sampai di basemant aparteman milik Zaydan yang sekarang sudah menjadi tempat tinggal nya.
"Za sampe!"Panggil Irma.
"Za,...udah sampe ayo bangun! nggak mungkin aku gendong kamu sampe lantai sembilan!"Rengek Irma.
Irma mendengus kesal ketika Zaydan tidak terganggu sedikit pun, sampai ide jahil nya mulai terpikir kan.
PIMMM!!!!...
"Apa? kenapa? hati-hati dong bawa mobil nya sayang!"Zaydan terkejut, mata nya merah dengan nafas yang menderu-deru akibat debaran di jantung nya karena kaget.
"Bangun! ini kenapa sih jadi kebo banget?"
"Ya ini gara-gara kamu hamil!"Zaydan membela diri.
"Kamu yang hamilin aku!"Cicit Irma sambil mendelikan mata."Cepetan turun, kunci mobil nya dan bawa tas."Titah Irma kemudia keluar terlebih dulu, meninggal kan Zaydan yang masih memgumpulkan ke sadaran nya.
Iya juga, gw yang hamilin Irma yah! gumam nya pelan.
...TBC🌻🌻🌻...
__ADS_1
...Hayo nanti kalo kupon vote nya cair, jangan lupa oke.....