Happily Ever After

Happily Ever After
Luna bergosip.


__ADS_3

^


^


Sore hari nya di ruko bakmie milik keluarga Hardian.Suasana nya tampak ramai dengan pengunjug yang tak henti nya datang.


Seluruh karyawan terlihat sangat sibuk, begitu pun dengan Ataya yang sedang berada di tempat sambil menjaga meja kasir.


"Mama, Aluna pengen pulang!"Rengek putri kecil nya yang sedari pulang sekolah ikut bersama dirinya, sementara Zio yang lansung di bawa pulang Ibra.


"Sebentar lagi kita tutup, tunggu yah!"Jelas Ataya sambil membungkukan tubuh nya ke arah Luna.


"Aluna cape, kangen kaka sama papah."Ucap nya kembali dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat lelah.


"Sebentar lagi yah, main sama aunty Tania dulu gih, mama mau beres-beres dulu uang."Tukas nya tampa mengalih kan pandangan.


Tania yang tengah duduk tidak jauh dari meja kasir pun tersenyum, lalu mengulur kan tangan nya untuk mengajak Aluna bermain.


"Ayo, aunty antar main ke atas."Jelas nya sambil tersenyum.


Aluna mengangguk dengan senyum malu, kemudian meraih telapak tangan Tania dan segera berjalan menuju lantai atas di mana semua jenis mainan untuk anak-anak tersedia.


Kedua nya terus berjalan pelan, menaiki setiap anak tangga dengan penuh hati-hati.


"Aluna mau main apa?"Tania bertanya.


"Pasir-pasiran boleh?"Anak kecil itu mendongkak, menatap wajah Tania untuk segera mendapat jawaban.


"Boleh."Jawab nya lalu tersenyum manis.


Sementara itu di lantai bawah, Ataya masih di sibukan dengan uang yang sedangan ia rapih kan, di temani dengan ballpoint dan buku berukuran besar.


"Bu,... pintu nya saya tutup setengah yah, udah sold out semua soal nya."Tutur Rizal salah sayu karyawan nya.


"Iya tutup aja, kita tinggal nungguin yang masih makan di tempat kan?"Tanya Ataya.


"Iya bu, ada empat orang lagi di atas!"Jelas nya, lalu di anghuki Ataya.


Tiga puluh menit berlalu, semua pekerjaan Ataya selesai.Dengan cepat Ataya merapih kan meja kasir dan memasukan semua barang bawaan nya ke dalam tas kecil yang selalu Ataya bawa.


"Ade,... ayo pulang nak!"Ataya berjalan ke arah tangga, lalu berteriak untuk memanggil putri bungsu nya.


"Iya mah."Suara kecil itu menyaut.


"Hati-hati de!"Sergah nya ketika melihat Aluna yang sedang berjalan menuruni tangga dengan senyuman yang terus terukir.


"Papa udah jeput mah?"Tanya nya.


"Tidak, mama kan bawa mobil."Ataya tersenyum.


Aluna mendengus, lalu bibir nya cemberut.


"Luna kangen papah lo mah."Ucap nya pelan.


"Papah ada di rumah, kita kan mau pulang.Ya pasti ketemu papah."


Tidak ada sahutan dari Luna, anak kecil itu hanya terdiam sambil terus cemberut.

__ADS_1


"Tania, anak-anak di belakang belum pada beres.Di bantuin yah!"Pesan Ataya lalu beranjak pergi sambil menggandeng tangan kecil Aluna.


—Ceklek...


"Ayo masuk, kita cepat pulang biar cepet ketemu papah."Ujar Ataya sambil tersenyum.


"Iya mah!"Sahut nya.


Brugh..


Ataya menutup pintu mobil di sebelah luna setelah selesai memakai kan seat belt di tubuh kecil putri nya, kemudian berjalan memutari mobil dan segera menyusul masuk.


Mobil Land Range Rover putih milik Ataya yang di hadiahi Ibra untuk Ataya kini mulai melaju perlahan, berbelok ke arah jalan besar lalu memacu kecepatan nya dengan kecepatan sedang.


^


^


"Pah kita susul mamah yuk!"Ajak Zio kepada Ibra yang terus duduk di kursi kerja nya dengan layar laptop yang menyala.


"Sebentar yah, papa banyak kerjaan.Lagian mama juga pasti udah di jalan pulang."Jelas Ibra tampa mengalihkan pandangan nya.


"Ck!"Zio berdecak, lalu kembali berjalan ke arah sofa yang berada di ruan kerja Ibra.


"Sebentar lagi mama pulang ka, nggak usah ambekan!"Cicit Ibra.


"Nggk tau ah, papa mah gitu.Kaka kangen mamah ih."Raut wajah nya terlihat kesal.


"Tunggu lima menit, habis itu kita susul mamah sama ade."Ibra tersenyum.


"Ayo ka, kita jemput mamah."Ibra berdiri, lalu mulai berjalan meraih knop pintu di susul Zio dengan raut wajah masam.


Namun ketika kedua nya sampai di ruang tengah, tiba-tiba saja pintu luar terdengar di dorong besahutan dengan obrolan kecil Ataya dan Luna.


"Papah!"Luna berlari, menghambur kedalam pelukan Ibra.


"Baru saja papa mau jemput."Ucap nya, kemudian mengangkat Luna seperti anak koala.


Namun Zio hanya terdiam dengan rasa kesal kepada ayah nya.


"Kaka kenapa?"Ataya mendekat.


"Kaka sebel sama papah, kaka udah kangen mamah.Tapi di suruh nunggu lima menit, terus lima menit lagi, sampe tiga puluh menit."Adu nya kepada Ataya.


Ataya memeluk putra sulung nya sambil tersenyum.


"Mamah udah sampe, jangan cemberut."Ataya mengusap punggung Zio lembut.


"Kalian ini, kalo ade sama papah pengen ke mamah, kalo kaka sama papah pengen ke mamah juga."Cicit Ibra lalu berjalan ke arah sofa dengan Aluna yang berada di pangkuan nya.


"Emang nya kaka mau apa sih, sampe mau nyusul mamah?"Tanya Ataya sambil terus menuntun Zio agar segera menyusul duduk bersama Ibra dan Luna.


"Kangen aja!"Ucap nya pelan dengan wajah memerah karena malu.


"Luna ngapain aja, bantuin mamah nggak?"Tanya Ibra.


Gadis kecil itu menggeleng kan kepala.

__ADS_1


"Luna main sama aunty Tania, main pasir sama omongin uncle!"Cerocos nya sampai membuat kening Ataya dan Ibra menjengit.


"Ngomongin apa?"Tanya Ibra sambil menatap lekat wajah putri cantik nya.


"Emmm,... kata nya uncle kemana, kenapa nggak ke ruko.Gitu!"Sahut Luna.


Ataya tersentak, lalu mengingat perkataan Irma beberapa hari yang lalu.


Wanita mana yang nggak tahu tatapan wanita lain yang sedang jatuh cinta teh! Ataya mengingat apa yang di kata kan Irma dengang jelas.


"Terus bicara apa lagi?"Ataya mencondongkan tubuh nya agar bisa mendengar lebih jelas perkataan Luna yang duduk di sebrang nya.


"Itu aja udah!"Timpal Luna.


Ataya langsung beralih menatap Ibra, lalu menatap nya tajam hingga mata nya memincing.


"Apa?"Tanya Ibra.


"Ada berapa prempuan yang kerja di cafe?"Tanya Ataya penuh selidik.


"Banyak!"Sahut nya santai.


"Pecat semua, ganti sama cowo aja!"Cicit Ataya.


Lagi-lagi Ibra menjengit, menatap netra tajam itu yang sedang mengintimidasi nya, lalu tertawa.


"Yang di deketin suami siapa, yang kepanasan siapa?"Ujar nya sambil tertawa.


"Termasuk Tania, abang harus pecat!"Sergah nya.


"Sudah, nanti kita bahas kalo anak-anak tidur."Kata Ibra.


Ataya menghela nafas nya.


"Kaka, ade.Ayo tidur!"Ajak Ataya.


"Mah kaka mau mamam!"Pinta nya.


"Kaka belum makan?"


"Belum, papah sibuk kerja terus kan."Zio kembali mengadu.


"Ya sudah, kita makan yah."Ataya membawa Zio ke arah dapur.


"Ade udah mam?"


Luna mengangguk.


"Mau mam?"


Dengan cepat Luna menggeleng kan kepala.


"Bagus, kalau begitu kita kabur!"Cicit nya pelan, lalu memangku Luna dan berlari menuju kamar untuk menyelamat kan diri dari amukan istri cantik nya, namun tetap menyeram ketika wanita itu marah.


...TBC🌻🌻🌻...


...Jangan lupa hadiah buat othor!😂...

__ADS_1


__ADS_2