Happily Ever After

Happily Ever After
Trending topik.


__ADS_3

Siang menuju sore hari nya di kediaman Ataya.Hardian dan Aisyah sedang berkumpul di sofa ruang keluarga bersama kedua cucu nya yang baru saja pulang dari sekolah.


"Kaka sama ade mau makan nggak?"Tanya Aisyah.


Aluna dan Zio pun menggeleng kan kepala, menolak makan jika kedua nya sibuk mewarnai gambar cartoon ke sukaan nya.


"Buah?"Tawar Aisyah kembali.


"Nanti aja ya nena, abis gambar baru makan."Sahut Zio.


"Ade juga abis gambar, barengan sama kaka makan nya."Cicit Luna.


Sementara itu Hardian terus sibuk menekan tombol remot tv, mencari siaran informasi terkini tontonan abah-abah masa kini.


...📺...


Sebuah kecelakaan terjadi di persimpangan jalan melati tadi pagi,menurut saksi mata, mobil merah yang terlihat ugal-ugalan melaju dengan kecepatan tinggi, hingga tidak bisa menghindari penyebrang jalan lalu menabrak korban hingga terpental beberapa meter,nahas kedua korban ibu dan anak tewas di tempat.


Sempat menjadi kerumunan dan akan menjadi amukan masa,gadis berusia duapuluh dua tahun itu lansung di aman kan pilisi.


–Deg..


Aisyah dan Hardian menatap televisi di hadapan nya tidak percaya, apalagi ketika wajah Rani terpam-pang jelas di layar tv.


"Yah Rani!"Ucap Aisyah dengan mata yang terus menatap layar tv, namun tangan nya menggerakan yangan Hardian.


"Korban nya ibu sama anak Sd itu!!"Ucap Aisyah kembali.


Jika Aisyah terus membeo ketika melihat berita tentang Rani, Hardian justru hanya diam dengan mata terus menatap lurus kedepan.


"Aunty Rani kenapa nena?"Tanya Aluna polos.


"Nggak kenapa-kenapa sayang!"Jelas Hardian."Ayo lanjut lagi warnain si Dora nya."Titah Hardian seraya tersenyum.


^


^


"Pelan-belan bu! orang kalo lagi sakit tuh ya jalan nya lemes, ini mah tulang leher udah kaya kanebo kering, jalan nya cepet! jatoh nya kaya ondel-ondel bu! yang noleh sama badan-badan nya"Ujar Sri yang sedang berjalan di lorong apartemen.


"Saya udah pengen rebahan Sri, kamu nya yang kaya keong."Ucap Irma."Jalan tuh sat-set, sat-set! jadi cepet sampe."Cicit Irma kembali.


—Ceklek..


Irma mendorong kuat pintu apartemen nya, lalu lansung berjalan ke arah kamar dan di susul oleh Sri.


Sesampai nya di kamar Irma, Sri lansung menggantungkan tas kecil Irma bersama tas nya yang lain.

__ADS_1


"Bu ngapain?"Sri berjalan ke arah kamar mandi.


Irma yang sedang berdiri di hadapan kaca washtafel pun hanya terus melihat bayangan dirinya di pantulan cermin sambil melihat leher nya yang membiru.


"Sebener nya kanapa sih? nggak mungkin kalo kecengklak sampe kaya gitu bu?"Kedua nya saling menatap dari pantulan cermin.


"Salah bantal Sri, bukan kecengklak!"Sahut Irma pelan.


"Bohong!"Timpal nya dengan tatapan mata meruncing.


"Hah!"Irma menghela nafas nya pelan, lalu berbalik arah menghadap Sri.


"Kita ceritain di kamar aja sambil tiduran yah!, badan saya sakit semua."Irma lansung menarik tangan Sri kembali menuju kamar.



Pelahan Irma menaikin tempat tidur nya, lalu perlahan berbaring.


"Jadi kenapa? jujur deh sama Sri!"Ucap Sri sambil memakai kan selimut untuk Irma.


"Saya di cekik Sri."Lirih Irma.


"Ehhh shutttt!!"Jangan teriak-teriak.


Cicit Irma terlebih dulu, sambil menahan bibir Sri dengan tangan nya ketika melihat gadis yang sudah membuka mulut nya lebar-lebar, bersiap dengan jeritan nya yang akan membuat telinga Irma berdengin.


"Dasar bocah petakilan."Cicit Irma sambil tertawa pelan karena menahan sakit di leher nya.


"Ibu ko bisa sampe di cekik! rasa nya gimana mantap nggak?"Tutur Sri dengan mata membulat.


Irma menatap gadis di samping nya penuh kebahagiaan, sikap Sri yang sedikit bar-bar membuat Irma selalu tertawa, menghilang kan rasa sunyi di hati nya beberapa tahun belakangan ini.


"Kamu nginep ya, temenin saya!"Pinta Irma.


Sri tersenyum lalu mengangguk.


"Sekalian tinggal di sini boleh nggak? lumayan dari pada harus bayar kost!"Kata Sri.


"Canda deng, hehehe."Timpal Sri kembali.


"Sri kamu itu udah kaya adik saya, kalo mau tinggal disini saya senang karena saya nggak sendiri terus."Jelas nya.


"Ah ibu, Sri disini sampai ibu baikan aja! lagian nggak enak sama yang lain, nanti dikira nya ibu pilih kasih."Jelas Sri.


"Ibu tunggu disini, Sri ambil makanan dulu, ibu harus minum obat kan!"Sri pun beranjak pergi melangkah kan kaki nya menuju dapur.


Lemari pendingin pun Sri buka lebar-lebar, mencari bahan untuk di masak yang tidak memakan waktu lama.

__ADS_1


Bahan makanan di dalam nya cukup komplit, namun Sri hanya membawa dua butir telur ayam kampung dan juga wortel.


"Bikin omelate biar nggak lama, kasian kalo ibu kelamaan nunggu, apa lagi mau minum obat."Sri bermonolog sambil membawa beberapa alat tempur untuk memasak omelate.


Beberapa menit Sri lalui, akhir nya omelate untuk Irma sudah terhidang di piring.



KTRINGG..


Sri membawa dua gelas dari dalam laci, lalu berjalan ke arah kulkas, mengeluar kan botol berisi jus jambu biji, dan menuangkan ke dalam salah satu gelas, sementara gelas satu nya lagi Sri isi dengan air putih.


Setelah selesai, Sri membawa nampan dan meletakan semua makanan dan minuman untuk Irma di atas nya, lalu segera beranjak.


"Bu Sri bikin omelate!"Ucap nya sedikit berteriak sambil terus berjalan ke arah kamar.


"Loh, tidur!"Sri berbisik, lalu meletakan nampan yang di bawa nya di atas nakas.


Setelah meletakan nampan di atas nakas, Sri lansung duduk di tepi ranjang sambil terus melihat wajah cantik yang terlihat sangat tenang.


"Siapa sih yang berani nyentuh leher ibu sampe biru gitu? padahal ibu orang baik! tapi ko masih ada ya orang yang tega ngelakuin hal tersebut."Bisik Sri dengan mata sendu yang terus memperhatikan Irma yang sudah tertidur pulas.


Sri langsung bangkit, lalu berjalan ke arah luar kamar dan menutup pintu.


—Klek..


Sri lansung berjalan ke arah sofa, lalu menyalakan televisi agar tidak bosan saat dirinya menunggu Irma sampai terbangun dari tidur nya.


...📺...


Selamat siang pemirsa, seorang ibu dan anak tewas ketika hendak menyebrangi jalan.


Menurut saksi mata, korban tidak bisa menghindar ketika mobil berwarna merah melaju sangat kencang, nahas kedua nya terpental beberapa meter ketika mobil yang di kendarai Rania wanita duapuluh dua tahun itu menghantam kedua nya.


Sempat terjadi kerumunan dan akan menjadi amukan masa, beruntung polisi datang terlebih dulu dan lansung mengaman kan nya.


Reporter: Pak gimana sih kronologis nya?


Saksi mata:Iya mas, penyebrang jalan emang lagi rame, apalagi saat jam-jam masuk sekolah kaya gini, ibu sama anak nya mau nyebrang, eh mobil dari arah sana datang, keceng banget! ibu nya sempet mau mundur lagi, tapi nggak keburu.


"Kaya pernah liat cewe nya! tapi di mana ya?"Sri yang baru saja menyala kan tv di suguh kan tayangan yang sangat memilukan.


"Lah! yang pernah minta poto sama ibu di toko!"Cicit Sri, raut wajah nya sangat terkejut sampai mata nya membulat seperti akan keluar dari tempat nya.


...Bersambung......


...FOLLOW, LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA☺...

__ADS_1


__ADS_2