Happily Ever After

Happily Ever After
Dedek bayi.


__ADS_3

🌺


🌺


"Nah,...selesai!"Aisyah berucap, ketika Zayn sudah kembali berpakaian lengkap setelah acara mandi pagi nya.


Irma yang duduk di sofa sambil memperhatikan Aisyah pun hanya tersenyum.


"Maaf bunda, masih ngerepotin."Ujar Irma.


"Nggak sama sekali."Aisyah tersenyum, kemudian membawa Zayn dan langsung memberikan nya kepada Irma.


"Mimi cucu dulu yah! nanti baru keluar, main sama kaka Luna dan Zio."Ucap Aisyah pelan.


"Iya Nena."Sahut Irma.


Aisyah mengusap pipi Zayn lembut, kemudian segera berjalan ke arah pintu kamar yang terbuka lebar lalu menutup nya setelah wanita itu keluar.


Dengan cepat Irma membuka kancing drees tidur yang di kena kan nya, kemudian memberikan sarapan pagi nya kepada Zayn.


"Waduh! laper apa gimana ini."Sergah Irma seraya tersenyum ketika melihat Zayn yang dengan lahap nya menyesap air susu dari sang ibu.


Pandangan Irma terus menunduk, memperhatikan bayi yang sedang di peluk nya erat dengan mata kecil nya yang sudah mulai tertutup perlahan.


–Klek..


Pandangan Irma beralih, langsung melihat ke arah pintu kamar mandi, dimana Zaydan baru saja keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.


"Zayn sudah selesai?"Tanya Zaydan sambil terus berjalan ke arah di mana Irma duduk bersama anak mereka.


"Sudah Ba,...tinggal jalan-jalan nya nih yang belum."Cicit Irma menyerupai suara anak kecil.


"Jangan dulu, nanti sudah 40 hari baru boleh."Sahut Zaydan, lalu kembali berjalan menjauh setelah melihat Zayn terlebih dulu.


"Oke deh,..tapi nanti kalau sudah 40 hari. Zayn mau ikut Bubu ke toko ya Ba."Ujar Irma.


"Iya,...di anter Baba tapi yah."Jawab Zaydan dengan pandangan terus tertuju pada tumpukan pakaian bersih yang tertatara rapih di dalam lemari.


^


^

__ADS_1


Ceklek...


Zaydan menarik handle pintu, kemudian keluar bersama Irma yang berjalan di belakang nya perlahan menuju ruang keluarga.


"Zayn mana?"Tanya Hardian dengan mata yang tertuju pada Zaydan.


"Zayn tidur."Jawab nya lalu duduk di sofa bersama anggota keluarga yang lain, hal yang selalu di lakukan ketika sudah selesai sarapan pagi, semua anggota keluarga pasti akan berkumpul di ruang tengah.


"Yahhh,...padahal Luna pengen main sama dedek Zayn."Gadis kecil itu merengek, kemudian meraksek lebih mendekat ke arah Irma."Aunty Luna mau main sama adek bayi."Ucap nya manja.


Irma tersenyum.


"Sebentar lagi juga Zayn bangun kak!"Jelas Irma lalu mengusap kepala Aluna lembut.


"Iya,..sekarang kan dedek Zayn baru selesai mandi, kalau adek bayi biasa nya bobo kalau sudah mandi."Timpal Ataya.


"Iya deh,..tapi nanti Luna yang mau gendong, kaka Zio nggak boleh."Celetuk nya.


"Mah,...adek mah suka bikin kaka marah duluan."Zio mengadu.


"Nggak nanti kalian main nya berdua."Tegas Ataya.


"Nggak boleh mah,...mau adek aja."Rengek Luna kembali.


"Udah ah,..uncle mau berangkat ke Toko dulu."Ujar nya kemudian segera bangkit.


"Nggak ke Ruko?"Tanya Ibra.


"Habis dari Toko bang,..baru ke sana."Jelas nya.


"Zaydan berangkat yah,..Assalamu'alaikum!"


"Wa'alaikumusalam..."Jawab semua nya bersamaan.


Zaydan terus berjalan, di antar sang istri tercinta sampai teras seperti biasa nya.


"Berangkat dulu yah!"Zaydan berbalik, lalu tersenyum.


"Iya,..hati-hati! semua pembukuan nya ada di Sri ya sayang."Ucap nya kemudian mencium punggung tangan suaminya.


–Cup..

__ADS_1


Zaydan mencium kening Irma.


"Iya,...nanti aku langsung ke Sri aja minta buku nya, biar di periksa di Ruko aja sekalian."


Irma mengangguk.


Dreukk!


Brugh..


Vrumm,...vrummm...


Derum mesin mobil sudah terdengar, lalu murdur perlahan ke luar dari halaman rumah Ataya dan melaju dengan cepat setelah membunyikan klakson nya terlebih dulu.


Melihat mobil suaminya sudah pergi cukup jauh, Irma pun dengan cepat kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah besar kembali.


"Bunda bikinin bubur kacang hijau,..kalau mau biar Bunda ambilin."Tawar Aisyah kepada Irma.


"Nanti saja Bunda,..Irma ambil sendiri."Sahut nya sambil tersenyum."Irma ke kamar dulu, takut nya Zayn ke bangun."


Seluruh keluarga yang masih duduk di sofa ruang tengah pun mengangguk.


"Nanti kalo bangun bawa sini ya aunty!"Pinta Zio.


"Iya kaka Zio."Jawab Irma, lalu beranjak untuk segera masuk ke dalam kamar yang saat ini di tempati nya bersama Zaydan dan bayi kecil nya.


Klek..


Pintu kamar terbuka, kemudian Irma kembali menutup nya secara perlahan.


Pandangan nya langsung tertuju pada Zayn yang masih terlelap.


"Bubu mau bobo sebentar ya,..jangan bangun dulu."Irma bermonolog, lalu naik dan segera membaring kan tubuh nya di atas tempat tidur.


...Bersambung.....


...Jangan lupa like.....


...Vote setiap hari senin.....


...Dan komen tentu nya.....

__ADS_1



__ADS_2