Happily Ever After

Happily Ever After
Rahasia yang terbongkar.


__ADS_3

Tiga hari pun berlalu , kini hungungan nya bersama Rani terasa semakin hambar setela pertemuan nya kembali bersama Irma.


Seperti sore ini , kekasih dari Zaydan itu terus merengek meminta untuk bertemu , namun Zaydan menolak nya dengan alasan sedang banyak pekerjaan di usaha bakmi ayam milik ibu nya .


Padahal jelas-jelas sedari tadi pagi , Zaydan hanya bermalas-malasan di atas kasur empuk milik nya .


Tubuh nya terus berbaring di lapisi selimut tebal yang terus menggulung nya , sambil terus mengotak-atik ponsel milik nya .


" Kamu tetap satu-satu nya di hati aku Irma ," Ucap nya sambil terus menatap poto Irma yang berada di intagram yang telah Zaydan buka blokiran nya .


Ratusan pesan singkat dari Irma dulu pun bermuculan , hingga membuat notifikasi ponsel nya sangat berisik .


" Irma cariin gw ? bego banget gw , kenapa bisa macarin Rani ?! sekarang jadi makin rumit an*ing" Ucap nya lirih .


Sedang asik bermain dengan ponsel nya , tiba-tiba panggilan suara dari Aisyah pun masuk .


Assalamualaikum bundaa ...


-Wa'alaikumussalam , dimana dek ?


Di apart bund , kenapa ?


-Bunda di rumah teteh , kesini ya sekarang !


Iya bunda , Zaydan kesana sekarang .


Panggilan telepon pun terputus , dengan cepat Zaydan menyibakan selimut tebal nya , lalu beranjak menuju kamar mandi .


Suara gemercik air pun mulai terdengar , ketika Zaydan berdiri di bawah kucuran air shower sambil menggosok kepada nya dengan shampoo.


Setelah menyelesai kan ritual mandi nya , Zaydan pun keluar dengan hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang dan rambut yang basah .


Kaki nya melangkah mendekat ke arah lemari , membawa kaos dan celana jeans untuk ia kenakan saat ini .


Setelah selesai , Zaydan pun lansung pergi keluar dari apartemen nya menuju parkiran mobil .


*****


Sementara itu di kediaman Ataya , Aisyah dan Hardian kini tengah asik bermain dengan kedua cucu nya yang sudah beranjak besar .


" Kaka sama ade suka gambar yah ? nanti nena sama kake beliin buku gambar sama pensil warna nya ," Jelas Aisyah kepada Zio dan Luna yang kini asik bermain dengan krayon.


" Kaka sama ade suka berkebun juga ko nek , jadi kita mau ikut ke kebun kalo nanti ke Bandung"Sahut Zio yang juga di angguki Luna sambil tersenyum .


" Kake udah gak ke kebun , udah tua jadi gampang cape ," Ucap Hardiam .


" Kita jalan pelan-pelan kek , kalo kita cape jangan di gendong kake, tapi gendong sama uncle Za aja ," Tutur Luna , tingkah kedua nya selalu mebuat kake dan nena nya tersenyum bahagia .


Sedang asik berbincang dengan para cucu nya , Aisyah dan Hardian pun di buat terkejut dengan teriakan Zaydan yang tiba-tiba memenuhi ruang keluarga .


" Alzio ..Aluna where are youuu ?!!"Kata Zaydan , lalu dua anak yang di panggil pun berlari ke arah Zaydan dan menghambur dalam pelukan nya .


" Yang di cariin ko keponakan nya ? bunda sama ayah enggak nih ?!" Ujar Aisyah sambil tersenyum ke arah putra bungsu nya .


Zaydan pun tersenyum ke arah Aisyah , lalu berjalan mendekat dan memeluk wanita pertama yang ia cintai .


-Cup..


Zaydan mencium pipi Aisyah , lalu beralih memeluk Hardian yang juga merindukan putra bungsu nya .

__ADS_1


" Ayah sama bunda sehat kan ?" Tanya Zaydan sambil duduk di sofa ruang keluarga .


" Sehat alhamdulillah ," Jawab Aisyah .


" Gimana udah ke ruko bakmi ?" Tanya Hardian kepada Zaydan .


" Belum yah , besok paling ," Jelas nya .


Cekrek ...


Pintu ruang kerja Ibra pun terbuka , lalu munculan Ataya dan di susul Ibra di belakang nya .


" Cepet banget de ?" Tanya Ataya kepada Zayfan .


" Iya dong ,teteh sore-sore udah ngapel aja ," Ucap Zaydan dengan nada ledekan .


" Teteh bantuin abang bikin pembukuan kali ," Sahut Ataya .


" Karena lagi pada kumpul , gimana kalo kita makan di luar ," Usul Ibra .


" Iya ayok , sekalian oma sama opa nya Zio di kasih tau ," Sahut Aisyah .


Ibra pun mengangguk , lalu lansung mengabari Ruli lewat panggilan suara .


Semua orang pun bersiap , termasuk Zio , Luna dan Ataya yang kini sedang berganti baju .


Hanya Zaydan , Ibra dan Hardian yang tetap duduk di sofa .


Tiga puluh menit berlalu , akhirnya Ataya dan Aisyah keluar dari kamar bersamaan dengan Zio dan Aluna .


" Luna mau naik mobil mamah ," pinta Aluna kepada Ibra .


" Kaka mau pake mobil om ," Ucap Zio .


" Nahkan , mulai deh belum apa-apa udah mau berantem !!" Cicit Ataya kepada kedua anak nya yang sudah siap berperang mulut .


" Tapi mobil om kursi nya lebih banyak , jadi pake mobil om aja yah ?" Ibra menjelas kan perlahan kepada Aluna , hingga putri kecil nya mengangguk .


...----------------...


Satu jam berlalu , kini semua sudah berkumpul di salah satu restaurant yang berada di Jakarta.


Aisyah dan Amira sibuk berbincang sekalian bermain dengan cucu mereka .


Begitu pun dengan Hadian dan Ruli , kedua nya sibuk berbincang perihal masa-masa dulu awal persahabatan nya terjalin .


" Gilang sibuk apa lo ?" Tanya Zaydan kepada adik dari Ibra .


" Biasa , ngurusin usaha kuliner milik papah yang di bogor ," Jelas Gilang .


Semua orang pun asik berbincang , menghabis kan waktu bersama setelah sekian lama nya tidak bertemu .


" Mau berapa hari di sini jeng ?" Tanya Amira .


" Dua sampai tiga hari aja , jangan lama-lama kasian pegawai kebun kalo di tinggalin lama-lama," Sahut Aisyah .


Beberapa menit menunggu , akhir nya pesanan pun datang.


" Terimakasih mbak ," Kata Ataya setelah semua pesanan nya di letakan di atas meja .

__ADS_1


Seperti acara makan pada biasa nya , Ataya selalu terlebih dulu memantau Zio dan Aluna agar makan dengan benar .


" Mah ade kenyang ," Kata Aluna sambil memegangi perut nya .


" kaka juga kenyang mah ," Zio pun ikut berhenti makan.


" Kalo sudah , cuci tangan nya ! biar mama makan dulu ," Kata Ibra kepada putra-putri nya.


" Iya pah ," Sahut kedua nya bersamaan .


" Oke hati-hati , kaka jagain adek nya oke ," Jelas Ibra lalu di jawab anggukan oleh Zio.


Setelah anak-anak nya selesai makan , akhir nya Ataya bisa ikut makan bersama suami dan keluarga lain nya .


Mata nya hanya sesekali melirik Zio dan Aluna yang sedang bermain puzzle di area bermain anak yang di sediakan restaurant .


Acara makan pun selesai , kini semua nya sudah siap pulang , namun Zio dan Aluna masih meminta waktu untuk bermain .


" Lima menit ya mah ," Kata Zio , Ataya pun mengacung kan ibu jari tangan nya sambil tersenyum .


" Zaydan !!" Panggil seorang wanita .


Semua orang pun menoleh ke arah suara .


" Rani !!" Ucap Zaydan , pria itu lansung melirik ke arah Ibra dan Ataya ketika mendapat pandangan penuh tanya dari Aisyah dan Hardian .


" Suruh duduk Zaydan temen nya ," Kata Aisyah seraya tersenyum , namun berbeda dengan Ataya yang hanya diam sambil berpura-pura sibuk dengan ponsel nya .


" Hallo om , tante " Sapa Rani ramah .


" Hallo ," Jawab Aisyah , namun Hardian hanya mengangguk lalu menaglih kan pandangan nya kebali pada cucu-cucu nya yang sedang bermain.


" Sayang , aku pulang duluan yah ?! " Kata Rani kepada Zaydan , lalu tersenyum kepada Aisyah sebelum gadis itu pergi.


" Rani pacar kamu ?" Tanya Aisyah kepada Zaydan .


Putra bungsu nya pun terdiam , tidak menjawab pertanyaan Aisyah sama sekali.


" De ?" Aisyah terus mencari jawaban .


" Bentar lagi Zaydan putusin ," Sahut nya.


" Ya allah , udah bunda bilangin jangan kebawa pergaulan di sana ," Pekik Aisyah .


" Bun udah , kita bahas di rumah nanti," Ucap Hardian .


" Haduh Zaydan bener-bener deh !!"Cicit Aisyah kesal .


" Kaka , ade ayo pulang !!" panggil Ibra , kedua anak nya pun lansung berlari ke arah nya .


" Oma , opa sama om Gilang pulang yah " Jelas Amira pada cucu-cucu nya .


" Oke hati-hati ," Kata Zio sambil melambai kan tangan .


Setelah Amira dan Ruli undur diri terlebih dulu , akhir nya Hardian , Aisyah , Zaydan dan keluarga kecil Ibra pun berjalan ke arah mobil , untuk kembali pulang .


Bersambung ...


JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA GENGS 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2