Happily Ever After

Happily Ever After
Kunjungan.


__ADS_3

TOK..TOK..


" Assalamualaikum,"Ucap Rani pelan yang kini tengah berdiri di depan pintu rumah Ataya .


Ceklek ..


" Wa'alaikumusalam," Jawab seseorang ketika membuka kan pintu untuk Rani .


" Bunda ," Sapa kekasih dari Zaydan itu sambil mencium punggung tangan Aisyah .


Aisyah terdiam , lama ia berfikir akhir nya ia mengingat gadis di hadapan nya adalah kekasih dari putra nya .


" Ehhh...Rani yah ? ya ampun bunda sampe lupa !!"Cicit Aisyah seraya tersenyum .


" Ayok masuk nak !" Ajak Aisyah pada Rani , tangan nya membukakan pintu rumah Ataya lebih lebar agar Rani lebih leluasa .


Rani mengangguk,lalu berjalan masuk bersama Aisyah bersamaan .


"Duduk dulu , biar bunda panggilin Zaydan di taman belakang."Tutur nya lalu meninggal kan Rani .


Aisyah pun terus berjalan perlahan,menuju di mana anak dan kedua cucu nya bermain saat ini.


"Tendang lagi bola nya!!"Teriak Zaydan pada Zio.


"Ade juga mau nendang om !!"Aluna merengek kepada Zaydan kerena Zio tidak mau berbagi sama sekali.


"Udah ini Luna yang nendang oke ?!"Zaydan berkata kepada Zio, lalu di jawab angguka oleh putra pertama Ibra dan Ataya itu.


"Zaydan ! ada Rani tuh di depan."Panggil Aisyah yang lansung membuat Zaydan dan Ataya menoleh.


"Rani ?!"Tanya Zaydan.


"Iya pacar kamu itu !!"Jelas Aisyah lalu tersenyum.


Berbeda dengan Aisyah yang terlihat senang,Zaydan dan Ataya terus saling menatap tampa ekspresi sama sekali.


"Kaka , ade ! udah dulu main nya , uncle mau masuk dulu."Tutur Ataya pada kedua putra-putri nya.


Zaydan pun berjalan ke arah Aisyah,lalu melangkah kan kaki nya tepat di belakang tubuh ibu nya.


Setelah masuk,mata Zaydan lansung tertuju pada gadis dengan rambut terurai yang sedang duduk di sofa ruang tamu.


Langkah kaki Zaydan pun terus berjalan ke arah Rani,lalu duduk tepat di sofa berhadapan dengan gadis yang bersetatus kekasih nya itu.


"Ada apa Ran ?!"Tanya Zaydan.


"Aku kangen kamu lah , tadi aku ke apartemen kamu , tapi kosong ! udah aja kesini."Jelas Rani.


"Habis ini aku mau ke ruko bakmie , akhir-akhir ini aku sibuk Rani."Tutur Zaydan berbohong,jelas-jelas Zaydan sengaja menghindar.

__ADS_1


"Yaudah aku ikut,makin hari kamu tuh kaya makin ngehindar tau nggak,aku nggak suka tau hubungan kita makin merenggang !!"Kata Rani kepada laki-laki di hadapan nya.


Sedang sibuk soal hubungan nya,Aisyah datang dengan dua gelas berisi teh di pankuan nya.


"Di minum dulu."Ucap Aisyah sambil meletakan nampan di atas meja.


Zaydan yang melihat Aisyah memperlakukan Rani cukup baik hanya menatap wajah ibu nya datar.


"Terimakasih bunda ."Kata Rani lalu tersenyum.


"Sama-sama , kalau begitu bunda tinggal dulu yah !"Ucap nya ramah lalu di jawab anggukan oleh Rani.


"Kamu beneran pengen hubungan kita baik-baik aja kan ?!"Tanya Zaydan.


"Iya dong sayang,kamu tu nanya nya aneh-aneh aja."Cicit Rani.


"Kita nikah !"Kata Zaydan.


Rani tersentak,menatap Zaydan tampa arti ketika mendengan ajakan menikah dari pria di hadapan nya.


"Aku masih muda sayang,aku nggak mau nikah muda."Tegas Rani.


Jawaban Rani sudah di ketahui Zaydan,karena jauh sebelum Zaydan ingin kembali kepada Irma,ia pernah mengajak nya menikah namun gadis itu terus menolak nya.


"Tapi bunda nyuruh aku buat cepet nikah!"Jelas zaydan.


Seketika ekspresi wajah Rani pun berubah,gadis itu terlihat sangat kesal atas ajakan Zaydan kepada dirinya.


"Aku sudah dua puluh sembilan Rani ! pacaran lama-lama juga nggak baik."Kata Zaydan kembali.


"Ya tapi aku belum mau menikah Zaydan !"Cicit Rani menggebu-gebu.


"Kamu tu ngeselin tau nggak,aku mau pulang aja deh! bete aku lama-lama sama kamu."Jelas Rani lalu beranjak pergi meninggal kan Zaydan yang masih duduk di sofa ruang tamu.


Zaydan hanya terdiam dengan mata yang terus memperhatikan punggung Rani yang mulai menjauh.


Suara mesin mobil pun mulai terdengar,lalu kembali terdengar samar dan menghilang.


Zaydan kembali berjalan ke arah ruangan keluarga.


Lalu mendekat ke arah Hardian yang sedang sibuk dengan tayangan berita di televisi.


"Pacar kamu pulang ?!"Tanya Hardian tampa mengalih kan pandangan .


"Iya ."Sahut Zaydan lalu duduk di sebelah ayah nya.


Tidak lama setelah Zaydan duduk,Aisyah pun datang menghampiri Zaydan dan suaminya Hardian.


"Rani udah pulang?"Tanya Aisyah.

__ADS_1


"Udah,baru aja pulang."Sahut Zaydan.


"Kita lamar Rani gimana dek ?! pacaran mah nggak baik !"Tutur Aisyah.


"Nggak bisa bun."Kata nya dengan tatapan terus ke depan.


"Jangan bilang kamu nggak mau nikahin Rani cuma gara-gara Irma !!"Aisyah mendengus kesal.


Zaydan pun terdengar menghela nafas nya , lalu beralih menatap Aisyah.


"Bunda,nggak ada hubungan nya sama Irma.Rani emang belum mau nikah,dia masih fokus buat jadi model."Zaydan berusaha menjelas kan kepada ibunda nya.


"Jangan alesan Zaydan,poko nya nanti kita lamar Rani secepat nya."Tegas Aisyah lalu beranjak pergi meninggal kan anak dan suaminya.


Setelah kepergian Aisyah,Hardian menoleh dan menatap Zaydan yang sedang terdiam dengan pandangan kosong kedepan.


"Yang tadi itu bukan bunda kamu,dia sudah jauh berubah karena rasa sakit hati nya kepada keluarga Irma dulu."Ujar Hardian.


"Zaydan tetep mau usahain biar Irma yang jadi istri satu-satu nya Zaydan yah."Cicit Zaydan.


"Perjuangkan apa yang kamu ingin dapat kan nak,ayah dukung kamu."Hardian pun tersenyum lalu menepuk pundak anak bungsu nya.


"Ayah dukung Zaydan sama Irma ?!"Tanya Zaydan.


"Ayah nggak dukung siapa pun , tapi kamu yang nikah , masa ayah yang nentuin wanita nya!!"Gumam Hardian lalu tersenyum.


Zaydan pun tersenyum kepada Ayah nya,kedua nya memang dekat sudah seperti sahabat kala Zaydan curhat perihal masalah hati.


"Zaydan mau ke ruko dulu yah." pamit Zaydan.


"Iya , hati-hati di jalan ! jangan ngebut dan awasi para karyawan dengan benar !!"Ujar Hadian.


Zaydan pun mengangguk,lalu mencium punggung tangan ayah nya sebelum beranjak pergi.


Setelah itu , Zaydan lansung mengambil kunci mobil dan pergi berjalan ke arah garasi di mana mobil Fortuner putih milik nya terparkir.


TUIT....TUIT...


Ceklek..


Brugh...


Suara derum mobil pun terdengar,setelah beberapa detik , Zaydan pun mulai memundur kan mobil nya perlahan keluar dari halaman rumah milik kaka nya.


Bersambung.....


...Hallo para readers yang author sayangi😊bantuin author ya ! cara nya gampang ko....


...Tinggal follow , like , vote dan komen ....

__ADS_1


...Share juga biar temen-temen nya pada tau dan mau baca cerita author ini....


...Terimakasih untuk yang selalu ngikutin authtor,secara tidak lansung kalian dukung author untuk mengembang kan cerita yang author buat lebih baik lagi....


__ADS_2