Happily Ever After

Happily Ever After
Pcycopat.


__ADS_3

–BRUAKK...


Seketika pandangan Zaydan dan Irma pun beralih melihat ke arah suara bising itu berada.


"Rani!!"Cicit Irma pelan, lalu menarik lengan nya dari genggaman Zaydan.


Mata Rani terbelalak, tubuh nya seolah membeku dengan mata yang sudah berkaca-kaca ketika melihat Zaydan sedang menggenggan tangan wanita lain di hadapan nya dengan wajah yang berseri-seri.


Rani bergantian menatap Irma yang sudah berdiri dengan raut wajah yang terlihat gusar menjauh dari Zaydan.


Berbeda dengan Zaydan yang terlihat bersikap biasa saja tampa rasa bersalah sedikit pun.


"Dasar brengsek!"Teriak Rani kepada Zaydan.


Dengan kemarahan yang sudah memuncak, Rani berjalan mendekat ke arah Irma, menatap prempuan di hadapan nya tampa ekspresi.


–PLAKK...


Rani menampar Irma dengan sangat keras nya hingga meninggal kan tanda kemerahan di pipi sebelah kiri nya.


"Rania!!"Teriak Zaydan kepada Rani yang baru saja menampar Irma tampa basa-basi.


"Apa! kamu mau ngebela prempuan ini hah! bela saja bela.Ups aku lupa kau lumpuh saat ini."Ucap nya penuh hinaan dengan senyum menyeringai.


Irma hanya terdiam dengan telapak tangan menyentuh pipi yang saat ini sudah terasa panas.


Zaydan pun menatap Irma sendu, dirinya tidak tega melihat Irma saat ini, bahkan Zaydan menyesali saat ini ia tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi Irma.


"Ck.Serela mu rendah sekali Zaydan, wanita itu bahkan terlihat lebih tua dari ku!"Kini Rani melontar kan kata-kata menyakit kan untuk Irma.


"Dasar jal^ng!"Ucap nya kembali lalu menunjuk wajah Irma.


"Rania stop! hentikan dan pergi sekarang juga! sekali lagi kamu menyentuh dia, akan ku pastikan tangan mu patah."Ancam Zaydan kepada wanita yang saat ini sedang berada di dekat Irma.


"Sebelum kamu mematah kan tangan ku, aku akan terlebih dulu mematah kan leher selingkuhan mu ini Zaydan!"Rani benar-benar berubah saat ini, topeng gadis lugu nya sudah terbuka dan tersisa sifat aslinya.


Tatapan mata nya tidak bisa di artikan, seringai di bibir nya terus terpancar, hingga membuat Irma ketakutan dan teruas memundur kan tubuh nya.


Namun sayang, Irma tidak bisa menghindari tangan Rani yang sudah berada di leher nya.


"Rani lepas kan dia!"Zaydan berteriak sangat keras.


Namun Rani sudah tuli, bahkan di buta kan oleh amarah yang sudah menutupi mata nya.


"Apapun yang mengusik milik ku, dia harus enyah dari muka bumi ini!"Kata Rani kembali sambil tertawa.


"Uhuk...uhuk..."Irma sudah kehabisan nafas nya ketika tangan Rani terus menekan leher Irma dengan kedua tangan nya sangat kencang.


Bukan tampa usaha, Irma terus berusaha melepas kan cengkraman tangan Rani di leher nya namun nihil, Rani seolah mendapat kekuatan dari Iblis hingga bisa sampai sekuat itu.

__ADS_1


"Rania lepas kan dia!"Zaydan memohon, pria itu berusaha bergerak agar bisa menyelamat kan Irma.


"Cepatlah mati!"Teriak Rani kepada wanita yang berada di bawah nya.


–Brakkk...


"Rani stop!"Teriak Ataya lalu menarik Rani menjauh dari Irma yang sudah terlihat membiru dan lemas.


Sementara itu Ibra yang baru saja datang menahan Zaydan yang sudah berada di ambang ranjang.


UHUK..UHUK..UHUK..


"Apa-apaan ini?!"Ataya histeris, dirinya berusaha membuat Irma kembali tersadar dengan sedikit nemepuk-nepuk pipi nya.


Rani lansung diam menjauh,menatap Irma yang sudah hampir sekarat karena ulah nya.


"Pah panggil suster!"Teriak Ataya kepada suaminya, wanita itu sangat panik dengan ke adaan Irma saat ini, bahkan sampai tidak memperdulikan Rani yang perlahan mulai pergi meninggal kan ruangan.


Dengan gerakan cepat Ibra lansung berlari ke luar, mencari bantuan untuk segera menolong Irma yang sudah kehabisan nafas.


"Sus tolong!"Ucap Ibra yang sudah panik.


"Kenapa pak?"Suster itu pun tak kalah panik nya.


Tampa menjawab Ibra lansung kembali masuk ke dalam ruangan dan di ikuti suster yang di panggil nya.


"Ya ampun kenapa ini?"Suster tersebut lansung menghampiri Irma yang sudah lemas dengan tubuh tersandar ke ding-ding.


Dengan langkah sedikit berlari, Ibra yang sedang memangku tubuh Irma terus mengikuti suster yang sudah berada di depan nya saat ini.


"Zaydan kenapa bisa seprti ini?"Ataya menghampiri Zaydan yang sudah terlihat kacau.


"Irma sedang berada di sini bersama ku, tiba-tiba Rani datang dan kejadian nya sangat cepat sekali sampai Rani nekad untuk mencekik Irma padahal dia tidak melakukan apapun!"Jelas Zaydan dengan linangan air di sudut mata.


Mata Ataya pun melirik bungkusan sisa bubur di atas nakas.


"Teh boleh minta pinjemin kursi roda? aku mau lihat ke adaan Irma."Pinta nya.


"Nanti dulu De, kita tunggu Dokter boleh apa nggak."Jelas Ataya yang terlihat resah.


Bagai mana tidak, mata nya sudah menyaksikan adegan pencobaan pembunuhan walau nyawa Irma masih bisa di selamat kan.


"Rani kemana?"Tanya Ataya.


"Dia pergi!"Jelas Zaydan.


"Ya allah, ko ada orang kaya gitu!"Cicit Ataya laku duduk di sofa karena merasa tubuh nya sangat lemas.


Setelah mengantar Irma, kini Ibra kembali dan menyuruh Ataya yang menunggu Irma.

__ADS_1


"Sana! biar abang yang jaga Zaydan."Titah nya.


Ataya pun langsung bangkit, lalu beranjak pergi meninggal kan ruangan Zaydan sedikit tergesa-gesa.


"Apa anda keluarga nya?"Tanya Dokter setelah Ataya berada di UGD.


"Iya Dok, saya kaka nya."


"Ini kenapa bu? ko bisa sampai begini, untung saja tulang leher nya tidak sampai patah!"Jelas Dokter yang juga sangat terlihat khawatir.


Ataya lansung menatap waja Irma yang kini sudah terpasang selang oksigen di hidung nya.


Bekas tangan Rani sangat jelas terlihat, yang tadi nya memerah kini mulai terlihat membiru.


"Terjadi ke salah pahaman Dok, jadi dia di cekik pacar adik saya!"Ujar Ataya.


Dokter pun menggeleng kan kepala nya seolah tidak percaya.


"Seperti nya pelaku mempunyai penyakit mental, dan butuh Dokter yang tepat untuk menangani nya."Jelas Dokter.


"Saya permisi dulu! kalau ada apa-apa silah kan panggil petugas medis yang sedang bertugas."Pamit nya lalu beranjak pergi meninggal kan Irma dan Ataya.


Mata Ataya menatap Irma sayu, menyesali apa yang baru saja terjadi.


"Maafkan Zaydan, gara-gara dia kamu hampir saja di bunuh Rani!"Ataya mengusap telapak tangan Irma yang terbaring lemas di hadapan nya.


......................


Sementara itu, Rani terus berlari ke arah mobil nya terparkir dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat ketakutan.


–Brugh...


Pintu mobil di banting cukup kencang, lalu pergi keluar dari parkiran rumah sakit.


"Kau dalam bahaya Rani, kau dalam bahaya! sebentar lagi polisi akan datang untuk mencari dirimu."Rani terus bermonolog dengan kepanikan tingkat tinggi, hingga tampa sadar gadis itu nelajukan mobil nya sangat kencang.


Nahas di depan nya ada seoran ibu dan anak sedang berjalan menyebrangi jalan.


Rani tersadar, ia mencoba menghinda namun sayang, semua nya terlambat hingga mobil nya menyeret kedua manusia tak berdosa hingga beberapa meter.


—Ciiiiiitt


BRUAKK..


Semua orang yang berada di tempat pun lansung mengerumuni mobil merah milik Rani.


"Turun woi...turun!"Teriakan,demi teriakan Rani dengar, apa lagi beberapa kali kaca mobil nya di gedor cukup keras hingga membuat nya sangat ketakutan.


...Bersambung.......

__ADS_1


...MANA NIH FOLLOW, LIKE, VOTE, SAMA KOMEN NYA....


__ADS_2