
🌺
🌺
"Terimakasih ya!"Ucap Irma sambil tersenyum ketika memberikan sebuah bingkisan dan amplop untuk anak yatim yang di undang datang ke apartemen nya.
Mendo'a kan kandungan Irma yang kini sudah memasuki usia dua puluh delapan minggu atau tujuh bulan.
–Klek..
Zaydan menutup pintu apartemen, ketika semua tamu dan anak yatim sudah undur diri ketika acara nya selesai.
"Sayang aku ke dapur dulu."Ujar nya kepada Irma untuk segera menyusul ayah dan abang ipar nya yang sedari tadi sudah berada duduk di meja makan hanya sekedar untuk meminum kopi dan berbincang.
Irma mengangguk.
"Irma,..makan dulu nak! dari tadi kamu belum makan."Titah Aisyah yang baru saja kembali dari dapur kepada menantu nya yang sudah kembali duduk di sofa ruang tengah bersama Ataya dan Aluna putri bungsu nya.
"Masih kenyang bunda, aku sudah makan buah jambu dari tadi kan bun."Sahut Irma yang merasa perut nya masih sangat penuh.
Ya akhir-akhir ini Aisyah terlilah sangat memperhatikan Irma dari segi makanan.Wanita itu selalu bawel kalau Irma belum makan, sudah beberapa hari ibu mertua nya itu ada di Jakarta dan akan datang setiap pagi untuk membawa kan makanan untuk istri dari putra bungsu nya itu.
__ADS_1
"Belum makan nasi!"Cicit Aisyah.
"Iya nanti Irma makan bun, sekarang perut nya penuh. Kalo ade bergerak aja rasa nya nggak enak."Jawab Irma tersenyum sambil mengusap perut bulat nya yang sudah terlihat semakin membesar.
"Ya sudah, tapi nanti jangan lupa di makan yah!"Tukas Aisyah."Eh,..gimana? sudah beli perlengkapan nya belum?"Wanita itu tersenyum sumringah.
Irma menggeleng kan kepala dengan pandangan yang menunduk menatap perut nya sendiri.
"Belum bunda,..nanti saja kalau sudah delapan bulan."Jelas Irma yang langsung tersenyum.
"Aunty,..Luna mau pegang dede bayi boleh?"Pinta Luna dengan pandangan yang sesekali menatap Ataya karena takut tidak di izin kan oleh sang ibu.
"Boleh kaka Luna,..tapi ade bayi nya lagi tidur."Irma mengusap pipi Luna."Belum menendan seperti tadi lagi."Jelas nya kembali.
"Iya,..soal nya tadi di dalam sudah bermain bola."Jawab Aisyah asal.
"Ade kalo mau bayi nya terus bergerak ya nggak bisa, ini bayi beneran bukan mainan sayang!"Ataya terkekeh ketika melihat putri nya yang terus ingin bermain dengan perut Irma dengan bayi yang bergerak di dalam nya.
"Zio ikut ngopi kah?"Irma menatap Ataya.
"He'em,.."Ataya tersenyum dengan anggukan kepala.
__ADS_1
"Kalo mau istirahat sana,.. nggak usah diem disini, biasa nya bumil pengen rebahan terus."Kata Aisyah.
"Disini dulu saja bunda."Ujar nya.
"Ehh,..hasil Usg kemarin gimana?"Tanya Ataya.
"Baik teh, dia sehat dan kelamin nya masih sama.Yaitu laki-laki."Jelas Irma.
"Tapi nanti kalo beli baju, yang netral dulu saja, seperti warna kuning, coklat."Ataya berujar.
"Iya,.. biar nggak kaya pas lahiran Zio.Warna sudah pink semua, eh yang keluar malah cowok, padahal waktu itu hasil Usg tiga kali loh bilang Zio prempuan."Kata Ataya kembali.
"Semua heboh iya kan."Aisyah tertawa ketika ingatan nya tergambar jelas.
"Kapan-kapan kita cari waktu buat nyicil keperluan adek bayi yah!"Aisyah mengusap perut Irma.
"Iyan Nena."Sahut Irma.
...Guy maaf ya othor nggak sering update, nenek nya author baru saja berpulang.....
...Jadi nggak terlalu bisa fokus buat nulis, mohon maaf.....
__ADS_1
...Episode Mahila juga masih review.....