Happily Ever After

Happily Ever After
Perih.


__ADS_3

Setelah pulang , Irma pun hanya terdiam di atas sofa dengan tangan yang memeluk lutut nya .


Semua belanjaan ia diam kan begitu saja , menumpuk dalam kresek di atas meja makan yang berada di dapur .


" Apa Zaydan sudah menikah ? sepuluh tahun aku berusaha melupakan nya , tapi kenapa susah sekali ? kenapa hati ini sakit ketika melihat mereka bisa sedekat tadi ?"Wajah nya tertunduk , menenggelam kan nya di atas lutus dengan isak tangis yang mulai terdengar .


" Apa dia melupakan aku begitu saja , sedangkan sampai saat ini aku masih sulit untuk menemukan penggantinya ? bahkan dia tidak berusaha mengejar ku ketika aku menghindar !!" Lagi-lagi Irma bermonolog .


" Kenapa cinta sesakit ini ...hiks...hiks...hiks..." Irma pun terus menangis , rasa rindu nya terhadap laki-laki yang meng obrak-abrikan hati nya sepuluh tahun lalu kembali timbul setelah pertemuan sore tadi , rasa ingin menghambur dalam pelukan Zaydan pun muncul , namun ia simpan kembali mengingat ada wanita lain di antara mereka berdua .


Tok..


Tok..


Tok..


" Bu , ini Sri ," Suara ketuka dan panggilan seseorang di balik pintu mampu membuat Irma berhenti menangis .


" Iya ," Sahut Irma , tangan nya lansung menyusut air mata yang masih membasahi pipi nya lalu bergegas membuka kan pintu untuk Sri yang sudah berada di depan pintu nya .


-Cekrek...


" Ehhh , masuk Sri " Titah Irma lalu membuka pintu aprtemen nya lebar-lebar .


" I-ibu habis nangis ?" Tanya Sri sambil berjalan masuk bersamaan dengan Irma yang menutup pintu nya kembali .


" Haha.. iya Sri ! saya abis nonton drama korea , jadi gini deh baper," Dusta nya kepada Sri yang masih menatap nya penuh tanya .


" Drama apa bu ? mata ibu sampe bengkak banget ! emang sesedih itu yah ?"


" Iya saya lupa judul nya apa tadi , " Tutur Irma kepada karyawan nya .


" Duduk Sri , mau minum apa biar saya buat kan ?" Tanya Irma .


" Nanti Sri yang bikin aja bu , sekarang Sri mau ngasih ini dulu ," Jelas Irma sambil meletakan buku di atas meja .


" Ah , baiklah . Berapa pendapat kita hari ini ?" Tanya Irma seraya menduduk kan dirinya di samping Sri .


" The power of sosialmedia bu , banyak orang yang datang yang kata nya tahu dari instagram , dan hari ini sold out semua ," Kata Sri dengan tangan yang mulai merogoh tas kecil nya , lalu meletakan uang yang sudah rapi di atas meja .


" Alhamdulillah , besok kita harus datang lebih pagi dan menyiap kan semua nya," Jelas Irma lalu menghitung uang yang di berikan Sri.


" Seperti yang di usul kan Nur dan Fina bu," Sri pun tersenyum . " Saya mau coklat panas ! apa ibu mau ? akan saya buat kan ?" Tanya Sri sambil berdiri .


" Boleh , dan ambilkan beberapa cemilan di kantong kresek di atas meja makan , kita nonton bareng ," Titah Irma lalu di angguki oleh Sri yang sudah mulai berjalan ke arah dapur .


Sambil menunggu Sri membuat kan coklat panas untuk mereka berdua , Irma pun lansung menghidup kan televisi nya dan menyambung kan dengan ponsel nya .


" Nonton Ji Eun Tak seru kaya nya ," Kata Irma sambil terus mencari drama di layar ponsel nya .

__ADS_1


" Dua gelas coklat panas sudah siap," Sri pun datang lalu meletakan dua gelas berisi coklat panas di atas meja .


" Loh , Goblin ? ini mah favorite aku banget ," Ujar Sri penuh semangat.


Buk..


Buk..


Buk..


Irma menepuk sofa si samping nya , lalu tersenyum ke arah Sri .


" Ayok , film nya sudah di mulai ," Kata Irma lalu di angguki Sri .


*****


" Assalamualaikum ," Ucapa Zaydan dan juga Rani bersamaan ketika membuka pintu rumah kaka nya Ataya .


" Yeay uncle pulang , uncle pulang ," Riuh suara teriakan Aluna dan Zio pun memenuhi ruangan .


" Wa'alaikumussalam, " Sahut Ataya yang juga berjalan ke arah pintu menyambut Zaydan yang baru saja pulang dari Kanada .


" Ya ampun , mendarat jam berapa ?" Tanya Ataya kembali pada Zaydan .


" Mendarat nya tadi pukul dua pagi ," Jelas Zaydan . " Oh iya teh , ini Rani pacar aku," Tutur Zaydan yang terlihat sedikit grogi karena Ataya menatap nya penuh tanya .


" Hallo ka Ataya , aku Rani " Ucapa nya lalu tersenyum ketika gadis itu mencium punggung tangan nya .


" Aluna mau di gendong uncle ," Rengek Aluna sambil merentangkan tangan nya ke arah Zaydan , lalu dengan cepat laki-laki itu menuruti ke ingina Aluna .


-Cup..


Zaydan mencium gemas pipi Aluna .


" Ayok silah kan duduk , teteh panggil papah nya Zio dulu ," Jelas Ataya lalu beranjak pergi berjalan menuju kamar nya .


" Pah , ada Zaydan ," Ujar Ataya ketika masuk ke ruang kerja suaminya .


" Loh , udah pulang ? " Tanya Ibra .


" Iya , bawa pacar nya," Bisik Ataya di telinga Ibra yang kini masih sibuk dengan laporan di laptop nya .


Seketika pandangan Ibra pun terarah kepada Ataya yang kini tengah berdiri di samping nya .


" Pacar ? bunda gak tau dong Zaydan pulang ?" Cicit Aldrich .


" Iya kaya nya dia belum pulang ke bandung ," Jelas Ataya .


Ibra pun lansung menutup laptop yang berada di hadapab nya , lalu berjalan ke arah luar bersamaan dengan Ataya .

__ADS_1


" Zaydan ," Panggil Ibra sambil tersenyum .


" Abang apa kabar ?" Zaydan pun berdiri , berjalan mendekat ke arah Ibra lalu mencium punggung tangan nya .


" Alhamdulillah ," Sahut nya sambil duduk di samping Ataya .


" Bi Edah !!" Panggil Ataya pelan kepada asisten rumah tangga nya .


" Iya bu ," Sahut nya sambil berjalan ke arah ruang tamu .


" Bikinin teh manis anget dua yah " Titah nya lalu di jawab anggukan oleh Edah .


" Bunda tau kamu pulang ?" Tanya Ibra kepada adik dari istrinya yang kini tengah memangku putri cantik nya .


" Belum bang ," Jawab Zaydan . " Oh iyaa om lupa , ini mainan untuk kalian dari aunty Rani ," Kata Zaydan sambil memberi kan dua kotak berisi mobil-mobilan dan bonela barbie.


" Terimakasih uncel ," Ucap Aluna , namun berbeda dengan Zio yang malah terdiam sambil menatap mobil-mobil yang di berika Zaydan untuk nya .


" Kenapa ka ?" Ataya bertanya .


" Mah ini sama kaya yang di beliin aunty Irma waktu ulang tahun yang ke sembilan Zio tahun kemarin," Jelas Zio .


" Zio mengingat nya jelas , bahkan mobil-mobil itu masih di pajang di kamar nya " Gumam Ataya dalam hati ketika melihat hadiah dari Rani yang saat ini sudah berada di pangkuan Zio.


Semua orang yang berada di ruang tamu pun terdiam , mereka sibuk dengan pikiran nya masing-masing ketika kata Irma di sebut .


Begitu pun dengan Rani yang merasa tidak asing di telinga nya .


" Irma ? bukankah Zaydan memanggil wanita di supermarket tadi dengan nama itu ?" Ucap Rani dalam hati.


" Ini teh manis nya bu ," Bi Edah memecah keheningan , lalu meletakan dua gelas berisi teh manis hangat di meja .


" Terimakasih bi ," Ataya tersenyum . " Papah mau kopi ?" Ataya bertanya kepada Ibra , namun suaminya itu menggeleng kan kepala nya.


Setelah beberapa jam berkunjung di rumah kaka nya , kini Zaydan sudah berada di dalam mobil menuju rumah Rani untuk mengantar nya pulang.


" Sayang besok anter aku beli desert yuk ?" Kata Rani .


" Kamana ? besok aku masih harus ketemu abang Ibra , banyak urusan yang harus di selesainkan ," Jelas Zaydan.


" Sebentar ko , ke Dara's cake ! itu lagi viral tau , kata nya kue nya enak-enak ," Jelas Rani sambil menunjukan salah satu poto menu di toko tersebut.



" Kaya nya enak," Kata Zaydan sambil terus mengemudika mobil nya dengan kecepatan sedikit tinggi .


" Iya , makanya besok kita beli yah ," Pinta Rani lalu di angguki oleh Zaydan .


Bersambung ...

__ADS_1


Jangan lupa dukungan kalian untuk author , berupa like ,vote dan gifh.Ramai kan juga dengan komen kalian di setiap episode nya .😚🥰


__ADS_2