
Setelah keputusan esok Zaydan akan segera menikahi Irma.Kini pria itu sedang mengeluar- kan berbagai macam jurus agar Aluna memberikan Irma untuk segera pergi dengan nya, namun Aluna tetaplah si kecil keras kepala, dia tidak akan memberikan nya kalau belum puas bermain.
"Ade! om pinjem aunty nya dulu yah? sebentar ko."Rayu Zaydan kepada Luna.
"Uncle...ade bilang no ya no! nggak boleh, kita lagi main boneka, iya kan aunty?!"Luna menoleh ke arah Irma yang sedang terdiam.
"A-iyah, Luna masih mau main, jadi aunty di sini aja!"Sahut Irma, lidah Luna pun langsung mejulur ke arah Zaydan penuh ledekan.
"Gw bawa pawang nya! awas aja!"Zaydan lansung beranjak pergi meninggal kan ruangan kecil yang penuh dengan mainan.
Dengan langkah sedikit berlari, Zaydan terus mencari Ataya untuk segera membantu dirinya.
"Teh!"Panggil Zaydan.
"Bun teteh mana?"Tanya Zaydan kepada Aisyah yang sedang duduk di gazebo bersama Hardian sambil membicarakan pernikahan Zaydan yang ingin segera di laksanakan putra bungsu nya esok hari.
"Di kamar nya kali."Ujar Aisyah.
Zaydan kembali berbalik arah, terus berjalan mendekat ke arah pintu kamar Ataya.
TOK..TOK..TOK!!
"Teh?!"Panggil Zaydan sedikit berteriak.
"Teteh...!"Panggil nya lagi.
—Klek..
"Naon deui...Zaydan?!"Ataya terlihat kesal, sampai menggaruk kepala yang tidak terasa kesal.
"Mau pergi ini! Luna nggak bolehin Irma nya di bawa."Zaydan mengadu kepada pawang keponakan nya.
"Heummm.."Ataya menghela nafas."Yaudah sana!"Ataya langsung keluar dan menutup pintu kamar nya.
Ataya berjalan terlebih dulu ke arah ruang bermain anak nya.
"Ade?"Panggil Ataya.
"Iya mah?"Sahut si kecil Luna.
"Bobo siang sama mama yuk, kaka udah bobo tuh!"Ajak nya sambil tersenyum.
"Iya mah."Dengan cepat Luna bangkit dari duduk nya lalu menggandeng lengan Ataya dan jalan bersama.
"Sayang ayo!"Ajak Zaydan.
"Kemana?"Irma tersenyum jahil.
"Check in! hayu."Zaydan menarik tangan Irma.
Irma bangkit, lalu berjalan di belakang mengikuti Zaydan yang sedang terus berjalan cepat ke arah garasi mobil.
—Brugh..
Zaydan masuk ke dalam mobil bersamaan dengan Irma.
Vrummmm.
__ADS_1
Derum mobil mulai terdengar ketika Zaydan memutar kunci nya kekanan, perlahan mobil mulai mundur, lalu berjalan dengan kecepatan sedang setelah keluar dari pekarangan rumah Ataya.
Tempat pertama yang Zaydan tuju adalah toko mas, sampai mobil hitam yang di kemudikan Zaydan lansung terhenti ketika sampai di depan toko mas.
"Mau yang mana?"Zaydan melihat ke arah Irma.
Irma menatap Zaydan sesaat, lalu gersenyum dan kembali melihat-lihat cincin yang berjejer rapi di dalam kaca tepat di hadapan nya.
Lama Irma mencari, begitu oun dengan Zaydan, pria itu hanya sibuk memperhatikan Irma yang sedang fokus melihat-lihat.
"Mbak! lihat yang ini dong!"Irma menunju sebuat kota berwarna hitam denga dua cincin di dalam nya.
"Boleh ka."Ucap nya ramah kepada Irma.
Pegawai wanita tersebut langsung merogoh benda yang di tunjuk Irma, lalu mengeluarkan nya dan di letakan di hadapan Irma.
"Yang ini gimana Za?"Irma memperlihat kan nya kepada Zaydan.
Zaydan memiring kan kepala nya, menatap penuh teliti sampai pria itu pun mengangguk.
"Kalo kamu suka yang ini, aku juga suka."Zaydan berujar.
"Yang ini aja?"Irma terus menatap Zaydan.
"Iya sayang."Zaydan tersenyum dengan kedipan mata ke arah Irma.
Irma mengangguk, lalu kembali menghadap pegawai dan memberikan nya kembali.
"Yang ini ya mbak!"Kata Irma.
Zaydan bersama Irma pun bergeser, lalu duduk di bangku yang sudah di sediakan.
"Cukup nggak?"Tanya Irma kepada Zaydan.
Zaydan mengangguk, lalu memperlihat kan cincin yang sudah melingkar di jari manis nya.
"Cukup!"Kata Zaydan ketika Irma mencoba memakai cincin nya.
"Yang ini aja ka? ada tambahan lagi?"Tanya nya.
"Ini saja."Irma menjawab.
Ketiga nya lansung beranjak, berjalan ke arah meja kasir untuk segera membayar nya.
"Semuan nya tigapukuh lima juta empat ratus ribu ka!"Ujar wanita tersebut lalu di angguki Zaydan.
Tangan Zaydan lansung merogoh saku celana nya, memebuka dompet dan memberikan kartu debit kepada karyawan toko tersebut.
Setelah selesai, Irma pun kembali masuk ke dalam mobil, di susul Zaydan yang baru masuk sambil menenteng paperbag berisi cincin kawin ke dua nya.
"Kita kebutik yah!"Kata Zaydan.
"Iya. Za boleh nggak!"Irma menoleh ke arah Zaydan.
"Apa?"Zaydan melirik, lalu kembali menatap jalanan.
__ADS_1
"Baju aku yang bayar aja yah!"Pinta Irma.
Zaydan terdiam, tatapan nya terus lurus kedepan dan tangan kekar nya pun yang terus memegang setir mobil.
"Za?"Panggil Irma.
"Aku aja."Sahut nya.
"Kamu udah beli cincin, sekarang gilira aku."Ujar Irma.
"Nggak! ini semua kewajiban aku."Kata Zaydan kembali.
"Tapi Za aku juga kan punya..."
"Uang?! aku tahu itu sayang, kamu pengusaha! tapi itu uang kamu di simpan saja ya."Jelas Zaydan.
Irma kembali menyandar kan punggung nya di kursi mobil dengan pandangan yang lurus kedepan.
Beberapa menit mencari butik, akhir nya Zaydan berhenti di salah satu toko pakaian pengangin.
"Selamat siang! ada yang bisa kami bantu."Sapa para perjaga toko.
"Mbak mau cari kebaya buat besok ada nggak?"Tanya Irma.
"Ada ka, koleksi kami masih lengkap, silah kan masuk ke dalam, di sana ada bu Dea pemilik sekaligus perancang nya."Irma bersam calon suaminya pun di antar masuk.
"Selamat siang."Sapa Irma.
"Siang!"Sahut nya ramah.
"Madam, kaka nya mau cari kebaya buat besok."Ujar pegawai tersebut.
"Oh boleh, kebaya nikahan atau tunangan?"Tanya Dea pada kedua nya.
"Untuk nihan bu!"Sahut Irma.
Penilik sekaligus desainer tersebut mengangguk, lalu mulai memperlihat kan semua koleksi hasil rancangan nya.
Setelah melihat-lihat dan mencari, akhir nya Irma bersma Zayda memutus kan untuk membeli baju pengantin nya bersama Zaydan dengan warna putih.
Betapa bahagia nya Zaydan ketika mendengar Irma juga memesan jilban nya untuk ia kenakan besok.
Mudah-mudahan seterua nya sayang! gumam Zaydan dengan raut wajah bahagia.
"Cash or credit?"Tanya Dea ramah sambil berdiri di hadapan mesin kasir.
"Debit!"Zaydan lansung memberikan kartu milik nya.
"Baiklah, semua nya tujuhpuluh sembila juta, ada yang lain?"Tanya sang pemilik toko."Pin nya pak silah kan!"Dea memberikan mesin ke arah Zaydan.
"Itu saja."Jawab Irma.
"Ini barang nya, terimakasih sudah berkunjung."Irma menganguk ke arah nya lalu segera beranjak.
"Terimakasih juga madam."Ucap Irma sebelum menyusul Zaydan yang sudah terlebih dulu keluar.
...Bersambung......
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE, FOLLOW, VITE, KOMEN DAN SHARE YA GUYS....