
^
^
"Puter balik!"Pinta Irma dengan suara pelan namun terdengar sangat menakut kan.
"Sayang jangan, kasian anak kita."
"Puter balik!"Cicit Irma kembali.
"Nggak baik ibu hamil marah-marah."Zaydan berusaha menenang kan Irma yang sudah terlihat naik pitam.
"Puter balik ya puter balik! mumpung masih deket ini, nggak usah sok kasian kalo bukti nya bawa cewe lain masuk juga ke mobil kamu."Sergah Irma.
Zaydan mengeha nafas nya, kemudia menuruti apa yang istrinya kata kan.Kini Fortuner putih itu kembali berbalik arah, melaju ke arah ruko bakmi nya dengan kecepatan sedang.
"Sayang tunggu!"Namun Irma seolah sudah tuli, wanita itu keluar dengan cepat dari mobil, dengan dua barang milik Tania yang tertinggal di mobil suaminya.
–Bruggh...
Irma membanting pintu mobil Zaydan sangat kencang, kemudia berjalan ke arah ruko dengan langkah besar nya.
–Brakk!!..
Irma menggebrak meja, sambil meletakan benda yang di bawa nya.
"Mana pemilik barang ini!"Ucap Irma dingin.
Ataya yang sedang duduk di meja kasir pun tersentak, sampai dirinya berdiri dan berusaha menghampiri adik ipar nya.
"Hey ada apa?"Ataya mencoba menenang kan.
"Siapa pemilik barang ini! datang kehadapan saya sekarang juga!"Tegas Irma kembali.
Pandangan Ataya melirik kesana kemari, mencari sosok yang adik ipar nya maksud dengan raut wajah yang sudah terlihat pucat karena baru kali ini Irma memperlihat kan taring nya.
"Sayang sudah!"Zaydan meraih lengan Irma.
"Tania!"Irma berteriak.
Gadis yang Irma panggil pun muncul dari arah pintu belakang dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat ketakukan.
"I-iya bu?"Sahut Tania.
"Kamu masih terus berusaha mendekati suami saya!"Suara Irma memelan, namun tatapan nya tetap sangat tajam dan menyeram kan.
"Coba jelas kan, apa saja yang pernah kalian lakukan? dan berapa kali kamu minta di antar suami saya?!"Sergah Irma dengan kedua tangan yang di lipat di atas dada nya.
"Sayang sudah, tidak ada apa-apa di antara aku dengan Tania, dia hanya meminta di antar sekali saja waktu kemarin itupun karena hujan!"Zaydan terus nerusaha membuat api amarah dari istrinya memadam.
"Diam! aku nggak tanya kamu."Timpal Irma yang terus menatap prempuan di hadapan nya yang sudah menunduk.
"Irma ayo duduk, tenang kan dirimu!"Ataya kembali meraih lengan Irma.
Namun Irma tak bergeming, wanita itu hanya terus menatap lawan bicara yang sedang berdiri di hadapan nya.
"Saya tanya kamu! jawab, kamu nggak bisu kan?"
"Sa-saya,..."
Irma tertawa.
"Kenapa jadi gagap tu mulut? niat kamu apa sebener nya? kamu remehin saya hah!"Irma terus berkoar-koar, untung saja ke adaan ruko masih sangat sepi, hanya ada bebepa orang yang melihat dari arah luar.
"Tania, bilang yang sebener nya, jujur saja!"Ucap Zaydan.
"Sa-saya, maaf tapi kami sudah lama menjalin hubungan ini."
__ADS_1
Deg..
Semua orang membisu, termasuk Ataya dan Zaydan yang tidak menyangka dengan jawaban Tania.
"Tutup mulut kamu Tania!"Zaydan berteriak.
"Waw, mengejut kan sekali, kalian sudah memiliki hubungan ternyata."Irma tersenyum mengejek.
"Kita bicarain baik-baik ya dek, yo duduk! jangan seperti ini, kandungan kamu masih rawan ke guguran."Ataya sudah terlihat frustasi.
"Teteh nggak denger? Tania bilang mereka sudah menjalani nya cukup lama."Cicit nya pelan dengan tatapan sendu.
"Iya kita omongin pelan-pelan yah."Pinta Ataya.
Irma menggeleng kan kepala nya.
"Nggak ada yang harus di omongin pelan-oelan teh, mereka sudah menusuk aku dari belakang."Suara Irma bergetar, namun sekuat tenaga ia menahan agar air mata nya tidak jatuh.
"Sayang Tania bohong."Zaydan berusaha meraih Irma, namun wanita itu menepis nya kasar.
"Diam!"Irma kembali berteriak.
"Apa saja yang kalian lakukan?"Tanya Irma pada Tania.
"Kami hanya,.."
"Cukup Tania! kamu ngelantur."Kini Ataya yang terlihat marah.
"Teh, biar dia berbicara terlebih dulu."Pinta Irma.
"Jangan salah kan cinta kami bu, cinta kita tidak salah."Gadis itu mulai menangis.
"Wah,...wah,..ada yang berbicara tentang cinta! cinta seperti apa yang kamu maksud?."Irma menyeringai.
"Tania lancang kamu!"Zaydan menunjuk Tania.
"Sudah berapa lama Tania?!"Tanya Irma penuh penekanan.
"Su-sudah hampir tiga bulan."
Deg..
Irma merasakan sesak di dada nya.
"Owh lumayan lah yah."Kata Irma.
"Dia berbohong sayang!"Sergah Zaydan.
"Pak, jangan seperti itu."Rengek Tania sambil memandang pria yang berdiri di samping Irma.
Ke adaan semakin tidak terkendali, Ataya yang merasa takut dan khawatir dengan ke adaan Irma pun langsung melakukan panggilan telpon kepada suamunya Ibra.
—Pah, cepat datang ke ruko! Tania bikin ulah.
[Ulah apa?]
—Cepat, biarin kaka sama ade di jemput mbak.
[Iya, sekarang aku kesana.]
"Sudah cukup aku diam! aku mencurigai kamu sudah sejak lama. Mungkin ini puncak dari semua nya, silahkan lanjut kan hubungan kalian, saya akan mendatangi pengadilan agama secepat nya."
"Irma jaga mulut kamu!"Zaydan berteriak.
"Dek, tenang! jangan meneriaki istrimu!"Ataya semakin terlihat takaruan.
"Teh kenapa Irma bawa-bawa pengadilan agama."
__ADS_1
Semua karyawan pun datang, melihat ke adaan yang sedikit membuat gaduh sampai mengubdang beberapa orang untuk melihat ke kacauan ini.
"Seperti nya kamu belum mengenal saya Tania, sampai kemu selalu menatap saya rendah dan meremeh kan saya hanya karena umur ku lebih tua dua tahun dari suamiku."Irma mendekat.
"Perkenal kan, saya Dara Irma Atma Putri.Seorang pengusaha sukses yang terlihat lemah tapi maaf, itu tidak sesuai ekspetasi mu, aku bisa lebih jahat dari ini, tapi aku tidak mau melakukan nya, aku bisa saja menjambak, menampar atau mencekik mu seperti apa yang dulu kekasih suami saya lakukan kepada saya."Irma menggeram dengan nafas yang sudah tersengal.
"Selesai kan masalah kalian, saya pamit!"Irma segera berbalik arah, namun Zaydan mencekal nya.
"Jangan begini sayang."Zaydan memohon.
"Kecurigaan aku benar Za, seorang wanita akan tahu wanita lain yang sedang jatuh cinta, bahkan ketika dulu aku mengatakan nya, kamu malah berbalik marah kepada ku, untuk apa? jelas untuk menutupi hubungan kalian dan melindungi Tania, aku tahu dia jauh lebih muda, tapi setidak nya jangan dengan seorang karyawan, carilah yang lebih dari aku dalam segala hal, kamu merendah kan ku dengan mencintai wanita yang bahkan jauh lebih di bawah ku."Jelas Irma panjang lebar, amarah nya terlihat sudah mereda, hanya terlihat rasa kecewa yang amat besar dari tatapan nya.
"Aku tidak memiliki hubungan apapun, apa lagi mencintai nya, dia sedang berusaha menghancurkan kita sayang, mengertilah aku tidak mungkin sebiadab itu, berselingkuh ketika istri ku sedang hamil."
"Aku pulang, jangan mencari ku, biarkan aku tenang dulu."Setelah itu Irma pegi begitu saja, meninggal kan Zaydan dan semua orang yang masih terlihat syok.
Dengan cepat Zaydan berlari, berusaha mengejar istrinya, namun sayang, langkah Irma telalu cepat sampai wanita itu terlebih dulu masuk ke dalam taxi.
"Irma,...sayang!"Zaydan berteriak.
^
^
"Ada apa?"Tanya Ibra yang baru saja datang.
Dahi nya menjengit ketika melihat tempat usaha nya sudah dengan ke adaan tutup.
"Papah nggak dengerin kata aku, aku bilang pecat Tania, dan lihat! sekarang anak itu membuat ke kacauan."Tutur Ataya yang terlihat masih menyimpan amarah.
Ibra menoleh ke arah Tania, gadis itu sedang duduk dan menundukan kepala nya, lalu beralih menatap Zaydan yang juga terdiam dengan kedua tangan yang terus meremas rambut nya dengan raut wajah yang terlihat frustasi.
"Ada apa? coba jelas kan terlbih dulu!"Ibra duduk di samping Ataya.
Ataya menghirup oksigen dalam-dalam, lalu menghembus kan nya kasar.Perlahan Ataya menjelaskan setiap kejadian yang baru saja terjadi, sampai membuat Irma naik pitam dan memutus kan pergi terlebih dulu, bahkan Ataya melarang Zaydan pergi sebelum menyelesai kan masalah nya terlebih dulu.
"Kenapa kau berbuat seperti itu?"Tanya Ibra yang langsung membuat nya ciut.
Tania diam.
"Maksud kamu apa dengan melakukan semua kekacauan ini? apa tujuan mu dan apa untung nya bagi mu menghancurkan rumah tangga orang lain?"
Lagi-lagi Tania diam.
"Saya tuntut kami atas pencemaran nama baik!"Tegas Ibra.
Tania mendongkak.
"Jangan pak,..jangan."Tania mulai terlihat menangis.
"Maafkan saya."Ucap nya."Saya hanya ingin memperjuang kan cinta saya."Jelas Tania.
"Tapi dengan cara menghancurkan rumah tangga orang lain itu salah."Sergah Ataya.
"Jadi kamu sama adik saya ada hubungan atau tidak."Cecar Ataya.
"Tidak ada, hanya saya yang mencintai pak Zaydan."
"Pulanglah, nanti gajih dan pesangon nya saya tranfer, persiap kan dirimu, siapa tau istri Zaydan menuntut mu juga."Ucap Ibra tampa basa-basi.
"Hari ini kalian libur, bungkus semua bakmie dan berikan kepada orang yang membutuh kan."Titah Ibra kepada para karyawan nya.
"Siap pak."
"Mam, ayo pulang.Kita jemput Zio dan Luna, dan kamu dek, cari Irma jangan sampai dia melewati ini sendirian, apalagi dia sedang hamil."Ibra berujar kemudian di angguki Zaydan.
...TBC🌻🌻🌻...
__ADS_1
...Jangan lupa! hadiah buat othor dongs......