
"Kake pulang, kake pulang!"Ucap kedua cucu nya ketika Hardian muncul di balik pintu.
Tubuh Hardian kembali berbalik setelahmenutup pintu rumah Ataya kembali, melihat ke arah zio dan Luna yang sudah berdiri sambil sedikit berjingkrak saking senang nya.
"Kake pergi sebentar! kenapa kaya yang kake pergi lama?"Tanya Hardian sambil tertawa.
"Main bola yuk ke, uncle nya sakit jadi nggak mau temenin kaka main bola!"Rengek Zio kepada kake nya.
Hardian memgangguk, lalu berjalan sesuai arahan Zio dan Luna yang menarik kedua tangan nya.
"Nah ayah datang tu!"Ataya yang sedang duduk di sofa tv menoleh ke arah Hardian yang sedang di tarik oleh kedua putra-putri nya.
"Syukur kalo kalian sudah sampai, Zaydan di mana?"Tanya Hardian."Kaka sama ade mau kan nunggu sebentar? kake mau ngobrol sama uncle dulu! boleh tunggu sama papah duku kan?"Tanya Hardian perlahan.
Zio dan Aluna pun mengangguk, dan berjalam ke arah ruang kerja Ibra, lalu kedua nya hilang di balik pintu.
"Teteh panggilin Zaydan dulu!"Ataya langsung bangkit dari duduk nya, lalu berjalan ke arah kamar belakang yang Zio tempati.
"Sama bunda sekalian teh!"Titah Hardian kembali sedikit berteriak.
Sesaat Ataya berhenti dan menoleh, lalu menganggukan kepala dan kembali berjalan.
TOK..TOK..
"De? ayah panggil tuh!"Kata Ataya sambil menempelkan mulut nya di pintu kamar Zaydan.
"Iya!"Sahut nya.
—Ceklek..
Ataya melihat Zaydan yang sedang berusaha bangun dengan menggunakan kruk.
"Bisa jalan sendiri kan?"Tanya Ataya yang kini sedang memegangi lengan Zaydan.
Adik laki-laki nya itu mengangguk."Zaydan bisa pelan ko teh, ini mah cuma masih kagok aja."Jelas Zaydan.
Kedua nya jeluar dari kamar beriringan, lalu tangan Ataya terlepas dan segera menuju kamar yang di tempati Aisyah.
Klek..
Sebelum Ataya sampai, ternyata Aisyah sudah keluar dari kamar nya.
__ADS_1
"Kenapa teh?"Tanya Aisyah sambil terus berjalan mendekat ke arah nya.
"Itu di panggil ayah!"Ujar Ataya.
"Oh udah pulang yah?"Ataya mengangguk, lalu kedua nya terus berjalan menuju ruang tengah dimana Hardian menunggu nya.
"Baru saja datang, lansung manggil bunda sama Zaydan."Jawab Ataya dan lansung di angguki Aisyah.
Aisyah terus berjalan beriringan dengan Ataya, hingga dirinya sampai di ruang keluarga, ia melihat Hardian yang sudah mulai berbicara serius kepada Zaydan.
"Jadi kenapa yah? gimana keputusan nya?!"Tanya Aisyah lalu duduk di sofa kosong tepat di samping suaminya.
"Pak Sutomo meminta maaf kepada kita, terutama kepada Zaydan karena tidak bisa melanjutkan pertungan antara Rani dan Zaydan, kata pak Sutomo, ancaman hukum untuk Rani sekitar tujuh sampai delapan tahun, tapi itu juga nggak pasti soal nya belum ketuk palu."Jelas Hardian.
Zaydan diam sambil terus mendengar kan ayah nya yang sedang membicarakan hubungan dirinya bersama Rani.
"Zaydan nggak apa-apa kan tunangan nya batal?!"Cicit Aisyah menatap ke arah Zaydan.
"Zaydan nggak apa-apa kok bunda, awal Rani tahu kaki Zaydan patah aja udah kaya nggak mau, kita emang sama-sama nggak bakalan bisa buat bersatu, tapi mungkin emang gini cara nya."Kata Zaydan."Dari awal aja Rani kan emang belum siap nikah, tiba-tiba ayah sama bunda datang ke rumah nya, jadi Rani di paksa juga buat mau! hubungan yang di paksa nggak bakalan bener, entah cepat atau lambat pasti pisah juga."Zaydan menjelas kan semua yang sudah lama di pendam nya sendiri.
Aisyah menuduk, dirinya sedang malu dengan ke egoisan nya sendiri, jelas-jelas Rani dan Zaydan selalu menolak, tapi dirinya tetap kekeuh untuk menyatukan kedua nya.
Sesaat ke adaan menjadi hening, ketika Zaydan mengeluar kan isi hati nya, termasuk Aisyah yang terus menundukan kepala nya.
"Kalo Zaydan sih mau nya bunda bisa nerima Irma, toh dulu cuma salah paham sama mentingin ego aja.Irma sampe berantem sama ibu nya karena bela Zaydan, tapi kita malah benci sama Irma."Kata Zaydan.
Aisyah masih tetap diam, hingga membuat Ataya langsung menatap Zaydan dan ayah nya bergantian.
"Kalo niat kamu emang baik, kita tunggu kaki kamu pulih, setelah itu baru kita bicarakan ini kepada Irma."Sahut Hardian.
"Tapi bunda kaya nya masih belum mau terima Irma! Zaydan nggak mau berontak bun sama bunda, jadi kalau Zaydan sama Irma masih nggak dapet restu nya bunda, ya sudah! biar Zaydan seperti ini selama nya, nggak usah nyuruh nikah."Zaydan kembali berbicara.
Aisyah pun memandang ke arah Zaydan, mata nya sudah memerah, terlihat seperti sudah menagis.
"Kalo ade emang mau sama Irma, sok bawa aja kesini ketemu bunda."Jelas Aisyah.
"Zaydan udah nyuruh kesini bunda, tapi Irma bilang nggak enak sama bunda! Zaydan tau Irma bukan nggak enak sama bunda, tapi Irma takut kita berantem, ibu sama anak nggak akur Irma selalu mikirin aku bunda, dia selalu bilang kalau Zaydan harus nurut sama bunda, walau suatu saat nanti bunda juga mau jodohin Zaydan sama pilihan bunda bukan sama Irma."Zaydan kembali mengutara kan isi hati nya.
Kini Hardian menatap Aisyah, mencari jawaban tentang hubungan Zaydan bersama Irma.
"Jadi gimana?"Hardian menyentuh bahu istrinya.
__ADS_1
"Iya maafin bunda, bunda tau ini salah bunda, kamu kecelakaan aja udah salah bunda."Akhir nya tangis Aisyah pecah."Bunda selalu mgerasa bersalah, terutama sama Irma, tiap malem bunda inget raut wajah Irma saat datang kesini terus bunda cuekin, bunda juga udah mau terima, tapi kan tiba-tiba Rani datang bilang sama bund dia pacar kamu."Jelas Aisyah sambil2 tersedu-sedu.
"Sudah nggak usah menyalah kan diri sendiri, Zaydan kecelakaan emang udah musibah, kita perbaiki semua yang sudah be rubah dan di luar jalur, ayah harap bunda bisa jadi kaya istri ayah yang dulu, sabar, nggak dendaman, dengerin keluhan anak-anak nya!"Tutur Hardian.
"Bunda tahu bunda berubah, sikap Zaydan juga jadi ikut berubah, setelah bunda masih kekeuh maksa Zaydan sama Rani, Zaydan jadi kaya ngehindar sama bunda, nggak pernah cerita apa-apa lagi sama bunda, bunda tahu ini salah bunda! jadi bunda mau minta maaf."Lirih nya sambil terus menangis.
Zaydan tersenyum, wanita yang dulu sangat di kenal nya kini kembali.
"Bunda?"Panggil Zaydan tersenyum sambil merentang kan kedua tangan nya.
"Zaydan belum bisa jalan, bunda mau nggak jalan kesini terus peluk Zaydan?"Pinta nya kembali.
Aisyah pun tersenyum, menyusut sisa air mata nya yang masih bercucuran, lalu berangsur mendekat dan memeluk putra bungsu nya.
Ataya yang melihat Zaydan dan ibu nya berpelukan sambil saling meminta maaf, membuat nya semakin terharu hingga meniti kan air mata.
"Teteh juga mau di peluk!"Cicit nya lalu memeluk Zaydan dan Aisyah yang sedang berpelukan.
Hardian hanya terdiam saling menatap lurus kedepan, melihat anak dan istrinya yang sedang melepas kan semua beban yang sudah lama di simpan oleh Aisyah dan Zaydan.
"Ayah pergi! pecuma nggak ada yang meluk."Hardian beranjak pergi, berjalan ke arah ruang kerja Ibra untuk memanggil cucu nya kembali.
"Kaka...ade!! ayo kita main peluk-pelukan."Panggil nya sedikit berteriak.
–Klek..
Brakk..
Dua anak kecil itu membuka pintu cukup kasar dan membanting nya hingga membentur tembok sangat kencang.
"Ayok ke..ayo!!"Zio dan Aluna saling tertawa.
Ibra yang menyusul kedua anak nya berdiri di ambang pintu, lalu melihat Ataya, Zaydan dan ibu mertua nya sedang berpelukan sambil tertawa penuh haru.
"Wih!! abang lewatin berita apa nih?!"Ucap nya sambil tersenyum ke arah tiga manusia yang sedang duduk di sofa tv dengan mata kedua wanita yang sudah telihat sembab.
Jahat nggak sih author bikin Rani masuk penjara🤧
...Bersambung......
...Follow, like, komen, dan vote nya dong!...
__ADS_1
...😚😚😚...