Happily Ever After

Happily Ever After
Sensitif


__ADS_3

Suara dering alarm yang berasal dari ponsel pun mulai terdengar nyaring.Perlahan mata Irma mengerjap, tangan nya terulur mencari keberadaan ponsel yang di simpan di atas nakas sebelah nya.


Suara alarm langsung terhenti, suasana kembali hening dengan ke adaan kamar yang terlihat remang karena hanya lampu tidur yang menyala.


Tubuh Irma berbalik, mencari keberadaan suaminya.


Namun mata Irma mendapatkan sisi tempat tidur nya yang kosong.


Zaydan tidur dimana?


Irma bangun, lalu menghela nafas nya pelan, kepala nya menunduk, sesekali Irma memgusap kepala nya yang sudah merasa pusing.


"Hah..."Irma mencoba menertral kan suasana hatinya pagi ini.


Wanita itu duduk di tepi ranjang, perlahan turun, meraih sendal sapi berbulu nya dan segera berjalan ke arah kamar mandi.


—Klek...


Pintu kamar mandi di tutup, dan terdengar di kunci dari dalam sebelum suara gemercik air terdengar.


^


^


Beberapa menit berlalu, Irma sudah menyelesai kan mandi dan kewajiban nya sebagai seorang muslim.


Suara mesin pengering rambut mulai terdengar, sampai mampu membangun kan pria yang tengah tidur di sofa ruang tengah.


—Ceklek..


Handle pintu terlihat bergerak kebawah, pintu kamar nya mulai terbuka perlahan, dan munculan seorang pria dengan wajah kantuk dan rambut acak-acakan masuk lalu berjalan terus hingga masuk ke dalam kamar mandi.


Lagi-lagi Irma menghela nafas sambil memejam kan matanya.


Dengan segera Irma mematikan hairdryer, lalu menyimpan nya kembali di laci, kemudian beranjak pergi ke arah dapur, untuk membuatkan sarapan dirinya bersama Zaydan.


Wanita dengan pakaian yang sudah terlihat rapi itu berjalan ke arah meja makan, membawa tempat roti tawar dan tidak lupa selai kacang untuk isian nya.


Irma lansung membawa pisau roti, dan mengoleskan selai kacang di atas roti nya lalu membawa nya menuju panggangan roti.


TING...


Irma membawa piring, lalu menyajikan roti bakar selai kacang unuk suaminya.Tidak lupa ia juga membawa gelas untuk mengisi nya dengan susu fullcream dingin, dan menyimpan kedua nya di atas meja makan.


Derap langkah kaki terdengar, semakin lama terdengar semakin mendekat, dan munculah Zaydan yang juga sudah terlihat rapi.


Kedua mata nya terus menatap ke arah lain, seolah tidak sanggup menatap Irma yang sedang berdiri di dekat meja makan.Melihat sarapan nya sudah siap, Zaydan lansung duduk di kursi berhadapan dengan Irma.


Ke adaan pagi ini cukup canggung, kedua nya saling terdiam dengan sarapan nya masing-masing.

__ADS_1


Tidak ada satu patah kata pun hingga kedunya selesai sarapan.Apalagi Irma, wanita itu seperti terus menghindar dan selalu meninggalkan Zaydan begitu saja, seperti saat ini, wanita itu terlebih dulu meninggalkan suaminya yang masih sibuk meminum segelas susu milik nya.


Irma yang sudah di kamar pun mulai membawa kerudung dan segera duduk di depan cermin untuk segera memekainya.


Lama Irma menatap dirinya dari pantulan cermin, hati nya terasa sesak ketika mengingat sedari malam dia tidak bertegur sapa dengan Zaydan suaminya, bagai mana tidak! ini pertama kali nya mereka perang dingin setelah lima bulan menikah.


Mungkin butuh waktu sendiri dulu! ucap nya dalam hati.


Setelah selesai, Irma langsung memasukan ponsel milik nya ke dalam tas, lalu menyambar kunci mobil dan segera bergegas.



[Kanama atuh siti? isuk keneh.]


"Mau ke mana?"Tanya Zaydan yang sudah duduk si sofe ruang tengah.


"Ng...aku mau ke apartemen dulu sebelum ke toko!"Kata Irma lalu kembali melanjutkan langkah kaki nya menuju pintu.


"Kamu menghindar?"Tanya Zaydan sedikit berteriak sampai Irma kembali menghentikan langkah nya dan berbalik menghadap Zaydan yang sudah mulai berdiri dan berjalan pelan ke arah Irma.


"Kenapa kamu menghindar!"Suara Zaydan pelan, namun tatapan nya terlihat mematikan sampai membuat detak jantung nya meningkat.


"Ng-nggak, aku mau periksa apartemen aja, udah lama nggak di tengok."Ucap Irma.


"Ini masih jam setengah enam."Jelas nya sambil menatap jam dinding.


"Ya aku tahu."Kata Irma kembali, lalu segera berbalik arah dan meraih knop pintu.


Brughh..


Zaydan mencekal pergelangan tangan istrinya, lalu menarik sampai menabrak dada nya.


"Sebenar nya apa mau mu?"Kata Zaydan sedikit berbisik.


"Nggak tahu, kamu yang mulai menjauh! dan aku akan mengikuti apa yang kamu ingin kan."Sahut Irma dengan suara rendah dan mata yang menatap manik suaminya tajam.


"Irma jangan kaya anak kecil!"


Seketika Irma tertawa, namun dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Kamu ngatain diri kamu sendiri? beberapa bulan terakhir kan kamu emang udah mulai ngulur-ngulur waktu pulang, terus tadi malem juga kamu sengaja nggak tidur sama aku."Ucap Irma.


"Akutuh cuma mau kita pulang sama-sama jam lima sore lagi! ngabisin waktu berdua, kemana ke gitu...Udah ah, aku berangkat."Ujar Irma kembali, lalu menepis cekalan tangan Zaydan lalu meraih handle pintu dan membuka nya cukup kasar.


—Brakkk..


Pintu di tutup Irma sedikit di banting, meninggal kan Zaydan yang berdiri sambil menatap ke pintu dengan tatapah sendu.


Dengan cepat Zaydan membawa ponsel dan kunci mobil nya, lalu bergegas menyusul Irma.

__ADS_1


—Ceklek..


BRAKKK!!


Langkah kaki Zaydan berlari, berusaha mengejar Irma yang sudah tidak nampak.


"Sayang!"Panggil Zaydan ketika melihat Irma yang akan segera masuk ke dalam mobil nya yang terparkir tepat di samping Fortuner milik nya.


"Naon!"Jawab nya ketus.


"Aih...baru bisa ngomong naon aja udah sombong!"Zaydan tersenyum, lalu berjalan memghampiri istrinya yang sedang merajuk.


"Kita pake mobil aku, aku libur, kamu juga harus libur!"Jelas Zaydan."Kita ke rumah Zio, seperti nya kamu butuh hiburan atau sedikit nasihat dari teteh."Zaydan kembali berujar.


"Dih.Kamu yang harus di nasehatin!"Irma mendelikan mata.


TUIT..


TUIT..


—Dreukk...


"Ayo!"Zaydan meraih tangan Irma, lalu menuntun nya untuk segera masuk.


Dukk!!


Irma menendang kaki Zaydan.


"Aduh!! nanti kalo patah kamu nangis lagi!"Cicit nya sambil meringis.


"Bodo amat! lu macem-mecem, bukan cuma kaki yang gw patahin."Raut wajah nya berubah, dengan mata yang sudah melotot sampai membuat Zaydan bergidik ngeri.


Ka sambet sesepuh ie mah! yakin.


—Brughh...


Zaydan menutup pintu mobil di samping Irma, lalu berjalan memutari mobil dan segera masuk lalu duduk di kursi kemudi.


Wanita di samping nya terdiam, dengan bibir yang terus-menerus cemberut.


"Apa mau sesuatu dulu, sebelum ke rumah Zio?"Tanya Zaydan pelan, sambil melajukan mobil nya.


"Nggak ada, udah deh! nggak usah banyak ngomong, eneg banget denger nya."Jawab nya ketus.


"O..ongkey.."Kata Zaydan.


...Bersambung......


...🌻🌻🌻...

__ADS_1


...Jangan lupa! like, vote, komen, kopi, mawah, tips nya dongs.....


__ADS_2