Happily Ever After

Happily Ever After
Berbagi Ibu.


__ADS_3

🥀


🥀


Dunia nya berhenti berputar, hati nya terasa remuk, pikiran nya berkecamuk, entah apa dan bagai mana Irma sekarang, wanita itu hanya ingin menangis, namun dengan sekuat tenaga Irma tahan, bagaimana pun akal sehat nya masih bisa berfungsi dengan baik, ia sangat malu kalau harus menangis di dalam taxi dan di saksikan oleh orang asing yang duduk di depan nya.


Tangan sebelah kanan Irma terus mengelus perut nya yang sudah sedikit membulat, seolah tahu ke adaan ibu nya sekarang, bayi mungil itu terus terasa bergetar di dalam sana.


It's oke sayang, kita akan baik-baik saja.


[Hallo.]


–Sri tolong tutup toko yah!


[Loh, kenapa? kita baru beberapa jam buka.]


–Saya kesana sekarang, semua dessert masukin box isi enam saja, nanti bagi-bagiin yah.


[Are you oke bu Dara?]


–Tidak Sri, aku sedang tidak baik-baik saja.


[Mau mampir ke kostan aku?


–Boleh, tapi seperti nya saya ingin ke tempat yang lebih jauh, bagai mana kalo kita ke puncak, kerumah orang tua mu?


[Kita obrolin nanti kalo ibu sudah disini.]


Irma mengangguk, seolah Sri melihat nya dari kejauhan, kemudian sambungan telpon itu terputus lalu Irma menyimpan ponsel nya kembali kedalam tas.


Hampir satu jam Irma duduk di kursi mobil yang malaju dengan kecepatan sedang, memutari jalanan ibu kota Jakarta yang selalu terlihat padat dan menimbulkan kemacetan di mana-mana.


"Ini ongkos nya pak, terimakasih!"Ucap Irma kembudian mendorong pintu mobil dan segera keluar.


Dengan langkah sedikit berlari Irma langsung masuk ke dalam toko kue nya.


Terlihat Sri dan teman-teman nya sedang menyimpan kue yang mereka jual ke dalam box kecil untuk di bagikan.


"Sri ayo kita ke kostan kamu!"Titah Irma."Fina, Nur sama Siti bagiin box sama beresin toko yah?"Ujar Irma kemudian di angguki ketiga nya.


"Bawa beberapa box buat ibu atau sodara kalian, nggak apa-apa kan saya sama Sri pulang duluan?"Tanya Irma.


"Nggak apa-apa bu."Jawab Nur.


"Kunci toko di pegang yah, nanti saya kirim bonus ke rekening kalian."Jelas Irma kemudian mengangguk kearah Sri, agar segera pergi bersama nya.


Irma dan Sri segera keluar dari toko, kemudian menghampiri motor Sri yang terparkir.


"Ibu kenapa?"Tanya Sri.


"Nanti saja, saya udah pengen nangis banget ini! hayu berangkat."Cicit nya pelan sambil menahan suara nya yang sudah terdengar bergetar.


Sri mengangguk, lalu menghidup kan mesin motor nya, kemudian melaju setelah Irma duduk di kursi belakang.


Sri terus melajukan motor nya tampa banyak bertanya, beberapa kali Sri melirik kaca spion untuk melihat Irma yang duduk di belakang nya.

__ADS_1


Wanita itu menangis, tangan nya terlihat terus bergerak berusaha menghapus air mata nya.


"Ke apartemen atau ke kostan aku?"Sri berteriak.


"Ke kostan kamu saja Sri."Jawab nya.


Sri mengangguk.


^


^


–Ceklek..


Irma langsung mendorong pintu kost yang baru saja Sri buka, lalu menjatuh kan tubuh nya di atas kasur kecil, dan membenam kan wajah nya di antara celah bantal.


Suara isat tangis pun mulai terdengar pelan, Sri hanya duduk dan terdiam, memperhatikan Irma yang sedang menangis tersedu-sedu.


Lama Sri menatap tubuh Irma, kemudian bangkit untuk membawa kan segelas air hangat agar membuat wanita hamil itu sedikit tenang.


"Bu, di minum dulu!"Ucap Sri lalu meletakan gelas berisi air putih hangat di meja kecil samping tempat tidur nya.


Sesaat tangis Irma terhenti, kemudia bangkit dan meraih gelas berisi air hangat itu.


"Jangan di simpen sendiri, aku disini.Bisa cerita ke aku kalau ibu mau."Jelas Sri.


"Saya nggak tahu harus cerita dari mana!"Suara Irma pelan.


"Dari mana saja, aku tidak ingin mencari tahu, tapi hanya akan menjadi pendengar."Jawab Sri.


Irma hanya diam.


"Iya, untung saja saya nggak makan orang Sri."Irma mulai tersenyum tipis, namun masih ada sisa isak tangisan nya.


Sri langsung keluar, dengan membawa dua bungkus mie di tangan nya.


Lagi-lagi Irma kembali mengingat pernyataan Tania, bahwa gadis itu sudah memiliki hubungan istimewa dengan suaminya cukup lama.


Aku bisa memaaf kan semuanya, tapi tidak dengan perselingkuhan.


Pikiran Irma langsung membayang kan se- manis apa perlakuan Zaydan pada Tania ketika mereka sedang berdua, apalagi ketika kedua nya sedang berada di dalam mobil, apa saja yang mereka lakukan pikir nya.


"Ngggghhh,....kamu jahat Za, kamu jahat, hiks,..hiks,.."Irma kembali menangis.


Setelah meninggal kan Irma sendirian di dalam kamar, akhir nya Sri kembali setelah beberapa menit dengan nampan dan dua mangkuk berisi mie kuah ke sukaan bos kesayangan nya itu.


"Lah! malah tidur."Cicit Sri pelan, lalu meletakan nampan berisi mangkuk mie itu di lantai.


Perlahan Sri mendekat, lalu mencoba membangun kan Irma agar mengisi perut nya terlebih dulu.


"Bu!"Sri menepuk pelan lengan nya.


"Bu, mie nya sudah jadi."Panggil Sri kembali.


Namun Irma tak kunjung bangun, wanita itu terlihat lelah sampai bisa tertidur dengan ke adaan yang di lihat cukup tidak nyaman, satu kaki nya yang terlihat menjuntai ke bawah.

__ADS_1


Suara getaran di dalam tas Irma terdengar, lama Sri menatapa Irma, kemudian membawa tas kecil nya setelah merasa Irma cukup lelap dan tidak mungkin terbangun ketika Sri sedang membuka tas nya.


"Maaf bu aku lancang!"Cicit nya pelan.


"Iya Sri nggak apa-apa, kamu saya maaf kan!"Sri kembali bersuara.


Perlahan Sri membuka tas kecil itu, lalu merogoh benda pipih dan mengeluar kan nya.


"Pak Zaydan!"Gumam Sri."Wow dua ratus panggilan tidak terjawab."Sri kembali berbisik.


Panggilan dari Zaydan kembali masuk, lalu dengan hati-hati Sri menajuh dan menerima panggilan telepon dari suami bos nya itu.


–Hallo pak?


[Hallo, ini siapa? di mana istri saya?!


–Ini saya, Sri.Bu Irma sedang tidur.


[Kalian di mana?]


–Bu Irma sedang di kostan saya, jangan khawatir pak, biarkan seperti ini dulu, seperti nya ibu butuh waktu untuk menenang kan diri.


[Istri saya bercerita?]


–Tidak, ibu hanya terus menangis dan terlihat lelah.


[Baiklah terimakasih, nanti malam saya jemput dia, kirim kan saja alamat rumah mu itu.]


–Iya pak.


Setelah sambungan telepon itu terputus, Sri kembali mendekat ke arah Irma memasukan kembali benda tersebut ke dalam tas Irma.


"Bu ayo makan! aku sudah selesai."Sri sedikit berteriak.


Mata Irma mengerjap, lalu menegakan tubuh nya dan duduk di tepi kasur.


"Maaf ketiduran."Gumam nya.


"Iya sampe mie nya dingin lagi."Sri tersenyum.


"Ibu boleh tidur lagi kalau sudah makan!"Sergah Sri kembali.


Irma tesenyum.


"Terimakasih kamu sudah menjadi keluarga saya, disaat semua nya meninggal kan saya sendirian."


"Aku ada di sini, di dekat ibu."Sri tersenyum."Ibu selalu terlihat tegar, tapi semua nya pasti sulit bukan, tinggal seorang diri dan tidak ada sodara yang perduli dengan kita, samahal nya dengan aku, aku punya banyak sodara, tapi ibu ku selalu merasa susah karena mereka tidak peduli."Ucap Irma kembali.


"Kalau begitu bawa ibu mu kesini, agar kamu bisa berbagi ibu dengan saya, tenang saja saya tidak akan membuat nya susah."Irma terkekeh.


"Nanti saya coba."Sri mengangguk.


Dengan lahap nya Irma memakan mie yang di buat kan Sri, kedua nya terlihat tertawa ketika banyak sekali candaan yang terlontar antara satu sama lain.


...TBC🥀🥀🥀...

__ADS_1


...Hayoloh! othor udah berapa kali up ini??...


...Lempar kopi, kalo nggak bunga deh biar semangat.....


__ADS_2