
Sore hari tepat nya pukul lima sore acar pun sudah selesai, para tamu dan sanak saudara terdekat sudah mulai undur diri.
"Bun, Zaydan anter Irma ambil baju dulu!"Izin Zaydan kepada Aisyah dan Hardian yang sedang duduk berdampingan.
"Iya, hati-hati yah! balik sini atau ke apartemen?"Tanya Aisyah.
"Emmm..kemana aja bun! otw bikin cucu."Tutur nya tampa tahu malu.
—Plak...
"Jangan mesum deket orang tua Za!"Kata Irma.
"Tunggu sebentar, teteh lagi ngambil kado dulu!"Kata Aisyah.
Irma pun menganguk, terus berdiri sambil menunggu Ataya datang.
Beberapa detik menunggu, akhir nya Ataya berjalan menghampiri dangan menenteng paperbag bersama Luna yang berjalan di samping nya.
"Aunty main boneka yuk!"Ajak Luna antusias dengan raut wajah berbinar.
"Etttt...nggak boleh, aunty mau main bikin anak sama om!"Ucap Zaydan asal ceplos.
"Ihhh..laki-laki nggak boleh main boneka! iya kan mah?"Aluna melirik ke arah Ataya.
"Luna main sama kaka, sama papah sama nena dan kake juga yah, om sama aunty mau pulang ambil baju ganti dulu."Jelas Ataya lalu di angguki Aluna.
"Terimakasij kado nya teh, bunda! kalo begitu Irma pamit dulu."
^
^
"Bawa yang perlu-perlu aja!"Kata Zaydan kepada istrinya yang sedang memasukan beberapa pakaian ke koper nya.
"Iya Za!"Jawab Irma.
"Aku udah suami kamu loh! masih manggil nama?"Zaydan protes.
"Ya terus manggil uncle? kaya Zio sama Luna?!"Irma menjawab sambil bercanda.
"Hadeuh! nggak gitu konsep nya."Kata Zaydan.
Setelah selesai mengemasi sebagian barang-barang nya, Irma dan Zaydan pun kembali beranjak pergi menuju lobby di mana mobil Pajero hitam milik kaka nya terparkir.
"Za, kita pakai mobil aku aja! nggak enak kalo pake mobil orang terus."Irma menatap Zaydan yang sedang berjalan sambil membawa koper nya.
"Mobil aku sebentar lagi beres, tenang aja!"Sahut zaydan.
TUIT..TUIT..
—Dreuk..
"Sana duluan naik, aku masukin koper dulu."Zaydan lansung berjalan ke arah belakang dan membuka bagasi mobil nya.
Setelah setelah menyimpan koper milik istrinya, Zaydan lansung beranjak dan segera masuk ke dalam mobil.
—Brugg..
__ADS_1
Zaydan lansung menghidup kan mobil nya, lalu mulai berjalan perlahan menuju apartemeb milik nya.
"Apartemen kamu jauh ya! mata aku udah berat banget mau copotin bulu mata."Cicit Irma yang sudah terlihat lelah dengan make up tebal di wajah nya.
"Tiga puluh menit sayang."Sahut Zaydan yang terlihat serius menatap ke depan.
Irma mengangguk, lalu menyandarkan punggung nya di kursi mobil.Sesaat setelah nya rasa kantuk pun mulai datang, dan mulai menutup mata nya perlahan.
Zaydan yang sedang mengemudikan mobil pun seolah tidak sadar, pandangan nya terus lurus ke depan hingga tidak menyadari wanita di samping nya yang sudah terlelap.
Duapuluh lima menit pun berlalu, akhirnya mobil hitam yang di tumpangi sepasang pengantin baru pun tiba di basemant apartemen elit milik Zaydan.
—Clik..
"Lah! tidur dia."Gumam Zaydan ketika melepas kan seatbelt nya.
Tangan Zaydan menyentuh lengan Irma, lalu menggoyang kan nya perlahan sambil terus memanggil nya.
"Sayang!"Panggil Zaydan.
"Sayang kita sampe, lanjutin tidur nya di apartemen nyah! tapi aku nggak janji buat nggak gangguin kamu."Kata nya kembali.
Zaydan turun terlebi dulu, berjalan ke arah bagasi untuk membawa koper berukuran sedang milik istrinya.
—Klek..
—Cup..
"Bangun sayang!"Zaydan mencium pipi Irma.
Mata Irma lansung terbuka, menatap Zaydan cukup lama, lalu beranjakn keluar dari mobil.
"Nggk usah, aku berat! kamu nggak akan kuat."Kedua nya berjalan bersamaan menuju pintu lift.
^
^
TIT..TIT..TIT..TIT.
Plip..
Pintu apartemen Zaydan pun terbuka setelah menekan nomor code, Zaydan berjalan terlebih dulu, lalu di susul Irma yang terus berjalan di belakang nya.
Suasana apartemen bisa di bilang mewah, setiap funiture tertata dengan rapi dengan cat ruangan dominan warna hitam, putih, dan abu-abu.
"Welcome home my beautyfull wife."Ucap Zaydan ketika membuka pintu kamar nya.
"Kamu nggak serem apa warna apartemen kamu hitam semua!"Cicit Irma.
"Nggak!! ada yang lebih serem soal nya."Zaydan menatap Irma serius.
"Hah! apa ?"Tanya Irma terlihat panik.
"Kehilangan kamu!"Zaydan memegang dagu Irma, mengarah kan untuk menatap nya.
__ADS_1
Dengan cepat Irma menepis tangan Zaydan, segera menjauh karena ia sadar saat ini dirinya sedang dalam bahaya.
"Aku mau bersihin make up dulu, kamu mandi duluan gih."Titah Irma kepada suaminya.
Zaydan mengangguk, lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Klek..
Pintu kamar mandi tertutup rapat.
Irma duduk di sofa kamar Zaydan, membawa tas kecil milik nya yang berisi peralatan makeup.
Dengan telaten dan sangat hati-hati, Irma membuka satu-persatu bulu mata, lalu menghapus polesan make up di wajah nya.
Setelah Zaydan selesai dengan mandi nya, pria itu keluar dengan hanya mengguna kan handuk, dengan cepag Irma lansung bergegas masuk sambil membawa baju ganti ke dalam kamar mandi.
—Ceklek..
Terk!!
"Nahkan! belum apa-apa udah takut banget, padahal sama suami sendiri."Gumam Zaydan.
Zaydan membuka lemari, membawa kaos polos dan celana pendek.
Pria itu lansung memakai nya, lalu duduk di sofa kamar memandang indah nya langit senja dari ketinggian sambil menunggu Irma selesai dengan mandi nya.
Klek..
Setelah sekian lama menunggu akhir nya Irma selesai, tubuh nya sudah terlihat memakai kaos dan celana pendek ketak berwarna hitam.
Irma terus berjalan ke arah Zaydan, lalu ikut duduk bersama suami nya itu.
Zaydan tersenyum, lalu mengusap pipi Irma lembut.
"kamu lapar?"Tanya Zaydan.
Irma menggeleng kan kepala, lalu berbaring denga paha Zaydan yang menjadi tumpuan nya.
"Kenapa?"Zaydan menatap wanita di bawah nya.
"Aku lelah Za, kepala ku pusing."Jelas Irma sambil memejam kan mata nya.
Senyum Zaydan tersungging, pria itu tahu ini adalah salah satu akal-akalan Irma saja.
"Coba duduk, biar aku pijat."Titah Zaydan Irma pun menurut.
Nanun nahas, bukan nya di pijat, tapi Zaydan malah memangku tubuh kecil nya dan membawa Irma ke arah tempat tidur.
—Brugg..
"Aw!!"Irma memekik.
"Aku tahu akal bulus kamu sayang! kamu nggak akan lolos sekarang, nanti malam dan sampai pagi."Zaydan menatap nya penuh arti.
"Aku belum siap Za!"Irma terus menggeser tubuh nya, namun dengan sekali tarikan Zaydan membuat nya kembali mendekat.
Zaydan lansung mengurung Irma dengan kedua tangan nya, mengungkuk wanita yang terlihat sedang ketakutan dan gugup.
__ADS_1
"Za aku belum..?"Belum sempat berbicara Zaydan lansung membungkam mulut Irma dengan bibir nya.
Bersambung...