
🌿
🌿
Di Bandung, tepat nya pukul sembilan malam.Zaydan sudah tidur sedari tadi sore dengan sangat lelap nya.Tidak mungkin dari tadi pagi Zaydan hanya terus tertidur bukan, pria itu hanya bangun sesekali ketika lapar dan haus saja, sisa nya ia habiskan berdiam diri di bawah gulungan yang sangat hangat ketika cuaca Bandung terasa sangat dingin.
Wanita di saping nya terus bersandar di kepala ranjang, bermain game yang berada di ponsel nya ketika merasa bosan.
"Hahh!"Irma menghela nafas nya kasar, meletakan ponsel milik nya di atas nakas.
Tubuh nya terus bergeser semakin dekat, lalu menunduk untuk mendekat kan bibir nya di telinga Zaydan.
"Za?"Panggil Irma tepat di daun telinga dengan telapak tangan yang juga ikut menggoyang kan tubuh suaminya yang sedikit berotot itu.
"Zaydan?"Irma terus mengoyang kan tubuh Zaydan.
"Pih?"
"Pah?"
Zaydan masih tak bergeming.
"Baa?"
Irma terus berusaha membangun kan pria yang tertidur sangat nyenyak.
"Bii,....Aih ampun ini mah!"Irma menaikan nada suara nya.
"Hemmph."Gumam Zaydan."Papih, papah, baba apa babi nih?"Ujar nya dengan suara serak.
Irma tersenyum.
"Bangun! aku mau jalan-jalan malem.Keliling Bandung."Pinta Irma.
"Aku cape sayang, besok lagi yah?"Kata Zaydan.
"Ya ampun dari pagi, siang, sore, sampe sekarang masih bilang cape?"Gerutu Irma.
Zaydan mengerjap kan mata nya pelan, menatap lurus ke arah istrinya.
"Aduh nggak tahu deh, ko aku ngantuk mulu yah?"Zaydan terus berusaha menarik ke sadaran nya.
Namun gagal, lagi-lagi mata nya terasa berat dan lengket, sampai membuat mata Zaydan kembali tertutup rapat.
"Ish,...ampun deh gw mah, kata nya mau ajak jalan-jalan di Bandung.Kalo cuma mau tidur mah kan di Jakarta juga bisa, ngapain jauh-jauh ke Bandung!"Sergah Irma yang sudah naik pitam.
"Iya hayu, aku bangun ko! cuma mata nya aja yang susah ke buka."Gumam Zaydan.
"Bangun atau aku berangkat sendiri!"Cicit Irma kesal.
"Widih, ngancem ni anak gadis.Minta di hamilin lagi kaya nya."Mata Zaydan langsung terbuka, menata ke arah Irma tajam.
"Hamilin aja, yang repot juga kamu!"Kata Irma.
Perlahan Zaydan bngkit, mendudukan tubuh nya di tepi ranjang dengan mata yang terus tertutup.
__ADS_1
"Aduh beneran deh, ini kenapa aku ngantuk banget yah?"Tukas Zaydan pelan, kemudian berdiri dan segera berjalan menuju kamar mandi untuk menyegar kan mata nya.
Setelah beberapa detik berada di dalam kamar mandi, akhirnya Zaydan keluar dengan ke adaan wajah dan rambut yang basah.
Tetersan air dari rambut dan wajah nya terus bercucuran, hingga menambah tingkat ketampanan calon ayah muda itu dari sudut pandang istrinya.
"Sayang ayo!"Zaydan melirik ke arah Irma yang masih duduk di atas tempat tidur sambil terus menatap nya tampa berkedip.
"Sayang?"Zaydan kembali memanggil, lalu berjalan pelan untuk menghampiri.
"Hah,... iya kenapa Za?"Sergah Irma dengan sedikit terkejut.
Zaydan tersenyum, lalu duduk di tepi ranjang di sisi istrinya.
—Cup..
Zaydan mencium bibir Irma, lagi-lagi wanita itu tertegung dengan tatapan mata yang terus tertuju pada suaminya.
"Aku tahu sayang,...jangan menatap ku seperti itu, atau kita tidak akan jadi berangkat.Kita main di atas kasur aja, enak loh dingin-dingin gini."Zaydan menyeringai.
Irma tersenyum tipis, mengusap kilit pipi suaminya dengan punggung tangan.
"Maafin aku yah, akhir-akhir ini aku nyebelin.Tapi aku sayang sama kamu Za, aku nggak mau jauh-jauh dari kamu."Ucap nya dengan tatapan penuh cinta.
"Kamu kira aku nggak sayang kamu?"Tanya Zaydan."Aku sayang banget sama kamu, apalagi sekarang ada anak aku di sini."Tangan nya mengusap perut Irma.
—Cup..
Zaydan kembali mencium bibir Irma.
"Za kamu aneh!"Bisik Irma.
Zaydan terdiam.
"Iya aku aneh semenjak kamu hamil, kamu tahu sejak tadi pagi aku mau mangga muda, tapi aku malu."Zaydan tersenyum.
"Aku yang hamil, kamu yang mageran."Irma tertawa.
"Yasudah, ayo kita berangkat."Zaydan meraih tangan Irma, lalu menarik nya.
Setelah selesai memakai kerudung nya, Irma langsung beranjak keluar kamar bersama Zaydan yang berjalan di belakang nya.
—Klek..
Irma menekan handle pintu, menarik nya perlahan sampai terbuka lebar.
"Mau kemana?"Tanya Aisyah yang sedang duduk di sofa depan tv.
"Zaydan mau nyari bakso!"Sahut Irma.
"Bakso?"Dahi Aisyah menjengit.
"Iya pengen yang pedes-pedes asem bun.Ayah kemana?"Tanya Zaydan.
"Ada di kamar."Jelas Aisyah.
__ADS_1
"Bunda ikut nggak?"Tanya Irma.
"Kalian aja, bunda juga udah nganguk."Timpal Aisyah.
"Kita berangkat ya bun!"Tukas nya lalu di jawab anggukan Aisyah.
^
^
Malam semakin larut, suasana kota Bandung semakin dingin dengan angin yang berhembus cukup kencang.
Tujuan pertama kedua nya adalah bakso, Zaydan terus bergumam nikmat nya menikamti bakso pedas di malam hari.
Entahlah, ini sedikit aneh bagi Irma.Pertama suaminya itu kurang suka dengan bakso, apalagi pedas, itu sudah makanan yang tidak mungkin di makan Zaydan. Entah ngidam atau memang suasana Bandung sedang mendukung untuk memakan sesuatu yang berkuah dan panas, salah satu nya bakso dengan kuah gurih dan pedas.
Sekitar tiga pukuh menit mencari keberadaan bakso dorong, akhirnya Zaydan menemukan seorang pria tua penjual bakso tengah diam di tempat gelap menunggu pembeli.
"Bah! baso na dua."Ucap nya setelah turun dari mobil.
"Bade di kumaha jang? campur atanapi baso na hungkul?"Tanya penjual bakso tersebut.
Zaydan langsung menoleh ke arah Irma yang hanya terdiam.
"Mau campur?"Tanya Zaydan.
"Toge sayur aja sayang!"Sahut Irma.
"Bah, toge sayur duanana."Pesan Zaydan.
Pria tua itu mengangguk, lalu mulai meracik bumbu untuk kuah baso nya.
Setelah beberapa detik menunggu, akhir nya dua porsi bakso datang, bersama dengan pelengkap lain nya.
Dengan penuh semangat Zaydan langsung menambah kan beberapa sendok sambal, kemudia cuka yang juga cukup banyak.
"Uwh,... mantep!"Cicit nya dengan mata yang membulat sempurna.
Irma tak bergeming, wanita itu hanya fokus kepada semangkok bakso milik nya.
Ke inginan Irma untuk berkeliling di kota Bandung malam hari pun terlaksana.Bahkan hal yang tidak pernah ia bayang pun terjadi pula.
Mata Irma menangkap banyak nya sosok hantu yang sedang berdiri di tepi jalan, dengan berbagai kostum dan rupa.
"Sayang aku pulang aja, nggak suka aku liat mereka."Gumam Irma.
"Iya, mending liat aku kan yah?"Jelas Zaydan lalu tertawa.
Setelah Irma merasa puas dan meminta pulang akhir nya Zaydan kembali memutar balik, untuk menuju alamat rumah nya kembali.
"Makasih sayang, kita sayang kamu."Ucap Irma tersenyum dengan satu yang mengusap perut nya.
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa!...
__ADS_1
...Ya kali harus othor ingetin terus!...