
🏵
🏵
"Kaka,..ade. Nanti kalo ade bayi sudah di rumah jangan berisik ya, jangan banyak teriak, jangan berantem juga oke?!"Jelas Ataya kepada Zio dan Luna.
Kedua anak kecil itu hanya mengangguk, raut wajah yang berbinar ketika mengetahui Irma akan segera pulang bersama adik bayi mereka.
"Luna mau gendong boleh ma?"Tanya Aluna.
"Belum, sekarang adik bayi nya masih kecil! nanti kalau sudah besar boleh."Terang Ataya sambil mengulas senyuman hangat untuk putra dan putri nya.
Tidak lama setelah itu, suara mobil pun terdengar.Dengan cepat Ataya berjalan ke arah pintu luar, membuka nya lebar dan terlihat mobil Fortuner putih yang baru saja berhenti di garasi mobil rumah nya.
Senyuman Ataya mengenbang, ketika melihat Aisyah turun dari mobil sambil memangku bayi mungil yang di balut selimut tebal.
"Assalamu'alaikum Uwa."Sapa Aisyah kekada Ataya.
"Wa'alaikumusalam Zayn."Sahut Ataya yang langsung merentangkan tangan nya, bersiap memangku bayi kecil milik adik nya itu.
"Irma gimana sekarang?"Ataya menatap ke arah Irma yang sedang berjalan pelan.
"Baik teh, cuma masih ngilu aja sedikit."Jelas nya pelan.
Semua orang pun segera masuk, berjalan ke arah ruang tengah dimana Luna dan Zio berada.
"Dede bayi,...dede bayi!"Dua anak kecil itu berjingkrak dengan raut wajah sumringah ketika melihat Aisyah membawa bayi mungil di dalam pangkuan nya.
"Hey,.. jangan berisik! kata mama apa tadi?"Ataya menegur kedua nya.
Aluna dan Zio langsung diam, sambil tersenyum canggung.
"Mau lihat dede?"Aisyah berbisik sambil mendudukan diri di sofa ruang tamu bersama yang lain nya.
__ADS_1
Zio dan Luna mengangguk sambil tersenyum.
"Mau pegang boleh Nena?"Tanya Luna.
Aisyah mengangguk."Boleh!"Jawab nya dengan suara pelan.
"Irma istirahat saja di dalam gih, nanti Zayn di anter ke kamar."Titah Hardian.
"Iya istirahat yuk!"Zaydan bangkit.
Irma mengngguk, kemudian meraih telapak tangan Zaydan.
"Irma ke kamar dulu ya teh,..bunda."Ucap nya yang langsung di jawab anggukan.
Perlahan Irma melangkah kan kaki, tangan nya terus berpegangan pada Zaydan ketika merasa kepala nya sedikit merasakan pusing.
–Klek..
Zaydan membuka pintu kamar nya.
"Iya lumayan!"Sahut Irma, lalu naik ke atas tempat tidur perlahan.
"Kapan obat nya harus di minum?"Zaydan kembali bertanya sambil menarik selimut sampai pinggang Irma.
"Nanti sore."
Zaydan mengangguk, berjalan ke arah nakas meraih remaote dan mulai menghidup kan AC ketika suhu di kamar nya terasa sedikit panas.
Tidak lama Irma masuk ke dalam kamar, baby Zayn datang di antar Ataya.
"Kasian Zayn, dia di ganggu sama kaka-kaka nya terus."Ataya berujar kemudian meletakan bayi itu di samping Irma.
Irma tersenyum.
__ADS_1
"Asi sudah ada?"Tanya Ataya.
"Ada sedikit, makanya Zayn suka marah-marah."Jelas Irma.
"Nanti teteh beliin vitamin biar asi nya lancar."Kata Ataya."De, kalo Irma mau makan, ambilin aja di dapur, teteh udah masak."
"Iya nanti kalau sudah mau baru ambil teh."Jawab nya.
Ataya mengangguk."Bantuin Irma jaga Zayn, biar nggak kena babyblues."Ataya menepuk lengan adik nya.
"Heum,..sudah Dokter jelas kan tadi sebelum pulang."
"Oke, kalo gitu teteh ke luar. Kalau butuh bantuan atau apapun, panggil aja yah."Sergah nya sambil beranjak pergi meninggal kan kamar adik nya.
Zaydan memutari tempat tidur, kemudian ikut naik dan berbaring di samping Zayn yang sedang terlelap.
Wajah nya selalu terlihat bahagia, bibir yang selalu tersenyum dengan mata yang terus memperhatikan putra pertama nya.
"Aku nggak nyangka udah jadi ayah."Tukas nya dengan senyum tipis.
"Harus nyangka dong!"Gumam Irma.
"Mata nya mirip kamu."Kata Zaydan.
"Itu juga anak aku, harus ada yang mirip aku nya, jangan kamu semua."
Zaydan tertawa pelan, dengan satu jari nya terus mengusap pipi lembut milik Zayn.
Zayn Khairil Adnan.
...TBC🌺🌺🌺...
__ADS_1
...Jangan lupa!...
...Like, Vote setiap hari senin dan juga komen....