Happily Ever After

Happily Ever After
Sakit badan


__ADS_3

Sinar matahari sudah benar-benar sirna, berganti dengan terang nya rembulan dan hiasan bintang indah di sekeliling nya, lampun di kamar Zaydan pun sudah menyala dengan gorden tebal yang sudah membentang di kaca besar kamar nya.


Mata Irma mengerjap, mengumpulkan kesadaran nya yang beberapa jam lalu menghilang, lalu mulai melihat sekitar yang terlihat agak asing.


"Hah! gw di mana?"Suara Irma sedikit berteriak.


"Kamu di apartemen aku sayang!"Suara itu tiba-tiba terdengar.


Seketika Irma bangun dan melihat ke arah Zaydan yang sedang duduk di sofa sambil memanggku laptop nya.


Iya! aku lupa sekarang aku sudah menjadi istrinya Zaydan Putra Adnan, pikir nya.


"Jam berapa ini Za?"Tanya Irma sambil mengucek mata nya yang masih terasa berat.


"Jam sembilan sayang."Jelas nya.


Irma menghembus kan nafas nya perlahan, memijat bahu dan pinggang yang sudah mulai terasa sakit.


"Badan gw sakit semua."Gumam Irma.


Zaydan tersenyum, lalu menutup laptop nya dan segera menghampiri Irma.


"Ini nya di tutup! jangan bikin aku khilaf lagi sayang."Zaydan membenar kan selimut untuk menutupi bagian tubuh Irma yang terlihat.


"Eh.."Irma terlihat malu."Tolong ambilin handuk dong Za! aku mau ke kamar mandi."Pinta nya kepada pria yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Aku gendong saja."Zaydan langsung mengangkat tubuh Irma, membawa nya bersama selimut tebal nya yang masih menutupi tubuh polos Irma.

__ADS_1


"Kamu udah mandi?"Irma bertanya kepada pria yang sedang memangku tubuh nya itu.


"Sudah, aku hanya tertidur satu jam, setelah itu bangun dan melihat perkembangan saham ku."Ucap nya lalu menurun kan Irma dari pangkuan nya.


"Lagi naik apa turun?"Tanya Irma kembali.


"Naik sayang."


—Cup..


"Aku tunggu di luar yah!"Zaydan pun lansung pergi setelah mencium kening Irma.


Irma mengangguk, lalu menutup pintu kamar mandi nya dan segera melepas kan selimut tebal nya lalu berjalan ke arah bathup.


^


^


Setelah tiga puluh menit berlalu, akhirnya Irma keluar dari kamar mandi nya dengan hanya menggunakan handuk yang menutupi dada sampai paha.


Mata Zaydan langsung melihat ke arah Irma, bibir nya kembali tersenyum ketika melihat banyak bekas merah ke unguan di leher dan dada nya.


"Kenapa jalan nya seperti itu?"Tanya Zaydan ketika melihat Irma seperti tidak nyaman ketika wanita itu berjalan.


Irma yang baru saja sampai di dekat koper nya pun lansung menatap ke arah Zaydan.


"Ini semua perbuatan kamu!"Sahut nya dengan nada kesal.

__ADS_1


Zaydan tergelak, hingga kepala nya mendongkak ke atas.


"Aku tidak berbuat apa-apa."Terang nya sambil terus tertawa.


"Oh ya?"Ledek Irma, lalu wanita itu pergi menuju kamar mandi kembali sambil membawa pakaian nya.


Setelah selesai, Irma kembali dengan menggunakan daster selutut tampa tangan berjalan ke arah Zaydan dan duduk di samping nya.


"Kamu lapar? mau makan apa biar kita order?"Tanya nya sambil menatap wajah pucat tampa make up namun masih terlihat cantik, sangat cantik pastinya.


"Ada mie instan nggak? kalo ada bikin mie aja nggak usah beli, lama tau nunggu nya! aku udah laper."Irma berujar.


"Ada!"Sahut Zaydan.


Manik nya terus menatap Irma, tangan nya terulur ke arah Irma dan memainkan rambut istrinya yang terurai.


"Za! aku laper."Irma merengek.


Zaydan tersenyum, menggeser tubuh nya lebih mendekat ke arah Irma, lalu mencium bibir istrinya yang sudah menjadi candu.


—Cup..


"Ayok!"Zaydan berdiri, meraih tangan Irma lalu berjalan ke arah luar menuju dapur.


...Bersambung.....


...JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN NYA GUSY.....

__ADS_1


__ADS_2