
Setelah kepulangan Irma , kini Aisyah kembali bergabung bersama anak dan suaminya di ruang tv .
Tidak lama setelah itu , menantu dan kedua cucu nya yang baru saja datang dengan Zio dan Aluna yang masih memakai seragam merah putih menghampiri .
" Assalamualaikum ," Ucap ketiga nya bersamaan dengan kedua anak kecil yang lansung berlari menghambur kedalam pelukan Ataya .
" Waalaikumusalam," Jawab semua nya bersamaan , dengan tangan yang terulur bersiap untuk di cium oleh Zio dan Aluna.
-Cup..
Ibra mencium kening Ataya setelah prempuan itu mencium punggung tangan suaminya .
" Kue dari siapa ?" Tanya Ibra kepada istrinya sambil duduk di sebelah Hardian .
" Dari Irma ,kata Zaydan dia udah buka toko sendiri !" Sahut Ataya .
Ibra pun mengangguk , lalu mengambil satu kue yang terhidang di atas meja dan memakan nya dengan satu kali suapan .
" Wih...Hebat lo Irma , enak banget kue nya ," Puji Ibra dengan mulut yang terus mengunyah .
" Iya tadi mama coba follow ig nya , eh ternyata followers nya udah banyak lo pah , testimoni nya juga pada bagus-bagus ," Ujar Ataya lalu memperlihat kan ponsel milik nya kepada Ibra.
" Mah ade mau !!" Cicit sang putri kepada ibu nya yang malah sibuk dengan Ibra.
" Eh iya lupa , ayok kita cuci tangan cuci kaki terus ganti baju , nah abis itu kita makan kue dari aunty Irma yah ," Tutur Ataya lalu di jawab anggukan Aluna dengan senyum manis nya.
" Ka ayok !!" Titah Ataya kepada putra sulung nya yang kini sedang asik berada di pangkuan Hardian .
Ataya yang selalu ceria dengan kedua putra-putri nya berbeda dengan Aisyah , yang terlihat diam dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan .
__ADS_1
" Bunda nggak cobain kue nya ?" Tanya Ibra pelan .
Aisyah pun lansung menoleh ke arah Ibra dengan tatapan sendu nya .
" Bang , adek deket lagi sama Irma ! kalo niat baik Zaydan di tolak orang tua Irma kembali gimana ? bunda nggak mau dan nggak setujuin hunungan mereka !!" Tanya Aisyah yang merasa khawatir dengan masalah hati putra bungsu nya.
" Loh ! bukan nya Zaydan sama Rani pacaran ? ko sekarang sama Irma," Ujar Ibra yang cukup terkejut dengan pernyataan ibu mertua nya .
" Kita cepet nikahin Zaydan sama Rani , biar nggak terjadi Zinah ," Jelas Aisyah .
Hardian yang duduk di hadapan nya hanya terdiam sambil menatap Aisyah penuh ke tidak sukaan , pria paruh baya itu seolah tau Aisyah ingin segera menikah kan Zaydan dengan Rani karena takut anak nya akan kembali pada Irma , gadis yang penah menolak kehadiran Zaydan dulu.
" Emang nya kalo Zaydan mau sama Irma kenapa bun ?!" Tanya Ibra yang seolah tahu ke khawatiran Aisyah.
" Nggak mau aja , bunda males ketemu ibu nya Irma yang sombong itu !" Cicit Aisyah .
Sedang berbicara perilah Irma dan ibu nya , tiba-tiba saja Ataya datang bersama kedua cucu nya .
" Kaka sama ade ambil piring dulu gih , minta sama bibi yah !" Titah Ataya lembut lalu di angguki kedua nya yang lansung berjalan ke arah dapur .
"Teteh nggak kenal deh sama bunda yang tadi , Irma kesini niat nya baik loh! menjalin hubungan tali silaturahmi , masa bunda diemin sampe di tinggalin tapi Irma masih tersenyum loh ," Jelas Ataya kepada Ibu nya.
Aisyah kembali diam ketika mendengar pernyataan putri sulung nya .
" Tapi bunda nggak setuju adek kamu sama Irma !" Sahut Aisyah dengan kekeuh.
" Bunda kenapa sih ? sikap nya kok jadi jelek kaya gini ? ayah nggak pernah ajarin loh !!" Cicit Hardian pelan .
"Lagian Rani kelihatan jauh lebih muda , di banding kan Irma ! jadi Rani bisa lebih menghargai Zaydan kan yah ," Sahut Aisyah kepada Hardian.
__ADS_1
" Yang mau jalanin hubungan kan Zaydan , ko bunda yang ribet sendiri ?! lihat tuh anak nya udah dua puluh sembilah tahun tapi masih asik hidup sendiri , apa bunda nggak mau tahu alesan Zaydan ?!" Terang Hardian , ayah dari Ataya dan Zaydan itu terus berkata lembut meski perubahan sikap Aisyah kini sangat terlihat.
Ataya yang kini menoleh ke arah Hardian pun hanya menggeleng kan kepala nya .
" Mah ini piring ade sama kaka ," Ucap Zio dan Aluna bersamaan lalu meletakan piring kecil berwarna kuning di atas meja .
Ataya pun tersenyum , lalu mengisi piring anak nya satu persatu dengan kue yang Irma bawakan tadi untuk keluarga nya .
" Kue aunty Irma enak ya mah ," Kata Zio kepada Ataya dengan pipi nyang menggembung berisi kue yang sedang di makan nya.
" Kaka suka ?" Tanya Ibra yang juga terus menerus memakan nya.
" He'em ," Gumam Zio mengangguk-anggukan kepala dengan lidah yang menjulur ke luar menbersih kan sisa coklat dan wippy cream di bibir nya.
" Ade juga suka pah ," Balas Aluna tidak mau kalah .
" Nanti kita beli oke ," Kata Ibra ke pada Zio dan Aluna.
Ketika hampir semua orang menikmati buah tangan dari Irma,Aisyah hanya duduk diam memperhatikan dengan tangan yang sudah di lipat du atas dada .
Raut wajah nya sungguh berbeda ketika sudah bertemu Irma , sampai semua yang sedang duduk pun tidak berani berkata banyak karena takut membuat Aisyah semakin marah .
" Apa perkataan ibu nya Irma semenyakit kan itu bunda ?" Ataya bertanya perlahan , mencoba menengahi permasalah hati ibu nya.
" Iya dong teh , bunda nggak mungkin kaya gini kalo ibu nya Irma nggak ngerendahin Zaydan yang saat itu cuma pelayan Cafe ," Jelas Aisyah menggebu-gebu.
Ataya pun mengangguk paham , mungkin hanya waktu dan campur tangan allah yang akan kembali menyadar kan Aisyah.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa komen , like dan vote 😉😊.