
"Ny.Dara Irma Atma putri!"
Panggil seorang salah satu perawat yang sedang berdiri di ambang pintu ruang praktek Dokter spesialis kandungan.
Irma langsung bengkit dari duduk nya bersamaan dengan Zaydan, lalu berjalan masuk ke dalam ruang praktek Dokter.
"Selamat siang?"Sapa Dokter wanita itu ramah.
"Siang Dok!"Sahut Irma dan suaminya bersamaan, lalu duduk di kursi yang tersedia.
"Ada keluhan apa?"Tanya nya sambil tersenyum, memandang Zaydan dan Irma bergantian.
"Emmpp,... keluhan nggak ada sih Dok.Akhir-akhir ini jadi sedikit lebih emosian aja, terus tadi pagi coba chek pake test pack alhamdulilah positif."Ujar Irma.
Dokter mengangguk.
"Terakhir haid tanggal berapa?"
Irma terdiam, mencoba mengingat tanggal tersebut, namun nihil.Wanita itu tidak ingat sama sekali.
"Saya lupa Dok! soal nya haid saya nggak lancar."Tukas nya dengan senyum gugup.
Wanita dengan jas putih nya itu hanya tersenyum, lalu bangkit dari duduk nya.
"Mari ikut saya, kita lihat dari hasil USG saja."Jelas nya.
Irma mengangguk, lalu memberikan tas kecil nya kepada Zaydan, yang sejak dari awal masuk Rumah Sakit pria itu terlihat diam dengan raut wajah yang terlihat sangat gugup.
"Suaminya nggak mau lihat?"Tanya nyankepada Irma ketika melihat Zaydan hanya diam sambil duduk di kursi dekat meja Dokter.
"Za! kamu nggak mau lihat anak kamu?"Tanya Irma sambil berusaha melihat Zaydan.
"Ah-iya, aku mau lihat."Ucap nya lalu segera berjalan menghampiri Irma yang sudah berbaring.
Kulit perut Irma sudah terlihat, kemudian Dokter memakai kan gel dan segera menenpelkan sesuatu di perut Irma dan mulai menggerakan nya.
Pandangan mata ketiga nya langsung tertuju pada layar monitor, yang masih terlihat bergerak-gerak.
"Nah, ini dia."Ucap nya tersenyum, lalu menatap Zaydan dan Irma bergantian.
"Usia nya sudah memasuki lima minggu."Tukas nya kembali.
Zaydan mengangguk, namun berbeda dengan Irma yang hanya terdiam dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Jemari tangan Zaydan langsung meremat erat jemari Irma, lalu menatap istrinya tersenyum penuh cinta.
^
^
__ADS_1
PLIP...PLIP..PLIP..PLIP..
—Ceklek..
Pintu apartemen terbuka, kemudian tangan Zaydan mendorong dan menahan nya sesaat ketika Irma berjalan masuk terlebih dulu.
"Mau makan?"Zaydan bertanya lebih dulu, karena sejak kedua nya keluar dari rumah sakit, Irma hanya terdiam.
Wanita yang sudah duduk dan menyandarkan punggung nya di sandaran sofa pun menoleh, lalu merentang kan tangan nya ke arah Zaydan.
"Kenapa?"Zaydan bingung.
"Peluk dulu Za!"Kata Irma yang mulai terlihat manja.
Zaydan tersenyum tipis, lalu berjalan mendekat ke arah sofa, dan membawa tubuh istrinya ke dalam dekapan nya.
—Cup..
"Terimakasih sayang!"Ucap Zaydan lirih.
Raut wajah nya terlihat begitu bahagia, hingga berkali-kali Zaydan menhujani pucuk kepala istrinya dengan ciuman hangat.
"Aku ko nggak enak hati yah Za?"Ujar nya dengan suara pelan.
"Kenapa? jangan terlalu banyak pikiran sayang.Ingat pesan Dokter Heni tadi."Sergah Zaydan, sambil terus mengusap punggung istrinya agar rasa gelisah istrinya sedikit berkurang.
"Shut,.. hey.Jangan menangis! aku tidak pernah sedikit pun berpaling.Kamu tahu sayang? aku tidak akan menyia-nyiakan wanita yang sudah lama aku ingin kan."Zaydan berusaha menjelas kan perlahan.
"Aku nggak suka kamu deket-deket sama Tania.Dia cantik, muda! sedang kan aku?"Sergah Irma yang sudah mulai terisak.
"Dih kamu nggak tahu, Dara Irma Atma putri lebih cantik."Cicit Zaydan sambil terus mengerat kan rangkulan di tubuh istrinya.
Perlahan Irma mendorong tubuh Zaydan perlahan, melepaskan dekapan Zaydan lalu menyusut sisa air mata nya kemudian tersenyum.
"Kamu lapar, atau mau yang lain?"Zaydan tersenyum, lalu mengusap pipi Irma lembut.
"Aku mau sate maranggi."Ucap nya.
Zaydan menganguk.
"Aku cari dulu atau oreder lewat aplikasi?"Zaydan antusias.
Irma menggeleng kan kepala nya, menatap Zaydan cukup lama.
"Mau yang di Cianjur sayang!"Timpal nya.
Kening Zaydan menjengit.
"Cianjur?!"Zaydan meralat perkataan Irma.
__ADS_1
"He'em,... sekalian mau jagung bakar di puncak."Pinta nya kembali.
Zaydan mematung, mata nya membulat dengan kedua bibir terbuka.
"I-ini beneran?"Zaydan bertanya kembali.
Irma mengangguk, tersenyum sambil mengusap perut nya.
"Baiklah, siap-siap! kita ke puncak, Cianjur lanjut ke Bandung."Kata Zaydan.
Raut wajah Irma pun berbinar, lalu kembali memeluk tubuh suaminya.
"Makasih Baba."Sergah Irma sambil terkekeh.
"Ko Baba!"Cicit Zaydan.
"Soal nya aku Bubu."Ujar Irma, pandangan nya mendongkak, menatap wajah pria yang lebih tinggi dari nya.
—Cup..
Zaydan langsung mencium bibir Irma.
"Sayang nya kita nggak bisa sambil honeymoon."Cicit Zaydan lemas.
"Kata siapa?"Irma terus menatap Zaydana.
"Kata Dokte Heni. Emang tadi kamu nggak denger?"
"Dih,.. boleh tahu, tapi harus pelan-pelan."Irma tersenyum gugup.
—Cup ...
"Oke kalau begitu, hayu kita siap-siap. Dan jangan lupa! kasih tahu Sri dan titip kan semua hal tentang toko."Tutur Zayda.
Irma mengangguk, lalu tersenyum.
"Aku siapin baju kita dulu."Irma beranjak, lalu berjalan ke arah pintu kamar.
Zaydan terdiam, pandangan mata nya terus menatap punggung Irma.
Awal ngidam minta ke Cianjur! nggak tahu nanti, kalau minta ke Amerika buat nemuin Justi, ribet juga yah! Gumama nya sambil geleng-geleng kepala.
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa like, vote, dan komen.....
...Sambil nungguin Zaydan kecil brojol, belok dulu yuk sebentar....
...Chek profil othor, ada judul baru lho!!...
__ADS_1