
^
^
[Assalamu'alaikum.]
–Wa'alaikumusalam, kenapa Ba?
[Lagi apa? di sana hujan nggak?]
–Hujan lumayan deras.
[Aku sebentar lagi pulang, mau titip sesuatu?]
–Mau bakmie aja yah, pake pangsit rebus nya empat!
[Iya boleh, tunggu ya sayang!]
–Iya Baba, hati-hati ya pulang nya.
[Iya sayang, love you.]
–Iya.
[Love you!]
–Iya Ba!
[Loovvee youuu.]
–Iya kenapa sih!
[Jawab nya love you too dong!]
–Iya, love you more.
[Tunggu yah, assalamu'alaikum!]
–Wa'alaikumusalam.
Setelah sambungan telpon nya terputus, Zaydan kembali menyimpan ponsel nya di dalam saku celana.
Seorang yang duduk di kursi meja kasir memperhatikan dan mendengar kata-kata cinta Zaydan untuk istrinya terlihat mendelikan mata beberapa kali.
"Tania! tolong kasih tahu luthfi bungkus empat bakmir dan lima pangsit rebus!"Titah nya kepada gadis tersebut.
"Iya pak."Tania mengangguk, kemudian berjalan ke arah pantry.
Tania berjalan cepat, membuka pintu ruang belakang cukup kencang dengan raut wajah yang terlihat kesal.
"Luthfi, bungkus empat bakmie dan lima pangsit rebus!"Ucap nya keetus.
"Dih, kenapa loh!"Tanya pria tersebut.
"Pak Zaydan minta itu buat bungkusin istrinya, mana sayang-sayangan di depan mata gue lagi!"Cicit nya kembali.
Lutfi mengehela nafas nya kasar.
"Jangan cari gara-gara! bu Irma kelihatan baik tapi orang baik kalo udah marah, apalagi mengusik ketenangan nya, bisa abis lo Tan!"Ujar Lutfi yang terlihat geram dengan tingkah laku petugas kasir nya.
"Berisik lo! nggak usah di kasih tahu lah, biar gue main cantik."Sergah nya.
"Hadeuh, mereka udah baik sama kita, ya kali lo mau hancurin rumah tangga bos lo sendiri!"Timoal Lutfi.
__ADS_1
Tania diam, prempuan itu terlihat jengah dengan setiap perkataan yang di lontar kan rekan kerja nya.
Lima belas menit berlalu, akhir nya bakmie pesanan Zaydan selesai, dengan Tania yang menenteng di kedua tangan nya lalu memberikan kepada Zaydan.
"Ini mir nya pak!"Tania tersenyum.
"Hemph,... simpan saja di meja."Kata nya tampa menoleh sedikit pun.
"Saya pulang dulu kalau begitu!"Zaydan berdiri, kemudian meraih kantong berisi beberapa bungkus bakmi dan segera membawa nya.
Jemari Tania meremat satu sama lain cukup keras, menggigit bibi bawah nya kencang dengan raut wajah yang sudah terlihat gugup.
"Pak!"Gadis itu memanggil Zaydan.
Langkah kaki Zaydan terhenti, lalu menoleh ke arah Tania dan memandang nya penuh tanya.
"Kenapa?"Sergah nya.
"Di luar masih hujan deras."Tania tersenyum gugup.
"Saya tahu, terus apa masalah nya?!"Zaydan menjengit sampai kedua alis nya hampir bertemu.
"Emm,....boleh saya numpang?"Ujar nya."Kebetulan jurusan kita searah."Ucap nya kembali.
"Kenapa? apa kau tidak membawa kendaraan? angkutan umum banyak."
"Saya tidak membawa motor hari ini, Dani boncengan sama Dira, Luthfi juga mau jemput pacar nya yang kerja, saya takut kalo naik angkutan umum sendiri, apa lagi malam sama hujan nya cukup lebat pak!"Tania memohon.
Mata Zaydan terpejam, kemudian terdengar menghela nafas.
"Ya sudah ayo!"
Dengan cepat Zaydan berlar ke arah mobil nya, berusaha menghindari air hujan walau sesungguh nya itu sia-sia karena kemeja nya masih terkena basah.
Fortuner milik nya mulai menyala, kemudian terlihat Tania yang berlari ke arah mobil nya dengan tas yang bertumpu di atas kepala, melindungi kepala nya dari air hujan.
—Brugh...
Tania masuk dan duduk di kursi depan, tangan nya terus mengusap baju nya yang terlihat basah.
Zaydan terlihat jengah.
"Kenapa tidak duduk di belakang?"Sentak Zaydan yang mulai terlihat kesal dengan kelakuan Tania.
"Saya takut pak kalo duduk di belakang sendiri!"Sahut nya dengan suara pelan.
"Astaga!"Zaydan mendengus kesal.
Zaydan hanya diam, kemudian mulai melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, hujan yang cukup deras sedikit menggangguk penglihatan Zaydan, hingga ia tidak bisa melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi karena berpotensi menyebab kan kecelakaan.
^
^
"Terimakasih pak tumpangan nya."Tania tersenyum, kemudian meraih handle pintu mobil dan segera mendorong nya.
Namun sesuatu milik nya sengaja Tania tinggal kan di dalam mobil tampa Zaydan sadari.
—brugh..
Zaydan tidak bergeming sampai Tania turun dan menutup pintu mobil nya, saat ini Zaydan hanya ingin cepat pulang dan segera bertemu dengan istri dan anak nya yang masih dalam perut.
"Assalamu'alaikum sayang?"Zaydan berteriak agar istrinya segera datang menghampiri.
__ADS_1
Benar saja tidak lama Zaydan memanggil Irma, wanita hamil dengan perut yang sudah terlihat sedikit membulat itu melangkah kan kaki nya cukup cepat lalu menghambur kepada suaminya.
"Wa'alaikumusalam."Raut wajah nya gembira."Kangen!"Rengek nya sambil terus mmenciumi dada sang suami.
—Cup.
Zaydan mencium kening istrinya.
"Ayo kita makan bakmie nya."Zaydan menunjukan kantong plastik bening yang di bawa nya.
Irma tersenyum, lalu meraih kantong tersebut da segera membwa nya ke arah meja makan yang berada di dapur.
"Banyak banget sayang bawa nya?"Tanya Irma sambil terus mondar-mandi membawa piring dan gelas yang kemudian langsung di isi nya dengan air.
"Jangan grasak-grusuk sayang, kasian anak kita panik di dalam sini!"Zaydan memeluk tubuh Irma yang sedang beridi di depan dispenser dengan satu tangan yang terus mengusap perut bulan milik Irma.
"Kamu mau kopi or something like that?"Tanya Irma sambil memutar tubuh nya.
"Mau kamu boleh?"Zaydan menyeringai.
"Boleh, tapi aku harus makan mie nya dulu, kasian Junior belum makan sayang."Tukas Irma dengan senyum tipis nya.
Kedua nya tertawa ketika satu sama lain saling melontar kan candaan.
Setelah selesai dengan bakmie nya, Zaydan bersama Irma kini duduk di sofa ruang tengah, menonton siaran malam yang semakin seru.
"Aduh!"Irma tersentak.
Zaydan menoleh.
"Ya allah!"Irma kembali menjerit dengan tangan yang mengusap perut nya.
"Kenapa? apa kami kontraksi? tapi masih empat bulan sayang!"Zaydan terlihat sangat panik.
Irma menggeleng kan kepala, lalu meraih tangan Zaydan kemudian meletakan telapan tangan suaminya tepat di atas perut nya.
Zaydan terdiam, menatap Irma penuh tanya.Namun ketika ia merasa kan sesuatu bergerak, sudut bibir nya terangkat.
"Sudah bergerak?"Tanya Zaydan.
"Iya, dan ini pertama kali nya, Za!"Irma terlihat sumringah.
Senyum di bibir nya terus terukir, dengan tangan yang juga memberi elusan lembut di perut istrinya.
Kemudian Zaydan menunduk, dan mencium perut Irma penuh cinta.
Cup..
Cup..
Cup..
"Saya nya Baba sudah bergerak, sehat-sehat ya sayang, sampai ketemu beberapa bulan lagi."Kata Zaydan pada bayi dalam perut Irma.
"Seneng kata nya abis di kasih mam bakmi."Irma terkekeh.
Zaydan bangkit, membenar kan duduk nya dengan mata yang terus menatap Irma.
–Cup..
Zaydan mencium bibir Irma, lalu menarik tubuh kecil itu ke dalam pelukan nya.
"Kamu juga harus sehat, jangan terlalu banyak pikitan yah!"Kata Zaydan sambil mencium pucuk kepala istrinya.
__ADS_1
...TBC🌿🌿🌿...
...Jangan lupa! like, vote, tips, hadia, dan komen nya guys.....