
"Abang?!"Panggil Zaydan kepada Ibra yang sedang duduk di sofa sambil memengangi ponsel nya yang kini sedang berbalas pesan dengan Ataya yang terus menunggu Irma yang belum sadar kan diri di IGD.
"Kenapa De?"Tatapan Ibra mendongkak menatap ke arah Zaydan.
"Tolong ambilkan tas itu, siapa tahu ada yang bisa di hubungi untuk menjaga Irma."Ujar Zaydan lalu di angguki Ibra dan mulai beranjak membawa kan tas hitam kecil yang di tinggal kan Irma.
Ibra merogoh tas kecil hitam yang tergeletak,lalu memberikan nya kepada Zaydan.
Tangan Zaydan mulai membuka tas tersebut, lalu membawa benda pipih itu kelaur.
Tombol power pun di tekan, lalu terlihat lah gambar Irma yang sedang duduk dengan kaos dan celana jeans menatap ke arah kamera tampa tersenyum.
Namun ketika Zaydan menggeser nya ke atas, layar ponsel nya terkunci dengan beberapa kode yang harus di isi.
Zaydan terdiam, pria itu berfikir berapa nomor yang Irma jadikan kode ponsel nya.
Pertama Zaydan menekan tanggal lahir Irma, namun itu tidak berhasil.
Lalu kembali menekan acak nomor, sampai terbesit untuk menggunakan tanggal lahir nya.
090393
Akses kode pun berhasil, belum selesai keterkejutan nya dengan kode yang di pasang Irma, kini Zaydan kembali di buat berdebar dengan tampilan profil yang terpam-pang jelas di ponsel milik Irma.
"Irma kamu membuat ku gila."Zaydan menggeleng kan kepala sambil bergumam.
Tampa menunggu lama Zaydan lansung membuka aplikasi WhatsApp.Tidak terlalu banyak kontak di ponsel nya, hanya ada beberapa nama prempuan dan satu nama yang pernah Zaydan kenal, yaitu Iqbaal.
"Cih! kasian, cuma di read doang sama Irma."Ledek nya sambil tersenyum.
...Ini gimana Zaydan masih sempet kepo ke adaan udah genteng eh genting juga!...
TOOT...TOOT...
📞 :Hallo bu!
–Fina ini saya Zaydan, bisa tidak salah satu dari kalian ke Rumah Sakit Anugrah Bersama?
📞 :Apa bu Dara sakit?! (Fina berteriak)
–Datanglah, kasian tidak ada yang menunggu nya, saya pun ada banyak pekerjaan.
📞 : Baik pak! saya akan meminta Sri untuk kesana.
Zaydan mengangguk, seolah Fina bisa melihat nya saat ini, lalu sambungan telepon pun terputus.
__ADS_1
"Gimana?"Tanya Ibra.
"Salah satu karyawan nya akan segera kesini!"Sahut Zaydan kepada Ibra.
......................
"Sri emak lo Sri!!"Cicit Fina kepada Sri dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat panik dan hampir menangis.
"Fin lo jangan teriak-teriak! ada banyak pelanggan malu-maluin aja lo!"Siti menghampiri Fina, lalu sedikit mencubit nya.
"Bu Dara masuk rumah sakit!"Ucap nya lagi hingga membuat semua nya menoleh ke arah Fina.
Langkah kaki Sri lansung berlari menghampiri Fina dan juga Siti.
"Lo di minta ke Rumah Sakit Anugrah Bersama, sekarang juga Sri! bu Dara nggak ada yang nungguin! pacar nya bu Dara juga banyak pekerjaan."Jelas Fina.
Wajah Sri memucat, gadis itu terlihat panik ketika mendengar orang yang sudah sangat dekat dengan nya masuk rumah sakit.
Dengan cepat Sri melepas clemek yang di kenakan nya, melempar ke sembarang arah dan berlari tergesa-gesa ke arah luar untuk segera menyusul Irma yang sedang berada di rumah sakit.
"Hati-hati Sri!"Teriak Nur, namun Sri terlanjur jauh dan tidak mungkin mendengar ucapan nya.
......................
"Pak ke Rumah Sakit Anugrah Bersama yah!"Titah Sri kepada supir taxi.
Raut wajah nya sudah terlihat sangat pucat, perasaan nya gusar, tubuh nya seolah sudah tidak bisa diam, hinggan Sri terus bergeser kesana dan kemari mencoba menghilang kan rasa gelisah nya.
"Pak bisa rada ngebut nggak? kaka saya masuk UGD!" Cicit Sri lalu di jawab anggukan oleh supir taxi dan lansung tancap gas.
......................
"Pak terimakasih! ambil saja kembalian nya."Ucap Sri lalu segera membuka pintu dan betanjak pergi.
"Uang pas ko neng! di suruh ambil kembalian!"Gerutu sang supir ketika melihat uang yang berada dalam genggaman nya.
Sri terus berlari, sampai di UGD mata nya celingukan mencari keberadaan Irma, di lihat nya setiap orang yang berbaring hingga menemukan Irma yang sedang di tunggu seseorang yang pernah datang ke toko.
"Ibu!!"Cicit Sri lalu menghampiri Irma yang sedang terbaring lemas dengan selang oksigen di hidung nya.
Ataya yang melihat ke datangan Sri pun sedikit merasakan lega di hatinya, mengingat Irma hanya sebatang kara dan untung saja ada pekerja nya yang bersedia menunggu Irma di rumah sakit.
"Leher ibu kenapa?!"Lagi-lagi suara Sri meninggi sampai membuat para petugas medis yang berada di tempat melihat ke arah Sri,Irma dan juga Ataya.
"Shutttt jangan berisik!"Ataya menyentuh lengan Sri.
"Maaf..maaf aku lupa."Bisik Sri lalu menutup mulut nya.
"Ibu kenapa begini?"Bisik Sri.
__ADS_1
"Aw..Jangan di pengang Sri."Cicit Irma.
"Iya tapi ini kenapa? apa karena kita menonton film horror semalam, jadi hantu nya nyekik ibu?"Gadis itu terus terlihat panik.
"Nggak, hanya salah bantal saja!"Jelas Irma meringis menahan rasa perih dan pegal di leher nya.
"Serem yah! salah bantal aja bekas nya sampe membiru gitu bu, lain kali tidur nya diem! kalo kata bahasa sunda mah (Tong motah)"Tutur Sri.
Ataya yang mendengar percakapan kedua nya itu hanya tertawa, apalagi ketika Irma mengatakan bekas cekikan Rani hanya salah bantal, membuat jiwa humoris nya menimbul.
"Kamu orang sunda?"Ataya menyentuh lengan Sri sampai gadis itu menoleh.
"Cianjur atuh."Sahut nya bangga.
"Oh lingih di mana?"Tanya Ataya.
"Di cipanas puncak bu! ibu orang suda oge?"Tanya Sri kembali.
"Dago ibu mah!"Sahut nya.
"Dih! orang lagi pusing di suguhin bahasa asing!"Rengek Irma.
Sri dan Ataya pun lansung menoleh, lalu tertawa bersama.
"Yasudah, kamu sudah ada Sri yang jaga! saya permisi dulu ya."Pamit Ataya."Tas kamu masih di atas, kalo pulang ambil aja ya Sri."Jelas Ataya lalu pergi meninggal kan kedua nya.
Setelah kepergian Ataya, Sri lansung duduk di samping Irma, menemani wanita yang sudah di anggap kaka nya sediri dalam ke susahan.
"Coba saya lihat leher nya bu!"Ucap Dokter cantik yang baru saja menghampiri Irma.
"Memar nya agak parah ya! mau pulang atau rawat inap bu?"Tanya Dokter kepada Irma.
"Tentu saja pulang Dok, saya takut jarum suntik."Sahut Irma sambil terkekeuh.
"Baiklah, nanti saya kasih obat pereda nyeri nya yah!"Usul nya lalu di angguki Irma dan Sri bersamaan.
"Mbak ini adik nya?"Tanya Dokter kepada Sri.
"Iya Dok, saya adik nya."Jawab Sri.
"Ikut saya sebentar!"Titah nya lalu berjalan bersamaan menuju meja Dokter di sebelah sudut sana.
...Bersambung......
...FOLLOW, LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA GENGS....
...^Enak nya Rani kita apain yah🤔🤔^...
Up nya besok lagi yah! othor belum cuci piring, belum mandi juga😅
__ADS_1