
Sinar matahari mulai memudar, meninggalkan cahaya temaram yang teramat indah.Langit senja kini sedang menjadi saksi betapa panas nya kegitana sejoli yang sedang saling bercumbu.
Meluapkan perasaan yang sudah di pendam selama sepuluh tahun lama nya.
T*b*h kedua nya sudah sama-sama p*los, kegiatan pengantin baru itu pun terlihat semakin mem*nas ketika tangan nya sudah mengusap dan saling mer*m*s satu sama lain.
Manik indah wanita di bawah kungkungan tubuh nya terus terpejam ketika tangan dan bibir nakal Zaydan terus beraksi bebas di atas tubuh p*los nya.
Tubuh Irma mulai menggelinjang, *ada sintal Irma pun terlihat sedikit membusung dengan b*bir bawah yang sudah di gigit nya menahan gejolak yang mulai meyeruak.
Sementara itu pria yang sudah berstatus sebagai suaminya terus memimpin permainan, mengabsen setiap inci tubuh yang sudah di inginkan nya sejak lama.
Zaydan pun berhenti, sesaat menatap wajah cantik yang sudah memerah.Tampa di sadari Zaydan tersenyum dengan mata yang tak teralihkan sedikit pun.
Merasa Zaydan menghentikan permainan nya, mata Irma perlahan mengerjap, menatap pria yang sedang tersenyum manis kepada dirinya.
"Za! aku malu!"Rengek nya malu, lalu menutupi wajah nya dengan bantal.
Zaydan tersenyum gemas.
"Kenapa malu, kita harus mulai terbiasa sayang! kegiatan ini akan menjadi pekerjaan rutin kita."Zaydan mengulum senyum, lalu menarik bantal yang menutupi wajah Irma dan membanting nya jauh entah kemana.
Zaydan kembali menatap netra Irma, lalu menyatukan kembali pautan b*bi* kedua nya.
Suara decapan kembali terdengar, akal sehat kedua nya kembali hilang di gantikan dengan nafsu yang sudah tidak bisa Zaydan bendung lagi.
Perlahan Zaydan mengarah kan p*d*ng tumpul milik nya ke arah gerbang surga dunia yang berada pada inti t*bu* Irma.
Irma terlihat begitu penasaran, hingga ia menyangga tubuh nya dengan kedua sikut, lalu menatap apa yang akan Zaydan segera lakukan.
Suami nya mulai mendorong perlahan, raut wajah Irma masih terlihat biasa dengan tatapan masih tertuju pada sesuatu milik Zaydan, hanya bibir bawah nya yang tergigit ketika merasa sedikit geli.
Namun ketika Zaydan kembali me*doro*g*nya lebih kuat, Irma mulai merasa perih di inti tubuh nya, hingga menahan perut berotot Zaydan agar menghentikan nya sesaat.
"Ngh..stop dulu Za!"
—Cup..
Zaydan mencium kening nya.
"Sakit ya sayang?"Zaydan berbisik.
Irma tidak menjawab, wanita itu hanya menatap Zaydan yang sudah terlihat sayu.
Tangan Zaydan terus mengusap tangan kecil yang berada menempel si perut nya, lalu menatap Irma dengan raut wajah sendu.
"Kita lanjut lain kali yah!"Zaydan kembali menarik milik nya keluar.
Namun pergelangan tangan nya di cekal Irma.
"Kita lanjutkan sekarang!"Pinta Irma sambil tersenyum samar.
Zaydan terdiam, namun menatap istrinya tajam.
__ADS_1
"Kamu nya sakit sayang!"Sahut Zaydan.
Dengan cepat Irma menggeleng kan kepala.
"Aku mau sekarang sayang!"Irma meraih leher Zaydan lalu mengusap nya lembut.
Aku nggak mau kamu kecewa Za! umpat nya dalam hati.
Sebagai seorang pria dewasa yang normal, Zaydan tidak mampu menolak ajakan istrinya yang ingin menerus kan kegiatan panas nya kembali, apalagi ketika tangan lembut itu menyentuh lehernya, sengatan listrik kembali terasa di tubuh nya dengan tegangan yang sangat tinggi.
Zaydan kembali menarik p*ha putih mulus istrinya, dan lansung mengarahkan se*jata milik nya kepada m*lik Irma.
Irma kembali meringis ketika Zaydan kembali mendorong masuk milik nya.
Dengan penuh cinta dan kasih, Zaydan kembali mencondongkan wajah nya ke arah Irma, lalu mencumbu b*b*r ranum istrinya kembali.
Mulut Irma terbuka, mulai mengikuti Zaydan hingga kedua nya kini saling bertukar saliva.Ketika Irma sudah fokus dengan permainan bibir nya bersama Zaydan.
Zaydan kembali mendorong pi*g*ul nya cukup keras, terlihat raut wajah Irma menahan rasa perih nya yang mulai terasa kembali, kuku-kuku Irma menancap cukup dalam di lengan berotot Zaydan memberi nya sedikit goresan kemerahan.
Pria itu seolah tidak peduli, hingga Zaydan lansung menghentakan pin**ul nya kencang, sampai mi*ik nya terbenam sempurna.
"Aawwww!!"Irma menjerit, nafas nya seolah terhenti ketika m*l*k Zaydan menghujam milik nya cukup keras, hingga Irma mencengkram sprai dan tangan Zaydan cukup kuat.
—Cup..
—Cup..
Zaydan menhujani kening Irma dengan kecupan menenangkan.
"Sayang lihat aku!"Zaydan mengarah kan wajah nya menghadap Zaydan.
Bi*ir itu tersenyum dengan pandangan sendu.
"Aku baik-baik saja sayang!"Sahut Irma kembali mengusap pipi Zaydan.
"Apa aku boleh melanjut kan nya sekarang?"Zaydan lirih.
Irma mengangguk.
Perlahan Zaydan memaju-mundur kan pi*ggul nya dengan sangat hati-hati.
Suara ri*tihan Irma kembali terdengar di telinga Zaydan.
"S*hhttt...eummmm...ahhh! perih Za!"Rancau Irma dengan nada merengek.
"Tahan ya sayang! aku janji cuma sebentar."Zaydan terus memacu tubuh Irma di bawah nya.
"Ahh!!"Desahan seksi kembali keluar dari bibir yang sudah sangat memerah.
Zaydan semakin tak terkendali ketika Irma terus mendesah dan berteriak menyebut nama nya, pinggul nya terus menghujam milik Irma cukup kencang dan sedikit kasar.
"Sayang ahh!!"Irma mer*mas tangan Zaydan yang sedang bermain dengan gundukan kenyal milik nya.
__ADS_1
"Iya sayang!"Zaydan tersenyum menggoda ketika Irma menatap nya sendu.
"Kenapa rasa ini membuat ku gila!"Irma terus merancau dengan suara tinggi.
Pergerakan pinggul nya kembali memelan, lalu me*cabut nya sesaat dan kembali mencumbu Irma yang sudah kelihatan kacau.
"Apa masih sakit?"Tanya Zaydan dengan suara pelan namun sangat terdengar seksi dan menggoda Irma.
"Kalo di l*pasin sakit!"Rengek nya, lalu kembali menarik tangan Zaydan.
—Cup...
Seolah candu bagi nya, Zaydan tak henti nya mencium b*b*r kenyal berwarna kemerahan milik Irma.
"Berteriaklah sesuka hati, setelah ini aku tidak akan memberi mu ampun!"
Zaydan lansung me*usukan milik nya, lalu bergerak kencang sampai membuat Irma menjerik ke nik*atan.
"Zaydan!!..Zaydan stop! aku mau p*p*s!"Irma berteriak tidak karuan, tangan nya terus berusaha mendorong tubuh Zaydan, namun itu hanya sia-sia.
"P*p*s aja di sini sayang, tidak akan ada yang tahu selain kita berdua."Balas Zaydan yang terus menggempur Irma habis-habisan.
Gerakan dan er*ng*n Zaydan semakin tidak terkendali ketika merasa milik nya di remas sangat kuat di dalam sana.
"Aku mau kel*ar sayang!"Pekik Zaydan ketika merasa milik Irma sudah berkedut sangat kencang.
Zaydan semakin memacu kecepatan pi**gul dan hentakan nya, erangan kedua nya terdengar saling bersahutan, dan berhenti setelah Zaydan menye*bur kan benih nya ke dalam rahim Irma.
Irma terlunglai lemas, mata nya terpejam dengan nafas yang sudah menderu-deru.
Telapak tangan Zaydan menyusut peluh di kening istrinya.
Cairan kental dan hangat itu mengalir deras keluar bersamaan dengan darah perawan Irma ketika Zaydan men**but milik nya.
—Cup..
"Cepat hadir sayang."Bisik Zaydan di perut Irma.
—Cup..
Zaydan beralih mencium kening Irma.
"Terimakasih istri cantiku! telah menjaga nya untuk suamimu ini."Ucap Zaydan kepada Irma yang tak kunjung membuka mata nya, namun masih tersadar.
"Aku bahagia sudah menjadi milik mu seutuh nya."Irma mulai mengerjap kan mata dan menatap Zaydan yang sudah berbaring miring menghadap pada dirinya.
Zaydan kembali mencium pipi Irma, lalu merik selimut tebal berwarna hitam menutupi tubuh polos kedua nya.
...🥵🥵🥵...
...Nggak tau deh othor di suruh bikin ginian mulu sama kalian....
...Jangan lupa Follow, like, vote, komen dan share yah....
__ADS_1
...Jangan berharap ada pelajaran di tulisan othor, karena othor bercerita bukan bikin rumus jajaran genjang oke!!...