Happily Ever After

Happily Ever After
Serah-terima.


__ADS_3

Hari ini seperti titah Ibra kemarin malam sebelum Zaydan pulang , untuk menemui Ibra di rumah nya besok .


Laki-laki dengan celana jeans hitam panjang di padukan dengan kaos putih dan jaket jeans berwarna biru , sudah berada di dalam ruang kerja Ibra , duduk berhadapan dengan beberapa berkas di atas meja .


"Zaydan , karena kamu sudah pulang ! jadi abang balikin semua tanggung jawab yang pernah bunda kasih ke abang ," Kata Ibra sambil menggeser surat kepemilikan ruko milik Aisyah yang tidak lain ada ibu mertua nya .


" Tapi aku gak enak sama abang , abang yang urus pas udah jalan masa di ambil Zaydan ," Sahut Zaydan .


" Engga apa-apa , bunda yang minta abang jalanin bisni bakmi ini buat kamu , nah karena sekarang kamu di indonesia , silah kan di urus sesuai ke inginan bunda," Ibra pun tersenyum ke arah adik ipar nya itu .


Zaydan pun mengangguk seraya menerima surat tanda kepemilikan satu ruko yang di jadikan tempat usaha oleh Aisyah yang di urus Ibra lalu di serah kan kepada Zaydan sesuai amanah nya .


" Ada berapa karyawan bang ?" Tanya Zaydan .


" Semua nya ada empat , " Jelas Ibra . " Bunda udah tau kan kamu pulang ?"


" Udah bang , semalem Zaydan ngabarin kalo udah di Jakarta ," Jawab Zaydan .


" Kalo soal pacar kamu ? " Tanya Ibra pelan , sorot mata nya menatap Zaydan penuh penekanan , seolah ia tidak setuju atas hubungan nya dengan Rani terjalin.


" Bunda belum tau , kalo bunda tau pasti nyuruh Zaydan buat cepet nikahin ! Zaydan gak seserius itu sama Rani bang," Tutur Zaydan , kepala nya lansung menunduk dengan perasaan hati yang sudah tidak enak karena Ibra menatap nya terus menerus .


" Apa semua ini karena pelarian mu dari Irma ?"


" Hemmm" Gumam Zaydan dengan anggukan kepaka.


Mendengar jawaban dari Zaydan , Ibra pun lansung menghempas kan punggung nya pada sandaran kursi ,pria dua anak itu menghela nafas nya kasar , mata nya pun terpejam seolah tidak percaya dengan perbuatan adik nya yang sudah melampaui batas .


" Tidak baik mempermain kan perasaan prempuan , kalau memang hanya Irma ! maka carilah dia sampai kau dapat , bukan kah sekarang kamu sudah mapan , maka apa yang kami takut kan ?"Cicit Ibra kepada adik dari istrinya itu .


" Zaydan ketemu Irma kemarin ," Jelas Zaydan .


"Terus ?"


" Irma pergi gitu aja , mungkin emang gak mau sama Zaydan atau di larang ibu nya," Zaydan mengangkat bahu nya seakan masih bimbang dengan perkiraan nya saat ini .


" Setelah kamu mutusin buat kuliah di Kanada , Irma sempet nyari kamu kesini , dia bilang semua penghubung kamu sama Irma udah di block sama kamu?!"


" Kata orang kalo mau move on harus kaya gitu ,!"sahut Zaydan hingga membuat Ibra tersenyum geli .


" Yaudah , simpen berkas itu baik-baik ! jangan sampe lupa nyimpen apa lagi hilang ," Ibra pun beranjak dari duduk nya , menepuk bahu Zaydan pelan sebelum ia keluar dari ruang kerja nya .


-Ceklek ..


Pintu ruang kerja nya terbuka , mata nya langsung menatap Ataya yang kini sedang duduk di sofa ruang keluarga dengan snack dan drama korea nya seperti biasa .

__ADS_1


Langkah kaki Ibra pun berjalan ke araha Ataya , lalu mencium pipi istrinya secara tiba-tiba .


Cup ..


" Serius amat nonton nya !" Ujar Ibra yang kini berada di belakang sofa yang Ataya duduki .


" Aku kaget lo pah !" Cicit nya sambil menoleh ke arah Ibra .


Ibra tersenyum , lalu berjalan memutari sofa untuk ikut duduk berama istrinya .


" Kita bikin adik lagi yuk , buat Zio sama Luna ,?" Kata Ibra pelan , namun mampu membuat Ataya tersentak .


" Dua anak lebih baik ," Jawab nya singkat .


" Apa gak sepi ? anak-anak udah pada sekolah lo mam !"Ibra tersenyum dengan alis yang terus bergerak naik-turun seraya menggoda Ataya .


" Sepi sih ! tapi gimana kalo abang aja yang hamil ?" Ujar Ataya sambil tersenyum .


Sedang asik berbincang soal perencanaan personil baru di keluarga kecil nya , tiba-tiba saja Zaydan keluar dengan ponsel yang menempel di telinga nya .


" Iya ini aku baru selesai , aku kesana sekarang !" Ucap Zaydan pada seseorang yang ada dalam telepon .


" Aku pamit dulu abang , teteh ! terimakasih atas bimbimngan nya ," Laki-laki itu pun tersenyum dengan tangan terangkat memperlihat kan sebuat map coklat dengan kaki yang terus melangkah ke arah luar .


" Hah ... bisa-bisa nya anak itu pacaran ," Cicit Ataya yang juga merasa kecewa kepada Zaydan . " Kalo bunda tau , pasti marah ini mah," Kata Ataya kembali .


******


Sementara itu , di sebuah lobby apartemen mewah, seorang gadis dengan rambut tergerai dan dress di atas lutut tengah duduk menunggu mobil sang kekasih datang .


-Vrum..vrumm..


Mobil Fortuner putih keluaran terbaru milik Zaydan pun datang .


Pim..pim..


Klakson mobil pun terdengar , seolah memanggil Rani yang sedang duduk .


" Sayang ayok !!" Panggil Zaydan .


Rani pun menyimpan ponsel milik nya kedalam tas , lalu berjalan ke arah mobil putih milik Zaydan terpakir.


" Kenapa lama sih yang ?" Tanya Rani ketika masuk dan duduk di mobil milik Zaydan .


" Kalo urusan sama abang gak boleh di buru-buru , nanti teteh aku marah ," Sahut Zaydan sambil melaju kan mobil nya perlahan .

__ADS_1


" Emang bahas apa sih ?" Tanya Rani .


" Soal usaha bakmie ," Jawab Zaydan tampa memangling kan wajah nya .


" Jadi kita mau kemana ?" Ucap Zaydan .


" Ke jalan Braga , aku kan mau beli dessert yang kemarin aku kasih tau ke kamu ," Jelas Rani lalu di angguki Zaydan .


" Kamu kan salah satu pemilik saham di Barata group ! kenapa masih urusin usaha bakmi?" Tanya Rani .


" Bakmi itu resep bunda sendiri , dia nyuruh aku buat jalanin usaha nya ," Jelas Zaydan .


" Oh ," Ujar Rani .


Empat puluh menit pun berlalu , perjalanan yang harus nya bisa di tempuh dua puluh menit kini menajadi lebih lama karena jalanan cukup padat dan menimbul kan kemacetan di mana-mana .


Mobil putih milik Zaydan pun berhenti tepat di depan toko kue yang ia dan Rani tuju.


Suasana pun terlihat cukup ramai oleh antrian bapak-bapak berjaket ojol.


" Selamat datang di Dara's cake ," Beberapa karyawan berseragan pink menyambut kedatangab Rani dan Zaydan seraya tersenyum ramah pada kedua nya.


Rani pun terus berjalan , meneliti setiap dessert yang sudah terpampang di dalam etalase dengan sangat menggiur kan .


" Mbak ? boleh ketemu owner nya gak ?" Rani pun bertanya pada Sri yang kini sedang berdiri di hadapan nya .


" Boleh , kebetulan ibu belum pulang dan masih ada di ruangan nya," Jelas Sri sambil tersenyum ramah , lalu mulai berjalan menuju tempat bos nya saat ini .


Tok..


Tok..


Tok..


" Bu !!" Suara Sri terdengar di balik pintu ruangan nya , Irma yang sedang memain kan ponsel nya pun segera menjawab .


" Masuk aja Sri ," Kata Irma .


Ceklek ...


" Bu , ada customer yang ingin bertemu ," Jelas Sri sambil tersenyum .


" Oke , saya kesana sekarang ," Sahut Irma , Sri pun mengangguk lalu terlebih dulu meninggal kan Irma yang masih duduk di kursi kebesaran nya.


Bersambung ..

__ADS_1


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR 😚 LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA AUTHOR TUNGGU DARI KALIAN .


__ADS_2