Harga Diri Seorang Lelaki Adalah Bekerja

Harga Diri Seorang Lelaki Adalah Bekerja
Bertarung Dengan Nafsu


__ADS_3

"Asalamualaikum, ini aku Husein sekarang saatnya kau membalas budi, buatkan surat keterangan menikah sirih atas nama ku dan Indri dengan wali Ayah kandungnya dan saksi kakak tirinya" Ujar Husein saat telponnya tersambung pada orang yang dia tuju.


"Tapi kenapa harus nikah sirih Tuan? Bagaimana saya meminta tanda tangan wali dan saksinya?" Ujar Penerima telepon itu ragu menerima perintah dari Husein.


"Ini hanya sementara setelah ini aku akan menikahinya secara sah, beritahu pada mereka bahwa aku yang meminta karena kebutuhan yang mendesak, kirimkan surat keterangan elekroniknya dalam waktu 10 menit aku tidak punya banyak waktu" ujar Husein menjelaskan.


"Baik Tuan, akan segera saya kerjakan" jawab Penerima telepon mengakhiri sambungan.


"Husein... aahhhh" ujar Indri mendesah menarik - narik gamis full kancing yang ia kenakan, hingga beberapa mata kancing terlepas dan memperlihatkan tank top berwarna hitam yang ia kenakan.


"Aku harus menghilangkan rasa panas yang menjalar ditubuhnya" Ujar Husein terbelalak, aliran darahnya berdesir hebat tubuhnya meremang melihat kelakuan Indri yang hilang kendali.


"Husein... Tolong aku" Indri menarik pergelangan tangan Husein hingga Husein tertarik dan hampir terjatuh diatas tubuh Indri jika saja dia tidak melepaskan cekalan tangan Indri.


"Agh aku bisa gila menghadapi mu yang seperti ini" Geram Husein setengah berteriak melampiaskan kekesalannya yang tak bisa menyalirkan hasrat kejantanannya.


"Sadar Husein kau tidak boleh kalah oleh hawa nafsu, Ya Allah kuatkan hamba" gumam Husein seraya menyadarkan dirinya sendiri.


"Husein... pannaass.. toolloonngg.. peeelluukk akkuu" ******* Indri yang semakin menjadi membuat Husein frustasi dibuatnya, dia juga sama menginginkannya tapi jika itu terjadi Indri akan semakin jauh darinya.


Husein mengendong Indri ala bridal style membawanya ke kamar mandi untuk menghilangkan efek obat perangsang yang ia rasakan, disepanjang perjalanan dar ranjang ke kamar mandi Indri tak henti - hentinya menciumi pipi serta bibir Husein dengan liar menyalurkan hasratnya.


Husein hanya bisa menarik nafas dan menghembuskan nafas secara perlahan untuk tetap bisa berfikir jernih tanpa membalas semua perlakuan Indri padanya.


Husein mendudukan Indri di toilet duduk yang tertutup, tangan indri Husein cengkram kuat dengan satu tangan agar tidak melawan, sedangkan tangan satunya mengarahkan shower tepat diatas kepala Indri.

__ADS_1


"Maafkah aku Indri hanya ini yang bisa aku lakukan, aku pun sama menderitanya saat ini" Ujar Husein saat melihat Indri menjerit menolak perlakuan yang Husein berikan.


Setengah jam berlalu hingga akhirnya perlahan Indri bisa lebih tenang dan tidak melawan lagi.


"Syukurlah efek obat perangsang itu sudah menghilang" ujar Husein menatap kasihan pada wanita yang ada dihadapannya.


Tatapan nanar Indri perlihatkan pada Husein dia tampak setengah sadar dan tak lama terkulai lemas.


Husein segera menghandukinya tanpa membuka pakaian yang masih menempel di tubuh Indri, dia tidak mau semakin hilang kesadaran jika melakukan hal itu.


Husein membalut Indri dengan kimono handuk yang tersedia dikamar mandi, setelah membaringkan Indri di atas ranjang, Husein kembali ke kamar mandi untuk menenangkan junior yang sedari tadi masih menegang.


Dibawah kucuran air shower yang dingin Husein menahan kesal pada dua lelaki yang sudah mencelakai Indri dan berujung penderitaan bagi dirinya.


Usai mendinginkan suhu tubuhnya Husein keluar dengan balutan handuk yang melilit indah di pinggangnya hingga memperlihatkan tubuh atletis serta bongkahan roti sobek diarea perutnya.


Terdengar suara ketukan pintu didepan kamar yang Husein pesan.


"Itu pasti dari kepolisian, sial surat keterangan itu belum aku dapatkan" gumam Husein sedikit panik


Husein menghampiri pintu mencoba mencari tau siapa yang ada dibalik pintu.


"Selamat malam Pak, kami dari kepolisian saat ini kami sedang melakukan razia penertiban pasangan - pasangan tidak resmi yang marak melakukan tindak asusila di area puncak, kami selaku pihak kepolisian bermaksud memeriksa surat - surat keterangan setiap tamu yang berkunjung di wisma serta hotel sekitar puncak" Ujar Seorang polisi laki - laki bernama Malik yang tertera jelas dalam seragamnya.


"Baik pak, tapi maaf bisa di luar tanpa masuk Istri saya baru selesai mandi" Ujar Husein mencoba berbincang untuk mengulur waktu.

__ADS_1


"Kami akan memerintahkan Apribda April untuk memeriksa istri anda" Ujar Polisi bernama Malik yang diketahui berpangkat perwira.


"Siap komandan" ujar Apribda April, menerima perintah dan memasuki kamar hotel yang di tempati Husein dan Indri.


"Baik Pak" Ujar Husein menyetujui jika yang masuk adalah polisi wanita.


"Bisa saya melihat dokumen resmi yang menyatakan jika anda pasangan suami istri?" pinta Perwira Malik pada Husein.


"Baik Pak sebentar" jawab Husein dia menghampiri kamar mencari Handpone yang dia letakan diatas nakas.


Saat hendak mengirim pesan, sebuah dokumen berbentuk pdf di terima olehnya, setelah tauisi dokumen itu senyum tipis melngkung sempurna diwajah tampan Husein.


"Ini Pak dokumen asli dari kantor kelurahan, saya tidak membawa bentuk fisiknya hanya bisa menunjukan bukti elektroniknya, saya memang baru melaksanakan nikah siri minggu kemarin dan berniat melakukan nikah sah secara agama dan negara bulan depan" Ujar Husein memperlihatkan dokumen pdf yang menyatakan bahwa dia dan Indri adalah pasangan nikah sirih yang sah secara agama.


"Selesai komandan, Istrinya sedang tertidur kami telah memeriksa isi kamar hotel tidak ditemukan sesuatu yang mencurigakan atau obat - obat terlarang" ujar Apribda April setelah selesai menggeledah kamar Hotel yang mereka tempati.


"Baik keterangan yang anda berikan belum bisa kami percaya sepenuhnya, untuk bukti lebih kuatnya kami tunggu bentuk fisiknya besok pagi di kantor, anda dan istri anda wajib lapor untuk membuktikan bahwa anda benar sudah menikah sirih, sebagai jaminan KTP anda dan istri anda kami tahan" Ujar perwira polisi yang bertugas


"Baik Pak" Jawab Husein bersyukur bisa menyudahi ini semua.


"Terima kasih atas kerjasamanya selamat malam" ujar Perwira polisi dan kedua rekannya pamit undur diri.


"Selamat malam" Jawab Husein lalu menutup pintu kembali.


"Syukurlah, setidaknya kami tidak harus mendatangi kantor polisi untuk malam ini" ujar Husein menghela nafas saat pintu tertutup rapat.

__ADS_1


Husein memandangi Indri yang terbalut selimut tebal yang hanya menyisakan raut wajahnya saja.


"Malam ini aku tidak akan bisa tidur" Keluh Husein menyadari ketidak berdayaannya.


__ADS_2