Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Siksaan lahir dan batin


__ADS_3

Sesuatu yang hangat tapi sedikit basah terasa menempel di kening Melati.


Melati pun menggeliat perlahan,melemaskan otot-otot nya yang terasa kaku.


"Selamat pagi mama "


"Suara itu ... bukannya suara Gea?" batin Melati masih dalam kondisi setengah sadar. Mata Melatipun belum mampu terbuka.


Perlahan Melati memaksa diri untuk membuka matanya.Melati mulai menggosok matanya.pelan sambil mencoba untuk membuka matanya.


Samar ia mulai melihat sosok mungil berambut panjang.


"Mama ... hari ini kita ke sanggar kan?" kembali Gea bertanya dan membangunkan mamanya dari tidur pulasnya.


"Kapan ma kita ke Sanggar lagi? Gea ingin ikut latihan menari lagi." rengek Gea sambil menggoyang-goyangkan tubuh Melati.


"Sanggar?" Mendengar kata sanggar Melatipun langsung terbangun.


Setelah pandangan Melati menyapu sekeliling ruangan. Akhirnya ia sadar bahwa dirinya berada di kamar Gea.


Melatipun berusaha untuk mengingat ada apa sebenarnya yang terjadi. Hingga dirinya tertidur di kamar Gea.


Sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing ia berusaha untuk mengingat apa yang terjadi.


Tiba-tiba terdengar teriakan dari balik kamar Gea.


"Melati! Woiii! Dimana kamu,?"


Mendengar suara teriakan yang tak asing lagi di telinganya. Melati secara reflek hendak berlari keluar kamar tetapi sebelumnya ia memberi pesan pada Gea untuk tidak mengikuti dirinya dan tetap berada di kamarnya menjaga adiknya.


Karena bagi Melati dengan tetap di kamar jauh lebih aman untuk anak-anaknya daripada bertemu ayah mereka yang sedang tersesat


Setelah memastikan keamanan kedua anaknya. Melatipun keluar kamar untuk menemui Leo.


Betapa terkejutnya ia melihat suaminya bersama seorang wanita yang begitu Sexy bergelayutan manja sambil menempelkan dan menggerak-gerakan tubuhnya pada tubuh Leo. wanita itu hanya menggunakan blus yang begitu tipis dan tanpa dalaman sehingga apa yang seharusnya tidak terlihat oleh mata dapat dilihat dengan jelas.


Melati akhirnya sadar dan ingat apa penyebab dirinya tertidur di kamar Gea.


Ya semalam suaminya tanpa memikirkan perasaannya membawa seorang wanita bayaran itu masuk ke kamarnya.


Sehingga ia berlari ke kamar Gea untuk menjauh dari suaminya dan menenangkan dirinya yang syok menerima kenyataan yang ada di depannya.


Selama ini sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya sedikitpun se-brengsek brengseknya suaminya tidak mungkin ia akan membawa seorang wanita bayaran ke rumah . Tetapi kenyataannya.... hancur sudah semua harapan Melati pada suaminya.


Dan sekarang wanita bayaran itu masih berada di rumahnya yang seharusnya adalah istananya dan dirinya lah satu-satunya ratu di rumah ini tetapi kenyataan yang ada berbanding terbalik


Kini istananya telah hancur dan ternoda bersamaan dengan hancurnya perasaan serta harga dirinya sebagai pemilik istana dan ratu di rumah ini.


Melati berusaha bersikap tenang sambil menahan diri.


" Nah akhirnya muncul juga. Mana makanannya aku mau sarapan!" bentak Leo.


"Sudahlah mas kita makan di luar saja. Sepertinya dia belum masak apapun untuk kita." sahut wanita bayaran itu.


"Apa! Masak buat mereka? Gila wanita ini punya hati dan otak tidak? Benar- benar gila!" batin Melati yang sudah berkecamuk tak karuan.


"Dasar pemalas! Sini kamu!" Leo menyeret Melati ke kamar.


"Ahhh lepaskan! Leoo! lepaskan!" teriak Melati.


Lalu bunyi pintu ditutup dengan sangat keras.


Gea yang mendengar teriakan mamanya. Memeluk adiknya seolah olah ingin melindungi adiknya dari kemarahan papanya. Gea yakin mama sedang dihukum oleh papanya.


Air mata ketakutan dan sedih menetes di pipi ranumnya. Tiba-tiba perasaan sedih dan sakit ia rasakan membayangkan mamanya disiksa oleh papanya


"Dante ... tenang ya ...jangan nangis ya dek... kakak takut kalau papa dengar kamu nangis terus papa marah.Kakak gak mau kamu dihukum sama papa. Kakak takut tidak bisa melindungi mu. Badan papa besar" tangis Gea sambil mencium adiknya penuh rasa sayang .


Tubuh mungil Gea bergetar takut .Takut papanya datang dan menghukum mereka berdua ."Kasihan Dante masih kecil. Kata mama tulang Dante masih belum kuat .Kalau papa menghukum Dante bagaimana?' pikir Gea cemas dalam ketakutannya.


....................................................


"Aku butuh lima juta. Besok uang itu sudah harus ada di tangan aku." bisik Leo sambil mencengkram leher Melati


"Lima juta? Aku tidak punya uang sebanyak itu." protes Melati.

__ADS_1


"Kamu kira aku jin Aladin ... setiap kamu butuh berapapun langsung tersedia di depan mata hah?" tolak Melati emosi


Melati benar-benar sudah hilang rasa hormatnya pada Leo.Kenarin ia masih bisa memaafkan semua kebrengsekan Leo dan masih berharap suatu saat Leo akan kembali menjadi Leo yang dulu ia kenal. Walaupun harapan itu sangatlah tipis.


Tetapi sejak kejadian semalam. Melati merasa harga dirinya benar-benar telah diinjak-injak oleh Leo dan tidak ada gunanya lagi berharap pada seseorang yang jelas-jelas tidak menghargai nya lagi sebagai istri.


"Dengar ya ..aku tidak mau tahu bagaimana dan darimana kamu mendapatkannya yang aku mau, besok uang lima juta itu sudah ada untukku. Mengerti!" ucap Leo penuh penekanan.


"Aku benar-benar gak ada Leo. Aku tidak mungkin----"


PLAK


Suara tamparan yang sangat keras mampir di pipi kanan Melati


"Aku bilang aku tidak mau tahu! Pokoknya besok uang itu harus ada ! Ngerti !" bentak Leo sambil menjendulkan kepala Melati hingga terbentur tembok di belakangnya.


Lalu dengan tanpa rasa bersalahnya Leo pun berlalu pergi sambil memeluk dan mencium wanita bayarannya itu.


Melati hanya bisa menangis meratapi pernikahan nya yang bagaikan neraka dunia .


Ingin berlari sejauh-jauhnya dan melupakan semua nya tetapi bagaimana mungkin tidak bisa dipungkiri kedua anaknya adalah benang penghubung dirinya dan Leo.


"Arrgghhh" teriak Melati dalam tangis histerisnya .


"Kenapa ... Kenapa ujian yang Kau berikan padaku begitu berat Tuhan. Aku harus bersabar bagaimana lagi?? Aku harus bagaimana ?? " teriak Melati sesenggukan.


.....................................................


Mendengar suara mobil papanya menjauh meninggalkan rumah mereka. Gea mencoba memberanikan diri untuk keluar dari kamarnya.


"Sebentar ya dik. Kakak mau cari mama dulu. Nanti kakak akan kembali lagi kesini bersama mama." Gea mencium adiknya lalu perlahan meninggalkan kamarnya dan mencari mamanya.


Sepi ... hening .. tidak ada lagi suara teriakan dan bentakan seperti yang tadi ia dengar.


"Ma... mama ..." panggil lirih Gea masih dengan perasaan takut pada papanya.


Mendengar suara lirih Gea. Melati menghentikan tangisnya. Bagi Melati sehancur hancurnya dirinya ia tidak mau anaknya melihat dirinya dalam keadaan tak berdaya dan menyerah. Ia harus menjadi manusia yang tegar dan kuat dimata anak-anaknya. Agar anak-anaknya kelak tidak menjadi pribadi yang gampang menyerah dan cengeng.


"Iya sayang mama disini." sahut Melati sambil berusaha menghapus air matanya.


Melatipun keluar dari kamarnya.


"Mama tidak apa-apa kan? Papa tidak menyakiti mana kan?" tanya Gea beruntun.


Melati hanya tersenyum. "Tidak sayang mama tidak apa-apa. Yuk kita temani Dante." ajak Melati.


Sebelumnya Melati sudah meminta ijin untuk tidak masuk kerja hari ini . Rasanya tidak mungkin juga bagi dirinya masuk kerja dengan wajah sembab akibat menangis semalaman .


Seharian ini dipergunakan Melati untuk Quality Time dengan berkumpul dan bermain bersama kedua anak-anaknya.


Berada di tengah kedua malaikat kecilnya membuatnya sangat bahagia dan mengobati semua kekecewaan yang dirasakannya.


......................................


Tidak terasa satu malam lagi telah berlalu. Gelap nya sang malam kini telah berganti dengan terangnya pagi yang ditandai dengan kehadiran sang Surya di ufuk timur


Melati berdiri di depan jendela kamarnya. Entah apa yang dipikirkannya semuanya terasa gelap dan sepi bahkan berada di tengah keramaian pun dirinya tetap saja merasa sepi.


Semalam Leo tidak pulang. Entah harus merasa senang atau sedih saat mendapati suaminya tidak pulang semalam.


Terdengar pintu kamar diketuk lembut.


"Gea ya?" tanya Melati.


"Iya ma ... ini Gea anak mama yang paling cantik dan imut ." jawab Gea.


Mendengar jawaban Gea. Melati pun tersenyum.


" Masuk sayang ..." sahut Melati dari dalam.


"Hari ini kita ke sanggar kan ma?' tanya Gea.


Sebenarnya Melati ingin ijin tidak masuk lagi hari ini. Tetapi rengekan Gea dan keinginan nya yang besar untuk berlatih menari membuat Melati tidak sanggup untuk menolaknya.


Setelah semua persiapan ke Sanggar beres. Lalu berangkat lah mereka ke Sanggar.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan ke Sanggar Gea berceloteh dengan gembiranya sambil menunjukkan pada mamanya gerakan tari yang sudah ia pelajari sebelumnya. Melati sangatlah bangga. Gea sekecil ini sudah hafal beberapa gerakan tari yang ia pelajari Minggu lalu.


................................................


Bunyi telepon Melati berbunyi.Tertulis di layar nama Christian .


"Ya hallo Tian! Melati disini ada yang bisa dibantu?"


" Mel kamu sudah tidak sakit lagi kan? Kata Lusi kemarin kamu ijin tidak masuk kerja ? " tanya Christian.


"Iya... tapi sekarang sudah baikan kok!' jawab Melati sekenanya.


" Syukurlah kalau kamu sudah fit kembali. Oh ya aku titip Sanggar ke kamu ya. Hari ini aku lagi meeting dengan kepala yayasan Cita Kasih.Jadi aku sepertinya tidak ke Sanggar." jelas Christian.


"Baik Tian .. pasti. Semoga sukses ya!" lalu hubungan telepon terputus


......................


Brakkk


Bunyi pintu dibuka kasar . "Melati ...Mel!" teriak Leo mencari Melati.


Perutnya terasa lapar. Dengan langkah gontai Leo menuju ke meja makan. Biasanya sebelum berangkat ke tempat kerja Melati selalu menyiapkan makan pagi buat suaminya.


Betapa terkejutnya Leo saat melihat meja makannya kosong .Tak ada apapun yang tersuguh disana bahkan nasi putih saja tidak ada.


Leo menendang meja makan dan memporak porandakan semua yang ada dihadapannya.


"Awas kau Mel,! Mau bermain-main denganku.?!" geram Leo menahan emosi.


Lalu ia berjalan ke kamar menuju lemari tempat biasa Melati menyimpan uang disana. Ternyata kosong.Bahkan uang yang ia minta pun tidak ada


Wajah Leo semakin memerah menahan amarah .Rentenir telah menagih padanya untuk segera melunasi hutang-hutangnya. Kalau sampai ia tidak mengembalikannya beserta bunganya habislah dirinya.


Lalu Leo menyambar kunci mobil yang tadi ia letakkan diatas meja lalu mengendarai mobilnya menuju Sanggar Kirana tempat Melati bekerja.


Sesampainya Leo di tempat kerja Melati.Dengan langkah yang begitu penuh emosi ia memasuki Sanggar dan tanpa berkata apapun saat melihat Istrinya. Leo langsung menarik paksa rambut Melati hingga Melati menjerit kesakitan.


Tidak hanya berhenti disitu saja Melatipun dihajar habis-habisan hingga teman-temannya menjerit terkejut dan ketakutan.


Gea yang melihat mamanya dihajar oleh papanya menjerit histeris.


"Mama! papa cukup pa.. stop pa ...kasihan Mama... cukup pa!"


"Gea janji gak nakal lagi pa.... cukup pa Jangan hukum mama!" tangis Gea pilu


Selama ini yang Gea tahu bila ia nakal mamanya yang mendapat hukuman dari papanya.


Teman- teman Melati pun ikut menangis pilu mendengar nya.Mereka juga berusaha menutup mata Gea agar tidak melihat hal-hal yang tidak patut ia lihat. Tetapi terlambat Gea sudah melihatnya.


Puas menghajar istrinya hingga pingsan. Dengan tenang nya ia pergi meninggalkan Melati begitu saja.


Salah satu teman Melati menelpon ambulance untuk membawa Melati ke Rumah Sakit


Gea menangis sambil terus memeluk mamanya


"Ma... bangun ma... Gea janji gak nakal lagi Selalu nurut kata mama. Gea gak nakal kok ma! Bangun ma!" tangis Gea.


"Gea tunggu di kamar ya temani adik Gea. biar mama dirawat dokter dulu. Kakak janji mama Gea akan baik-baik saja kok !" Rianti salah satu pelatih di Sanggar Kirana berusaha menghibur dan menenangkan Gea.


"Bisa minta tolong teleponkan Tante Velly kak.?" tanya Gea sesenggukan.


"Bisa sayang bisa tunggu ya ! Kakak telepon Tante Velly dulu. Kamu tunggu disini dulu temani Dante."


Gea pun mengangguk.


Lalu Rianti menelepon Velly dan menceritakan tentang apa yang baru saja terjadi di Sanggar


"Gila Leo ! Okay Rianti aku titip Gea dan Dante dulu ya . Aku mau ke Rumah Sakit urus Melati setelah itu aku ambil Gea dan Dante . Terima kasih banyak info dan bantuannya." ucap Velly


"Baik kak Velly " jawab Rianti


Lalu Velly pun meluncur ke Rumah Sakit.


...................................................

__ADS_1


Ikuti terus kisahnya jangan lupa tap favorit, komen dan like yaa


Happy Reading.


__ADS_2