
"Satu lagi ! Beri aku satu lagi! Satu lagi!" Leo setengah sadar terus meminta minum lagi dan lagi tidak terasa sudah beberapa sloki minuman keras diteguknya.
'Heii om Leo! Om Leo kan? Cukup ! Sudah terlalu banyak yang om minum. Mas berapa semua yang ia minum. Aku yang bayar! " ucap seseorang yang sepertinya mengenal Leo dengan baik.
Lalu dengan bersusah payah laki-laki itu memapah Leo untuk keluar dari Cafe tersebut.
"Berikan aku satu sloki lagi.... satu kali lagi Heiii!" Leo kembali meracau tak tahu keadaan.
Lelaki itu memasukkan Leo kedalam mobilnya. "Ayoo om masuk!" paksa laki-laki misterius tersebut.
"Aku mau satu sloki lagi!" teriak Leo.
Laki-laki misterius itu tidak menggubrisnya dan langsung membawa Leo pergi menjauh dari Cafee tempat Leo mabuk-mabukan tadi.
.............
Dalam perjalanan pulang tak henti-hentinya Gea bercerita tentang teman-temannya dan pujian yang ia dapatkan dari guru. dan teman-temannya.
"Nah itu yang dinamakan hadiah bagi anak yang rajin berlatih .!" jelas Christian.
"Punya banyak teman dan disayang banyak orang termasuk ibu dan bapak guru." tambah Melati.
"Dan tentu saja disayang mama dan ---" belum selesai Christian berucap.
"Om Tian!" Lalu Gea mencium kedua pipi mama dan Christian.
Christian dan Melati pun hanya bisa terdiam.dan tenggelam dalam pemikiran mereka sendiri.
"Kak Ea ...obil" tunjuk Dante pada gambar yang ada di buku Dante.
__ADS_1
'Iya Dante itu mobil polisi." jelas Gea.
Melatipun bahagia kedua anaknya selalu bersikap baik
Tidak terasa airmata nya turun tanpa seijin dirinya terlebih dahulu. Meluncur begitu saja di pipi mulus Melati.
Melihat Melati berusaha menyeka airmatanya.Christian mengambil beberapa lembar tissue dan diberikannya pada Melati.
"Nih Mel!" Sambil tetap fokus mengendarai mobilnya Christian memberikan tissue pada Melati.
"Terima kasih Tian."
Tian hanya tersenyum.dan memandang lembut Melati.
Entah kenapa ada perasaan seperti ada aliran listrik kecil menyengat tubuhnya.
Melati dan Christian pun hanya terdiam dan tenggelam dalam pemikiran mereka masing-masing
.......................................
"Heiii cantik!" sapa Velly kepada Gea. Kemudian Velly mengangkat Gea dan mutarkan tubuh Gea .
Gea tertawa lepas "Cukup! Tante Velly ....Gea udah besar! Turunkan Gea!" protes Gea tetapi Velly terus mengangkat Gea dan membawanya memutar.
"Tante.... Gea tadi baca puisi lho. Semua orang bertepuk tangan dan memberi selamat. Gea senang banget " lapor Gea pada Velly.
"Wah Gea hebat nih? Keponakan siapa dulu?" goda Velly.
"Tante Velly donk!" Lalu mereka pun tertawa bersama .
__ADS_1
Melati dan dan Christian pun hanya tersenyum melihat keakraban Gea dan Velly.
"Mauu...mauu.." Tiba-tiba Dante berlari ke arah Velly sambil mengangkat kedua tangannya ke arah Velly.
"Vell! Tuh Dante pengen digendong kamu!" Melati memberitahu Velly kalau sedang ditunggu Dante.
"Haii Dante kamu juga mau digendong seperti kakak Gea?" tanya Velly
"Mauu...mauu!" sahut Dante dengan girangnya
Velly menurunkan Gea lalu berganti dengan menggendong Dante.
"Yuk Dante siap...satu dua tiga ! Pegangan erat pada Tante sayang!" Velly pun menggendong dan rmembawa Dante berputar putar.
"Yeahh" Dante berseru gembira dan tertawa ceria.
............................................................
"Om Leo ...ada apa dengan om? Kenapa om nekad melakukan ini semua? Kenapa om?" Zelo mencoba menyesali keterlambatan dirinya dalam turun tangan terhadap permasalahan rumah tangga pamannya.
"Andai papa masih ada Zelo yakin papa akan mencegah semua ini terjadi.Om pasti bisa hidup bahagia bersama Tante Melati." gumam Zelo.
"Kasihan Tante Melati, ia tidak tahu apa-apa kalau rumah tangga mereka harus dikorbankan demi hidup kakek." Zelo menarik napas panjang dan menghembuskannya kembali.
.......................................................
Apa sebenarnya yang terjadi kenapa rumah tangga Melati menjadi korban? Ikuti terus yuk kisahnya.
Bila suka jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan tap Favorit.
__ADS_1
Happy Reading.