Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Ketakutan


__ADS_3

"Dante gak mau! Lepaskan!" Dante berusaha berontak.


"Dante stop! Berhenti Dante ini papa!" teriak Leo.


"Papa?" batin Dante dengan mata terbelalak.


Dante pun terdiam.Ketika ia tahu papanya yang ternyata menariknya tadi.


Kemudian Dante membalikkan badan menghadapi Papa nya.


"Kenapa papa menculik Dante?" tanya Dante tanpa rasa takut.


Walaupun sebenarnya Dante merasa takut dengan papanya bila mengingat cerita kak Gea tentang papanya yang sering menghukum mamanya.Tetapi Dante ingat kata om Tian bahwa sebagai laki-laki kita harus berani menghadapi apapun selama kita tidak salah kita tidak boleh takut.


Berpegang pada apa yang diajarkan Christian Dante berusaha membuang rasa takutnya.


"Karena kamu tidak pernah menyapa papa apalagi kakak kamu itu selalu kabur bila lihat papa" protes Leo.


"Itu karena papa jahat!" teriak Dante.


Tangan Leo sudah mulai melayang ke udara dan hampir mendarat ke pipi Dante.


"Om Leo hentikan!" Tangan Zelo dengan cepat menangkap tangan Leo yang hampir saja mengenai pipi Zelo.


Jantung Dante terasa berhenti ia pun sudah memejamkan matanya sesaat ketika mengetahui papanya melayangkan tangannya untuk menampar dirinya.


Tetapi untungnya kedatangan Zelo tepat waktu.Zelo heran kenapa pamannya bisa se-ringan itu tangannya melayangkan tamparan ke arah anak se- kecil Dante.

__ADS_1


"Dante sayang" Zello langsung memeluk Dante yang terlihat sedikit ketakutan.


"Jangan takut ya tadi papa hanya bercanda kok. Oh ya kamu kok bisa ada disini Bagaimana ceritanya?" selidik Zelo.


"Diculik papa" jawab singkat Dante.


Zelo hanya bisa menelan salivanya saat mendengar cerita Dante.Ia tidak menyangka pamannya bisa berbuat sejahat itu menculik anak sendiri dan hampir menamparnya juga.


Zelo mengambil ponselnya lalu menelepon Melati.


"Hallo Tante ini Zelo.Dante saat ini bersama saya. Tante gak perlu khawatir, Dante aman kok Tante." jelas Zelo pada Melati.


Zelo dan Melati pun akhirnya sepakat bertemu di rumah Velly.Zelo yang akan mengantarkan Dante ke rumah Velly.


"Om ayo ikut ke rumah Tante Velly. Kita antar Dante pulang." Zelo berusaha memberi kesempatan pamannya untuk berbuat baik .


"Om ngapain juga pake acara culik Dante sih? Semua pada kebingungan mencari tuh. Om ini sukanya bikin heboh" celetuk Zelo geram.


"Aku kan papanya berhak dong bila ingin dekat dengan anak sendiri." bantah Leo.


"Dekat sama anak memang tidak salah om tapi cara om dekat sama anak itu yang salah" sahut Zelo sewot.


"Percuma juga ngomong panjang lebar pada om Leo tetap saja pemikirannya yang paling benar." batin Zelo


"Ah sudahlah.Om ikut ngantar Dante gak? Om mau minta maaf ke mamanya tidak?" tanya Zelo.


"Ya sudahlah yuk" Leo menghampiri Dante "Sini papa gendong" Leo membungkukkan tubuhnya hendak menggendong Dante.

__ADS_1


Dante masih teringat ayunan tangan papanya tadi yang ditujukan padanya.Dante pun langsung bersembunyi di balik tubuh Zelo.


"Tuh kan Dante jadi takut sama om.Zelo yakin sekarang kenapa Gea juga trauma sama om pasti om sering bikin Gea ketakutan." Zelo mengambil kesimpulan dari apa yang dilihatnya.


"Enak saja mereka sendiri yang menjauh dari ku" bantah Leo membela diri.


"Ya sudahlah kita berangkat sekarang. Yuk Dante sudah ditunggu mama." Zelo menggandeng Dante lalu menyuruhnya duduk di kursi belakang.


Akhirnya Zelo dan Leo mengantar Dante pulang menemui Melati.


..................................


"Mana Mel katanya Dante diantar kesini?" tanya Velly tidak sabaran.


"Bener kan Zelo yang bersama Dante bukan Leo?" kembali Velly bertanya untuk meyakinkan keadaan Dante.


"Mel tadi Zelo bilang tidak bagaimana Dante bisa bersama dia?" tanya Christian.


Melati hanya menggelengkan kepalanya.


"Zelo hanya bilang kalau Dante ada bersama dia.Dan akan ia antar ke sini.Hanya itu" jelas Melati.


"Mamaaaa!!" tiba-tiba suara Dante terdengar nyaring dan nyata.


"Dante?"Melati mencari sumber suara tersebut.


Semua menoleh ke arah pintu gerbang.

__ADS_1


..................................................


__ADS_2