
Tanpa pikir panjang lagi Christian menggendong Melati dan membawanya ke mobil. Lalu Christian memberi sedikit pengarahan pada pegawainya yang lain untuk menggantikan Melati mengontrol kegiatan Sanggar. Lalu Christian masuk ke mobilnya kembali.
Melihat Melati meringis kesakitan dan darah yang mengalir terus diantara kedua pa-ha nya. Membuat Christian merasa khawatir."Sabar ya Mel. Kita segera meluncur ke Rumah Sakit " ucap Christian berusaha menenangkan Melati sekaligus dirinya sendiri.
Ini pengalaman pertama Christian menghadapi wanita yang akan melahirkan. Sedikit grogi dan takut sesuatu terjadi pada baby yang ada di kandungan Melati.
Melati terus melatih pernafasannya untuk meringankan rasa sakit yang mulai dirasa olehnya..
Christian mencoba menenangkan perasaannya sendiri.
Sesampainya di parkiran Rumah Sakit. "Mel tunggu sebentar ya.!' ' Kemudian Christian turun dari mobilnya menyampaikan pada petugas Rumah Sakit untuk mempersiapkan ranjang dorong untuk pasien bersalin.
Setelah melaporkan kedatangannya. Christian secepat mungkin kembali ke mobil untuk mengambil Melati.
"Ayo Mel!" Christian menggendong Melati dan kemudian disambut oleh petugas Rumah Sakit untuk segera dibawa ke ruang bersalin.
Setelah Melati dibawa ke ruang Bersalin. Christian menghubungi Velly untuk memberitahu keadaan Melati dan dimana mereka sekarang berada.
"Baiklah Tian. Makasih ya atas bantuannya. Tolong kamu temani Melati disana dulu ya, mungkin dokter atau suster butuh bantuan kita. Aku langsung perjalanan kesana sekarang." pesan Velly.
"Siap Vell!" sahut Christian.
Christian membasuh tangannya terlebih dahulu di wastafel. Kemudian berjalan mondar mandir di depan kamar bersalin.
Tidak lama kemudian.
"Om Tiannnn!" suara mungil yang tidak asing lagi ditelinganya.
Christian menoleh ke arah sumber suara.Terlihat si imut menggemaskan Gea berlari ke arahnya.
"Haii Gea" sambut Christian membungkukkan badannya sedikit lalu memeluk dan menggendong Gea.
"Om adik Gea sudah mau lahir ya?!" celoteh Gea.
"Iya sayang sebentar lagi adik Gea lahir. Kita berdoa yuk buat mama. Semoga mama Gea diberi kelancaran untuk kelahiran adik Gea.Amin." Doa Christian dan Gea.
Velly yang melihat keakraban antara Christian dan Gea pun trenyuh.. Kasihan Gea sejak kecil ia tidak pernah merasakan kebersamaan yang hangat dengan papanya.
.................................................
(Setelah menunggu hampir satu jam )
"Vell... papanya Gea sudah diberitahu?" tanya Christian sambil melihat sekeliling.
Velly bingung menjawabnya. Mau jujur takut dibilang penyebar aib orang.
"Vell...??" tanya Christian sekali lagi.
"Sini! Gea nya biar aku yang gendong.Nsnti kamu capek lho " Velly mencoba mengalihkan pembicaraan saat melihat Gea tertidur pulas di gendongan Christian.
"Gak apa-apa Vell.Kasihan nanti dia terbangun." Sambil membelai rambut Gea.
Velly tersenyum terharu melihat Gea tertidur pulas dalam gendongan Christian."Andai Leo bisa bersikap waras.Gea pasti akan bahagia " pikir Velly.
"Keluarga Melati Kusuma Wardhani?!" panggil suster.
"Iya sus!" sahut Christian.
"Velll dipanggil suster tuh!"
"Oh yuk Tian!" Velly setengah berlari menghampiri suster.
"'Ada apa ya sus.?" tanya Velly.
"Ibu keluarganya ibu Melati?"
"Iya suster kami keluarganya ibu Melati.." sahut Velly.
"Pasien mengalami pendarahan hebat dan saat ini stok darah golongan A kami kosong. Mungkin keluarga ada yang mempunyai golongan darah A nanti kami cek lagi kalau cocok akan kami jadikan pendonor.' jelas suster.
"Kami butuh segera ! Demi keselamatan ibu Melati."
"Ambil darah saya saja sus kebetulan golongan darah saya A silakan diperiksa." tawar Christian.
"Tian...."
Christian tersenyum "Golongan darah aku A Vell mungkin bisa menolong Melati." sahut Christian.
"Silakan ikut saya" Kemudian suster berjalan meninggalkan mereka.
"Titip Gea sebentar ya Vell."
"Iya Tian .Terima kasih ya semoga cocok dan bisa segera dipergunakan untuk menolong Melati" Velly khawatir dengan keselamatan sahabatnya itu
"Amin." Christian langsung berlari mengikuti suster tadi untuk di tes kecocokan darahnya dengan darah Velly.
....................................................
"Mana istriku ! Panggil istriku kemari! " teriak Leo mabuk ..
Beberapa polisi disana berusaha menyadarkan Leo Tetapi belum berhasil.
__ADS_1
"Orang ini benar-benar mabuk berat . Berapa banyak ia minum hingga seperti ini. Keluarganya sudah dihubungi kan?" tanya salah satu polisi.
"Istrinya sedang di Rumah sakit Ndan sedang lahiran.Sepertinya kaget mendapat berita kalau suaminya mabuk dan melakukan kekerasan dan pelecehan." sahut polisi lain
"Kasihan istrinya.Hamil tua suaminya gila!"
..............
"Selamatkan sahabat aku Tuhan.Kasihanliah dia dan anak-anaknya." doa Velly dalam hati.
"Keluarga Melati?" panggil suster
"Iya.. saya sus,!" sahut Velly.
"Selamat ya... Bu Melati sudah melahirkan. Bayinya laki-laki! "
"Wow sepasang nih! terima kasih ya sus!" sahut Velly kegirangan.
"Sus.. saya boleh menengok teman saya yang jadi pendonor tadi.?"
"Boleh! Oh ya nanti kalau mau lihat bayinya langsung di depan ruang bayi ya Bu" pesan suster.
"Baik sus ! terima kasih banyak " Lalu Velly langsung menemui Christian sambil menggendong Gea.
.........................................................
"Hai Tian bagaimana kondisi kamu?"
"Vel... kata suster, darah aku cocok. Melati bagaimana? Aman kan?" tanya Christian
" Terima kasih Tian. Melati sudah melahirkan bayinya laki-laki." jawab Velly.
Christian pun lega mendengarnya
"Terima kasih Tuhan ." ucap syukur Christian dalam hati
"Om Tian ...., Om kenapa? Sakit juga ?" tanya Gea sambil menggosok gosok matanya yang masih kabur karena baru bangun tidur.
"Wah Gea dah bangun nih. Yuk kita nengokin adik Gea." ajak Velly.
"Adik Gea udah lahir Tante?" tanya Gea sambil memeluk Velly.
"Iya dong adik Gea pinter, dia lahir saat Gea sudah bangun" tambah Velly
"Yeeeeah adik Gea sudah lahir! "seru Gea bahagia.
"Yuk Cantik kita temui adik Gea" ajak Christian menggandeng Gea menuju ruang bayi.
"Andai Leo bisa bersikap layaknya seorang ayah.Kebahagiaan yang Gea rasakan pastilah lebih nyata tidak semu seperti sekarang." batin Velly.
"Tante Velly ... ayoo!" ajak Gea sambil menarik-narik tangan Velly.
"Oh iya maaf sayang ... okay yuk kita tengokin dedek bayinya kemudian kita tengokin mama Gea." ajak Velly.
Lalu pergilah mereka bertiga sambil bergandengan menuju ruang bayi.
..................................................
(Beberapa bulan kemudian.)
Gea sedang bermain dengan adik bayinya. Seolah telah mengenali kakaknya adik bayinya terlihat nyaman dan girang bermain dengan kakaknya.Mereka saling tertawa gembira bersama.
Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka kasar.
Dengan begitu terkejutnya Gea menoleh dan mendapati papanya telah pulang dengan sorot mata penuh amarah.
Gea secara reflek dan naluri seorang kakak langsung memeluk adiknya seolah ingin melindungi adik kecilnya dari kemarahan papanya.
"Hmm bayi siapa itu!" bentak Leo pada Gea
"Ini ...adik Gea pa. Dante." jelas Gea yang terus memeluk Dante dengan penuh kasih sayang.
"Hmm dia sudah melahirkan. Pantas dia samasekali tidak pernah menjengukku saat aku di penjara." gumam Leo.
"Dante??? Dia laki-laki?" tanya Leo.
Gea mengangguk sambil terus waspada dengan gerak gerik papanya.Gea tidak ingin papa nya menyakiti Dante.
"Sini kasik papa! Papa mau gendong.!' ucap Leo.sambil mendekat ke arah Gea hendak mengambil Dante
Sebenarnya Gea takut pada papanya badan mungilnya bergetar tetapi demi melindungi adiknya Gea berusaha memberanikan diri untuk melindungi adiknya. Gea semakin merapatkan tubuhnya pada Dante dan memeluk erat adiknya
Leo berusaha menjauhkan Gea dari adiknya. Dan mengambil paksa Dante dari pelukan Gea.
"Jangan pa! Jangan sakiti Dante! " teriak Gea.
Leo semakin emosi karena ditolak Gea. Ia semakin brutal mengambil paksa Dante.
Gea terus menangis sambil memohon agar adiknya tidak diambil oleh papanya.
Dante pun ikut menangis menyadari adanya sesuatu yang tidak nyaman disekitarnya.
__ADS_1
Mendengar keributan di ruang tengah. Melati yang sedang mencuci baju di belakang bergegas berlari masuk ke dalam.
"Gea ada apa sayang? Dante kenapa?" Melati berteriak khawatir mendengar jeritan Gea dan tangisan Dante.
Betapa terkejutnya melati melihat Leo sedang mengambil paksa Dante dari perlindungan kakaknya.
"Cukup Leo ! Lepaskan!" teriak Melati.
Leo pun menoleh dan mendapati Melati sudah berdiri di sebelahnya.
Entah kerasukan setan mana melihat Melati, Leo langsung mendorongnya dan menyudutkannya di tembok.
"Istri tak berbakti. Suami kena musibah tidak ada empati sedikitpun. Kenapa kamu tidak menjengukku sama sekali hah!" geram Leo pada Melati.
"Saat aku diberitahu pertama kali aku benar-benar terkejut hingga perut aku kontraksi dan pendarahan parah." jelas Melati
"Alasan! Setelah kamu lahiran kenapa tetap tidak menjengukku?"
"Aku baru saja keluar dari Rumah Sakit Leo, anak-anak sementara Velly yang urus." ucap Melati
"Lepaskan Melati Leo!"
"Tante Velly!" sambut Gea sambil memeluk Velly.
"Gea temani adik kamu dulu ya.Tenangkan Dante kamu pasti bisa. Kamu kakak yang hebat dan Dante tahu itu." bujuk Velly agar tidak melihat hal-hal yang seharusnya tidak boleh Gea lihat dan dengar.
Gea pun menuruti apa yang dikatakan Velly.
Akhirnya Velly kembali pada Leo dan Melati.
"Leo kamu tidak pernah ada disaat Melati membutuhkan mu membutuhkan sosok suami dan ayah yang baik untuk Gea. Tetapi baru sekali saja Melati tidak hadir disaat kamu di penjara kamu sudah bernyanyi cengeng.!" olok Velly.
"Apa katamu!" teriak Leo.
"Ya.. cengeng! Pengecut" tegas Velly mengatakannya" Kamu masuk di dalam karena ulah kamu sendiri kenapa harus kami empati padamu ?!"
"Kamu ya!" Leo mengepalkan tangannya hendak menghajar Velly.
"Pukul ...pukul! Dasar pengecut beraninya hanya pada wanita!" tantang Velly.
"Velly cukup!" Melati benar-benar ketakutan.
"Sekarang mungkin Leo melepaskannya tetapi setelah Velly pergi ia bakal dihajar habis oleh Leo." pikir Melati.
"Awas kalian! " Leo menunjuk Velly dan Melati. Lalu pergi meninggalkan mereka semua.
"Tenang Mel! Lelaki seperti Leo harus dihadapi dengan berani dan tegas kalau kamu nurut dan takut padanya dia akan menginjak-injak mu." Velly mencoba menenangkan Melati
"Tetapi Vell... aku takut Leo nanti-----"
"Telepon aku kalau Leo berani macam-macam sama kamu." pesan Velly sambil memeluk sahabatnya itu.
Kemudian merekapun berusaha menenangkan Gea dan Dante agar mereka merasa nyaman kembali.
....................................................
Malam semakin larut. Jam di dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam tetapi Leo belum juga menunjukan tanda-tanda kepulangannya.
Walaupun sudah tidak berharap banyak lagi pada Leo tetapi entahlah mungkin karena masih berstatus sebagai istri terasa agak pedih juga bila mengetahui suaminya belum pulang hingga larut malam.
"Pasti dia minum-minum lagi. Enggak kapok-kapoknya kamu Leo." gumam Melati.
Melati pun berjalan menuju kamar anak-anaknya mencium satu persatu kening mereka. Melihat mereka tertidur dengan pulas membuat perasaan bahagia tersendiri baginya.
"Malaikat-malaikat kecilku yang manis." Melati tersenyum bahagia lalu Melati menutup pintu kamar anak-anaknya dan kembali lagi ke kamarnya.
Berdiri sejenak di depan jendela kamarnya melihat langit kelam yang dihiasi beberapa bintang membuat perasaannya menjadi tenang.
Lalu Melatipun berusaha tidur. dan menghangatkan diri dari dinginnya malam dibalik selimut tebalnya
Sempat tertidur sesaat dan terbangun ketika mendengar suara meja kursi berderit.
Melati terbangun dan berusaha membuat dirinya benar-benar tersadar dari tidurnya.
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka.Muncul Leo sedang merangkul seorang wanita dengan pakaian minim dan dada separuh tersembul keluar .
Melihat pemandangan yang benar-benar tak diduganya membuat Melati hanya bisa terdiam terkejut.
"Heii kamu keluar! Hush ....hush ...sana keluar ! Keluar! Atau kamu mau bergabung bersama kami ?? Yukkk!' ajak Leo sambil berusaha memeluk Melati sekaligus mencium wanita sewaan itu.
"Gila kamu Leo! Ini rumah kita kenapa kamu bawa dia kesini! " teriak Melati marah dalam tangis nya.
"Jangan marah dong beb ... yuk kita bersenang-senang bersama!'
"Gila! Lepaskan Leo! Lepas!" Melati berusaha berontak dari pelukan Leo dan berlari menuju ke kamar Gea.
Melati menangis meratapi nasibnya ia tidak menyangka Leo setega itu padanya .
"Kamu jahat Leo! Kamu jahat !" tangis Melati pilu.
.............................................................
__ADS_1