
Dante benar-benar takjub ia berlarian kesana kemari dengan senangnya. Baru hari ini Dante masuk ke sebuah hotel.
"Woww indah sekali taman bunganya ma!" seru Dante kagum.
"Kak Gea ayooo sini kerenn! Wow ini baru namanya pesta." teriak Dante heboh.
Dalam hati Gea sebenarnya sangat bahagia dan takjub dengan semua keindahan yang ada tapi sayang seseorang yang ia tunggu-tunggu kedatangan tidak hadir.Membuat semua kebahagiaan yang Gea rasanya terasa hambar.
Semua tamu undangan teman-teman sekolah dan saudara sepupu Gea sudah mulai berkumpul.
Pesta dimulai tepat pukul sebelas siang diharapkan tepat pukul dua belas acara makan siang sudah bisa dimulai.
Acara demi acara sudah berjalan sesuai jadwal. Kini mulai lah acara utama yaitu tiup lilin dan berdoa memohon suatu permohonan yang diinginkan .
"Tiup lilinnya tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga sekarang juga!" Velly memimpin menyanyikan sebuah lagu.
Semua yang hadir menyambut gembira dan ikut bernyanyi menambah meriahnya pesta ulang tahun Gea.
"Ayoo Gea make a wish!" teriak Velly.
Tiba-tiba wajah Gea muram dan sedih.Melihat perubahan wajah Gea semua yang hadir terdiam sepi hening.
"Semoga di tahun ini di usia baru Gea mama dan om Christian bisa bersatu selamanya .Dan semoga om Christian yang entah ada dimana saat ini mendengar permohonan Gea ini." isi permohonan Gea.
Semua hening .... sepi.
Gea mencoba menghapus airmatanya yang sempat menetes.
"Selamat ulang tahun, kami ucapkan---" tiba-tiba terdengar suara memecah kesunyian dengan nyanyian sebuah lagu ulang tahun.
Semua orang menoleh ke arah sumber suara.Tidak ketinggalan Gea pun mengarahkan pandangannya ke arah yang sama..
Gea kembali meneteskan airmata bahagia saat mengetahui Christian datang membawakan sebuah kue tart lengkap dengan lilinnya serta sebuah buket boneka beruang besar.
Semakin Christian mendekat tangis Gea semakin menjadi.
"Om Tian! Om Tian datang kak Gea!" teriak bahagia Dante.
Melihat kedua anaknya begitu gembiranya bertemu dengan Christian setelah beberapa saat mereka tidak bertemu bahkan tidak menghubungi samasekali lewat telepon. Kini semua kerinduan itu mereka tumpahkan hari ini.
"Hmm kejutan kita ternyata sukses besar! Lihat Mel tunggu apa lagi? Kedua anakmu saat menyanyangi dan membutuhkan Christian dalam hidup mereka. Kapan kamu sadar dan menerima Tian dalam hatimu pembuktian apalagi yang kamu tunggu. " tiba-tiba Velly sudah berada di dekat nya.
__ADS_1
Melati kembali terngiang permohonan yang diucapkan oleh putrinya tadi."Semoga mama segera bersatu dengan Christian untuk selamanya."
Pelupuk mata Melati kembali dibanjiri oleh airmata.Sampai ia tidak mampu melihat jelas saat Christian menghampirinya.
"Hapus airmata mu itu. Hari ini hari bahagia Gea Sebagai orang tua kita jangan terlihat bersedih. Pamali! Nih hapus air matamu atau ... aku yang menghapusnya biar semua orang tahu aku tidak ingin melihat orang -orang yang aku sayangi bersedih karena tujuan aku hadir disini ingin melihat kamu dan anak-anak selalu bahagia. I love you Melati." bisik Christian.
Kali ini kata-kata Christian benar-benar membuat hatinya meleleh.
Melati menangis bahagia dalam pelukan Christian. Semua orang yang hadir kini terfokus pada mereka berdua.
Tiba-tiba Christian Jongkok bertumpu dengan satu kaki "Melati di hari yang bahagia ini di hari ulang tahun Gea aku ingin memberikan sebuah kado special untuknya . Melati maukah kau menikah denganku? Aku berjanji akan selalu membahagiakan dirimu dan anak-anak.Seluruh hidupku akan kuberikan sepenuhnya untuk menjaga, melindungi dan membahagiakan mu dan anak-anak." Christian memberikan sebuah cincin permata yang begitu indah kepada Melati.
Melati tak mampu lagi berkata-kata semua begitu indah malam ini. Ia melihat ke arah kedua anaknya saling berpelukan berharap cemas dengan jawaban yang akan diberikan oleh mama mereka.
"Pembuktian apalagi yang kau tinggu?" kembali ucapan Velly terngiang di telinganya.
"Ya apalagi yang ditunggu Christian dari awal sudah sangat terbukti begitu sayang dan dekat dengan anak-anak bahkan anak-anak sangat percaya dan menyanyangi Christian dan bahkan menganggap Christian bagaikan ayah mereka sendiri
"Mel --- maukah kamu menjadi istriku?? " kembali Christian mengungkapkan keinginannya.
Melati menyebarkan pandangannya ke seluruh penjuru terlihat wajah-wajah tegang menanti jawaban dirinya.
Melati akhirnya mengangguk pelan."Ya saya mau Tian" jawab lirih Melati.
Yes!
Tepuk tangan riuh memenuhi seluruh ruangan.
Gea dan Dante bersorak kegirangan hingga melompat tinggi meluapkan perasaan bahagia mereka.
Gea dan Dante pun berlari menghampiri mamanya dan Christian.
Mereka saling berpelukan bahagia berempat.
Velly yang melihat aura kebahagiaan sahabatnya itu tersenyum bahagia.Akhirnya segala kesedihan dan kepahitan hidup yang pernah sahabatnya itu rasakan berakhir berganti dengan kebahagiaan bersama keluarga barunya .
.............................................
Beberapa Minggu kemudian persiapan pernikahan Melati dan Christian pun telah siap seratus persen.
Besok adalah hari besar bagi mereka berdua. Hari ini hari terakhir Melati untuk menghapus segala kepahitan dalam hidupnya.Selamat tinggal kesedihan selamat tinggal kenangan buruk selamat tinggal trauma.
__ADS_1
Kini tibalah hari besar itu.Dengan memakai gaun putih yang anggun Melati terlihat sangat cantik.
Pagi yang cerah dengan angin yang berhembus semilir-semilir dengan kicauan burung yang begitu merdu seolah-olah alam pun ikut berbahagia menjadi saksi kebahagiaan mereka berdua.
Tidak ketinggalan pula Gea dan Dante bagaikan malaikat kecil mengiringi kebahagian Melati dan Christian.
Tibalah saatnya mereka mengukir janji suci dihadapan penghulu.
Melati sempat meneteskan airmata bahagia saat semua orang mengatakan "Sah".
Semua undangan bersorak penuh bahagia dan bertepuk tangan. Melati dan Christian saling memandang penuh cinta.
Inilah awal kebahagiaan bagi Melati dan anak-anaknya bersama Christian yang kini telah resmi menjadi suami sekaligus ayah bagi kedua anak Melati
Mereka berempat pun saling berpelukan bahagia.
"Wahh selamat ya buat kalian semua Selamat ya Tian penantian dan kesabaran mu akhirnya membuahkan sesuatu yang manis dan kamu Melati janji tidak ada lagi airnata berbahagialah bersama Tian aku yakin Tian pasti selalu menjaga , melindungi dan menyanyangi mu seperti janjinya.Dan untuk kalian berdua krucil- krucil Tante Velly mulai hari ini jangan panggil om Tian lagi oke karena sekarang om Tian sudah resmi jadi papa kalian jadi ...kalian panggil om Tian----" belum selesai kalimat Velly Gea dan Dante kompak berteriak "Papa!"
Lalu mereka berdua memeluk papa baru mereka seorang ayah yang selalu mereka rindukan.
Melihat kebahagiaan mereka Velly kembali meneteskan airmatanya.
"Terimakasih Vell atas semua kebaikanmu selama ini terimakasih telah memberiku tempat untuk aku dan anak-anak saat kami membutuhkan tempat untuk berlindung dan berteduh." Melati menggenggam erat tangan Velly.
Velly tersenyum bahagia "Kita sudah lama bersama Mel, persahabatan kita jauh lebih berarti dari apa yang aku berikan padamu.Mulai sekarang jangan bersedih lagi ya .Bahagialah bersama Christian aku yakin ia bisa membahagiakanmu dan anak-anak.
Melati dan Velly pun berpelukan mengeluarkan segala emosi mereka membuang segala emosi yang jelek dan menyambut emosi baru yang penuh dengan kebahagiaan.
"Selamat tinggal air mata. Kini aku siap menyambut bahagia ku dengan keluarga baruku" gumam Melati sambil mencium Christian dan anak-anak.
................. T A M A T...............
Akhirnya kisah pahit hidup Melati telah berakhir dan kini berganti dengan senyum penuh kebahagiaan.
Terima kasih banyak buat pembaca setia HARUSKAH GANTI SUAMI terima kasih buat dukungan kalian semua.
Melati, Christian. Gea dan Dante mengucapkan terima kasih buat kebersamaannya selama ini yang selalu mengikuti kisah mereka dari awal hingga akhir.
Bila kalian berkenan tap like komen dan jadikan kisah ini sebagai favorit kalian .
I love you all sampai bertemu di kisah yang lainnya.
__ADS_1
Silakan mampir di karya terbaru author