Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Kecelakaan


__ADS_3

Di kamar yang cukup besar Christian terlihat sedang memandangi plafon kamar .


Bayangan Melati, Gea dan Dante silih berganti menghiasi plafon kamarnya. Ada perasaan sesak di dada dirasakannya saat ia sadar orang-orang yang terlanjut ia sayangi ternyata bukan miliknya.


Ada perasaan tak rela bila mereka kembali bersama pemilik sesungguhnya. Suami dan ayah mereka sesungguhnya.Bagaimana mungkin Christian rela sedangkan Leo selalu saja menyakiti Melati dan selalu membuat kedua anak mereka trauma dengan perilaku kasarnya


Christian kembali mengambil napas dalam-dalam.


Dalam pikirannya Christian selalu mencari cara agar bisa benar-benar memiliki mereka utuh secara resmi baik agama dan hukum yang berlaku. Agar ia bisa dengan total menjaga, melindungi dan menyanyangi mereka Sehingga tidak akan ada lagi airnata dan wajah sedih serta ketakutan yang tersirat di wajah Melati, Gea dan Dante .Serta tidak ada yang akan menuntut padanya tentang hak kepemilikan.


Tok tok tok


"Tuan.... makan malam nya sudah siap" Bi Mirah mengingatkan Christian.


"Iya bi sebentar!" sahut Tian.


"Bibi sekalian pamit tuan " Bi Mirah adalah asisten rumah tangga Christian yang hanya bertugas untuk membersihkan rumah, memasak dan setelah semua selesai Bi Mirah pun pulang.


"Baik bi, terima kasih ya" Kemudian Christian bangun dari tempat tidurnya lalu mengambil amplop yang tadi sudah ia persiapkan untuk membayar gaji bi Mirah.


Klik bunyi pintu kamar dibuka.


Tampak Bi Mirah akan meninggalkan kamar Christian


"Bi Mirah...." panggil Christian.


"Iya tuan?" Bi Mirah pun balik badan dan menghampiri majikannya.


"Bi ini gaji bibi Minggu ini dan Minggu depan" Sambil Tian menyodorkan sebuah amplop pada bi Mirah.


"Minggu depan tuan? Kok diberikan sekarang? " Tanya Bi Mirah belum paham kenapa gaji Minggu depan sudah diberikan Minggu ini sekaligus


"Minggu depan kemungkinan saya keluar kota bi. Jadi bibi Minggu depan tidak usah masak. Cukup bersih- bersih saja " jelas Christian.


"Oh baiklah tuan. Terima kasih banyak." jawab Bi Mirah.


Christian balas tersenyum sambil mengangguk.


Kemudian Christian pun masuk ke dalam kamar kembali. Baru saja Christian meluruskan badan di tempat tidur. Bunyi ponsel berbunyi berulang-ulang.


Dengan sigap ia meraih ponselnya.


'Ya hallo... hah...apa! Okay tunggu aku!" seru Christian sambil menyambar kunci mobilnya lalu cepat-cepat turun dan berpamitan.

__ADS_1


"Bi Mirah,! Bi saya pergi dulu ya makanan tolong masukan kedalam lemari makan dulu bi! Ada urusan mendesak titip kunci rumah ya bi! Thanks!" Christian pun berlari menuju ke mobilnya dan mengendarainya menuju rumah Velly.


.............................


"Mel...!!" teriak Christian sesampainya di rumah Velly.


"Mel! kamu dimana? "


"Tian .... aku disini" jawab Melati keluar dari kamar sambil menggendong Dante.


Dengan sigap Christian menghampiri Melati disana terlihat Gea terduduk meringis memegang pundaknya dengan kening masih mengeluarkan darah.


Tanpa banyak bertanya Christian langsung menggendong Gea dan membawanya ke mobil .


"Ayo kita langsung ke Rumah Sakit !" ucap Christian.


Dengan perasaan yang sedikit panik Christian pun membawa Gea ke Rumah Sakit .


Setelah sampai di Rumah Sakit Gea langsung mendapat perawatan di Instalasi Gawat Darurat.


Gea pun langsung dibawa ke ruang operasi karena pundaknya mengalami trauma retak.


Dante diberikan Melati pada Christian sedangkan Melati sendiri tadi mendampingi Gea ketika diperiksa oleh beberapa dokter.


"Hallo Vell kami semua ada di Rumah Sakit kening Gea berdarah sobek kata dokter tadi dan bahunya retak" Christian memberi kabar Velly tentang keberadaan mereka.saat ini


"Kok bisa? Gea jatuh dimana ? Sekarang kalian di rumah Sakit mana sepulang kantor aku langsung kesana" sahut Velly.


Christian pun memberitahu Velly di Rumah Sakit mana saat ini mereka berada.Setelah itu hubungan telepon pun terputus.


"Keluarga Gea!'" panggil salah satu perawat.


"Iya sus!" sahut Melati didampingi Christian.


"Bu pasien membutuhkan transfusi darah secepatnya kebetulan stok kami kosong . Golongan darahnya O. Apa mungkin di keluarga ibu atau ibu golongan darah O atau ayahnya?" Mata suster perawat menatap Christian.


"Maaf Mel golongan darah aku A" sesal Christian tidak bisa menolong Gea.


"Baik sus kami akan usahakan secepatnya.Nanti kami kabarkan kalau kami sudah dapat." ucap Melati lesu.


"Mel!! Tian!!" panggil Velly dari kejauhan.


"Gea kenapa Mel?!" tanya Velly khawatir.

__ADS_1


"Gea jatuh dari sepeda persis di batu-batu. Jadi keningnya dijahit sekarang kata suster Gea butuh segera transfusi darah." ucap lirih Melati.


"Ambil darah aku Mell"


"Gea butuh golongan darah O andai aku juga O maaf Gea Om Tian gak bisa tolong kamu." Sesal Tian


"Aku juga bukan O" ucap lirih Melati.


"Golongan darah O ....aku B. Hmm kalau golongan darah Gea tidak cocok denganmu berarti ----"


"Iya golongan darah Gea sama dengan Leo." Melati menunduk sedih.


Velly menatap Christian dan Melati "Lantas nunggu apalagi telpon Leo bilang anaknya butuh transfusi darah segera dan satu-satunya harapan ya papanya karena golongan darah Gea sama dengan Leo." Velly mencari sesuatu di dalam tasnya


"Nih pakai ponsel ku hubungi Leo sekarang !" Velly memberikan ponselnya pada Melati.


Melatipun menelepon Leo Tetapi selalu nada sibuk."Gak bisa Vell" ucap cemas Melati.


"Hubungi Zelo! Biar Zelo yang sampaikan ke pamannya bilang ini urgent. !" saran Christian.


"Oh iya betul! Zelo! Cepat telpon Zelo Mel!" lanjut Velly.


Melatipun mulai menelepon Zelo .


.................................................


Sambil menunggu up kalian bisa mampir nih ke karya teman aku


Menikah dini bukanlah kemauan mutiara, melainkan kesepakatan antar orangtua yang ingin menyatukan persahabatan dan bisnis mereka.


Keegoisan orang tua telah menempatkan Mutiara dalam posisi sulit, dia hanya dianggap oleh suaminya sebagai istri di atas kertas.


Perjuangan Mutiara selama menjadi istri tidak pernah dihargai oleh Sultan. Mutiara dianggap bodoh dan selalu menyusahkan.


Ternyata dibalik ketidakpeduliannya itu, Sultan memiliki wanita lain. Dia membawa wanita itu pulang serta tinggal di rumah mereka, hingga posisi Mutiara sebagai istri sah sangat tak dianggap.


Mutiara tidak mau menyerah dengan nasib buruknya, diapun akhirnya memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis, berharap Sultan tidak akan meremehkannya lagi.


Namun, akhirnya ego Mutiara tertantang dan dia bekerjasama dalam bisnis dengan Adam, pesaing bisnis Sultan yang ternyata bisa lebih menghargai dirinya.


Bagaimanakah kisah rumah tangga Mutiara selanjutnya? ikuti terus yuk! dan jangan lupa ya, beri dukunganmu ke karyaku🙏♥️


__ADS_1


__ADS_2