
"Terima kasih" Christian menerima dua crepes dari mbak penjualnya. Lalu diberikannya kepada Melati.
Melati menerima crepes yang diberikan Christian padanya."Terima kasih Tian"Lalu meeka pun makan bersama.
"Mel... anak-anak kamu itu anak yang hebat-hebat dan pintar.Tolong Jangan tekan mereka. Biarkan mereka mengeluarkan pendapat atau mengungkapkan perasaan atau keinginan mereka Karena bahaya lho kalau mereka dimatikan keberanian mengeluarkan pendapat dan keinginan mereka.Kelak mereka jadi tidak bisa mempertahankan apa yang mereka yakini .Kamu ngerti kan maksud aku.Beri peraturan boleh tapi sifatnya mengarahkan jangan mematikan pendapat atau ungkapan keinginan anak." Christian tidak suka dengan cara Melati memarahi Dante.
"Maaf aku sadar aku hanya orang luar sebenarnya juga gak berhak berbicara seperti ini tetapi ini demi kebaikan mereka karena aku sayang mereka dan kamu tahu itu " lanjut Christian sambil memegang tangan Melati.
Melati hanya bisa memandang kagum pada Christian .Entah sejak kapan hati Melati kini bergetar setiap kali dekat dengan Christian.Apalagi bila melihat kedekatan Christian dengan kedua anaknya.ada perasaan tenang nyaman dan aman.
"Hmm ada apa dengan hatiku??'"batin Melati.
"Mel ... ada apa? Kamu dengar kan?"Christian mendekatkan wajahnya pada Melati .
Melati terkejut saat sadar dari lamunannya wajah Christian tepat di depannya dan begitu dekat dan tanpa bisa dihindari lagi membuat wajah Melati terasa memerah dan hangat
"Oh My God apa yang terjadi? Kenapa ini ? Kenapa wajahku terasa hangat? Aduh bagaimana ini semoga Christian tidak mengetahuinya." pikir Melati
Dering telepon Christian memecahkan suasana. Christian langsung mengambil ponselnya dari dalam kantong celananya.
"Ya hallo! Oh baiklah akan aku sampaikan. Oke aku yang antar Melati pulang . Hati-hati ya di jalan." Lalu Christian pun menutup teleponnya.
Melati menatap Christian sambil mengerutkan keningnya."Siapa Tian?"
"Velly. Dia pulang duluan bersama anak-anak."
"Lho kok ga bilang-bilang sih!" Melati berdiri dari tempat ia duduk tadi.
Christian menarik tangan Melati. "Mau kemana ? Sudah disini saja crepes nya belum habis tuh" tunjuk Christian ke arah Crepes yang masih dipegang Melati.
__ADS_1
"Aku mau ke Velly.!" sahut Melati cuek.
Sebenarnya Melati hanya bingung harus bersikap bagaimana bila harus berdekatan dengan Tian apalagi hanya berduaan seperti saat ini.
Tian berdiri di hadapan Melati lalu memandang intens."Kenapa? Apa aku begitu mengerikan Sehingga kamu sepertinya takut denganku.Aku nanti yang antar kamu pulang. Percayalah semua akan baik-baik saja." ucap Christian sambil menatap lekat Melati.
"Maaf Tian bukannya begitu." Melati merasa tidak enak dengan perkataan Christian yang mengira dirinya merasa tidak nyaman dengannya. Sebenarnya Melati hanya merasa canggung bila berduaan dengan Christian.
"Hei kok malah ngelamun.Habiskan dulu crepes nya terus kita jalan lagi. Aku mau ajak kamu ke tempat yang aku yakin kamu akan suka" ajak Christian.
"Kemana?" Melati mencoba untuk bersikap senatural mungkin.Ia gak mau Christian tahu gejolak hati yang sedang ia rasakan saat ini.
"Nanti kamu akan tahu. Bukan kejutan dong kalau aku beritahu sekarang."goda Christian.
Melati hanya menunduk dan tersenyum.
................................
"Iya boleh. Memangnya Dante mau main apa lagi? Tadi di Playground kan sudah puas mainnya." tanya Velly sambil menyetir mobil.
"Iya tapi kan di Playground gak ada jungkat jungkit nya."
"Iya ayunannya juga gak ada" sahut Gea.
Velly tersenyum"Benar juga" pikir nya. Lalu Velly pun mengarahkan mobilnya ke arah taman kompleks.
"Kak Gea! Ada gula kapas tuh kakak mau?" tanya Dante menunjuk gula kapas yang berderet di pinggir taman.
"Dante mau?" tanya Velly.
__ADS_1
Dante pun mengangguk.
"Oke kita beli yuk!" Velly memakirkan mobilnya. Lalu mengajak anak-anak turun.
"Dante! Nanti mama marah lho!' Gea mengingatkan Dante.
"Gak apa-apa Gea Tante nanti yang bilang ke mama ."
'Yuk kita main ke taman bentar." lanjut Velly.
Kemudian mereka pun turun dari mobil dan membeli gula kapas .Lalu merekapun bermain dengan ceria .
"Tante tunggu kalian disini ya sambil baca novel" teriak Velly memberitahu anak-anak tentang keberadaannya.
"Baik Tan!" teriak Gea.
Melihat Gea dan Dante bermain dengan gembiranya Velly pun tersenyum bahagia.
Kemudian Velly pun melanjutkan membaca buku kesayangannya.
"Tidak....gak mau!Tidak... Kak Gea! Tante Velly!" teriak Dante.
"Dante!' Gea dan Velly pun berlari ke arah teriakan Dante tadi. Tetapi kosong... hilang... Dante tidak ada ditempat.
Velly dan Gea saling berpandangan.
"Dante!!!" mereka berkeliling mencari Dante.
................................................
__ADS_1