
Beberapa bulan kemudian
Melati akhirnya telah resmi bercerai dengan Leo. Lega sudah semua kenangan buruk selama pernikahannya dengan Leo saat ini telah ia kubur rapat-rapat sebagai pengalaman berharga yang tidak akan pernah Melati lupakan.
Segala kesakitan kekecewaan yang ia alami selama ini akhirnya ia kubur dalam-dalam dan tidak ingin ia ingat-ingat kembali.
Cukup sudah semua hal buruk yang terjadi selama pernikahannya dengan Leo menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Melati tidak ingin kedua anaknya mengalami trauma berkepanjangan melihat perilaku buruk ayah mereka.
Cukup sudah Gea melihat hal-hal yang seharusnya tidak ia lihat dan dengar semasa kecilnya.
Mengingat hal itu Melati sangatlah sedih tidak seharusnya anak seusia Gea dan Dante mengalami hal buruk tersebut.
Tapi nasi telah menjadi bubur penyesalan selalu saja berada di akhir cerita.Kini semua hal buruk itu telah ia tinggalkan tidak ada sedikitpun keraguan di hati Melati untuk meninggalkan Leo.
Sudah cukup sering dan berulang kali ia memberi kesempatan pada Leo untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik tapi hari berganti hari minggu berganti minggu bulan berganti bulan bahkan tahun berganti tahun tidak ada sedikitpun perubahan pada Leo justru semakin menjadi dan semakin ada saja tingkah lakunya yang membuat orang semakin tidak respek pada dirinya.
Kini setelah cerai dari Leo, Melati telah siap untuk menyongsong hidup baru bersama anak-anaknya.
Harapan untuk hidup tenang dan damai di sisa umur yang ada bersama anak-anak menjadi prioritas utama Melati saat ini.
__ADS_1
Walaupun kini hubungan Melati dengan Christian sangatlah dekat terutama anak-anak tapi Melati belum berani untuk mengambil keputusan untuk menikah lagi .
Banyak hal yang harus ia pertimbangkan saat ini masa depan dan kebahagiaan anak-anaknya lah kini yang menjadi prioritas utama Melati dalam meneruskan kisah hidupnya.
Ia tidak ingin anak-anaknya mengalami trauma lagi cukuplah masa kecil mereka mengalami trauma psikis yang cukup dalam.
Melati ingin untuk sementara anak-anaknya menikmati masa bahagianya tanpa ada lagi drama memilukan dan mencekam lagi.
"Mamaaaa!!" teriak Dante yang mana suara lebih dahulu sampai daripada bentuk fisiknya.
Melatipun hanya tersenyum.Ia sangat mengenal anaknya bila suaranya lebih dahulu sampai daripada wujudnya itu pertanda mereka sedang bahagia dan bahagia anak itu saat pulang dari mall dengan hasil belanjaannya yang banyak di tangan .
Dugaan Melati ternyata tepat kedua anaknya menenteng dua buah kantong belanjaan.
"Ih Tante Velly sirik mulu!" sahut Dante cuek dan tetap melangkah menghampiri mamanya.
Velly menahan tangan Gea persis saat Gea lewat di depannya.
'Tunggu ini kalian darimana? "
"Dari mall Tante tuh sama om Tian!" tunjuk Gea dengan dagunya ke arah Christian karena kedua tangannya penuh dengan belanjaan.
__ADS_1
"Oh pantas kalau perginya dengan Tian sih tiada duanya.." Velly mengangguk angguk paham.
Christian hanya tersenyum sambil menepuk bahu Velly."Apaan sih! Gitu amat.Mau juga yukkk kita shopping tapi tuh sahabat kamu harus ikut" bisik Christian.
"Yeee" Velly menyikut Christian.
"Ajak sendiri kalau laki!" balas Velly cepat
"Kalian berdua ngapain sih kok bisik-bisik ?" Melati menegur Velly dan Christian sambil mengerutkan alisnya
"Maaaa!Ini mobil remote control Dante bagus kan ma.Ini ada Kapten Amerika ganteng ya ma kayak Dante nanti kalau sudah besar!' celetuk Dante polos.
"Kok gantengnya nunggu besar? Sekarang aja Dante sudah ganteng !" sahut Velly.
"Iya sih tapi nanti kalau Dante dah gede semakin ganteng kayak kapten Amerika gini 'Jawab Dante gak mau kalah.
Semua tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban polos Dante.
Suasana bahagia damai dan penuh celetuk celetuk lucu seperti saat inilah yang membuat Melati saat ini sangat menikmati hidupnya.
Melati menatap bahagia melihat keluarga kecilnya bersama sahabat sahabatnya selalu kompak dan selalu mengeluarkan celetukan celetukan yang cukup menggoyangkan perut karena kebanyakan tertawa.
__ADS_1
...............................................