
Seharian ini Gea terlihat sangat riang. Sejak pagi sudah terlihat gembira dan selalu bernyanyi kecil.
"Hmm anak mama lagi bahagia nih ada apa ya,? " Melati menyisir rambut Gea lalu mengepangnya.
"Ih mama mau tahu aja!" goda Gea pada mamanya.
"Ihh anak mama sudah mulai suka main rahasia-rahasian" balas Melati lalu mereka pun tertawa bersama.
"Ma..ma..mimik!" ucap Dante .
"Hei sayang kenapa? Dante mau minum susu?" tanya lembut Melati pada Dante di bungsu.
"Mama jangan lupa ya hari Sabtu besok " Gea mengingatkan mamanya pada jadwal acara sekolah anaknya.
"Sabtu besok?" Melati mencoba mengingat- ingat ada apa dengan Sabtu besok.
"Mama lupa,?!" terlihat raut wajah sedih Gea.
"Sabtu??"Melati mencoba mengingat nya.
"Permisi non Gea sudah ditunggu di ruang tamu ." ucap bi Tari.
"Sudah datang bi?" sahut gembira Gea .
Bi Tari mengangguk tersenyum.
"Okay ma bye Gea ke sekolah dulu ya. Pokoknya hari Sabtu mama harus bisa ya." Gea mencium kedua pipi mamanya. Lalu mencium Dante dan akhirnya berlari kecil menuju ke ruang tamu
Melati bingung siapa yang jemput Gea, Lalu Melatipun mengikuti Gea.
"Sebentar ya Dante mama antar kakak dulu " Kemudian Melati mengikuti Gea .
.........................................
"Pagi.. om Tian" sapa Gea.
"Pagi cantik..." jawab Christian.
"Yuk om kita berangkat!" ajak Gea.
"Sudah pamit Mama?" tanya Christian
"Sudah dong"
"Om Tian belum. Mama mana? Om mau pamit mama Gea dulu" tanya Christian.
"Tuh mama" tunjuk Gea lalu berlari dan bergelayutan manja di lengan Melati.
Christian tersenyum sambil menganggukkan kepala saat melihat Melati menghampirinya.
"Pagi Mel. Aku ijin mau antar Gea ke sekolah ya." pamit Christian.
"Oh kamu toh yang dimaksud Gea." Sambil melirik Gea tajam.
"Lho memangnya Gea gak bilang?"
"Bilang... cuman katanya rahasia waktu aku tanya bareng siapa.Gea cuman bilang besok Gea gak usah diantar mama nti Gea sudah ada yang anterin.Aku pikir sama Velly ternyata kamu." ucap Melati.
"Hmm Gea ...kok gak jujur sama mama. Mama jadi kuatir tuh!" tegur Christian .
"Maaf ma.. bukannya gak jujur tapi Gea cuman mau bikin kejutan buat mama." sesal Gea.
__ADS_1
"Iya sayang gak apa-apa tapi lain kali bilang ya. Ayo cepat berangkat ntar terlambat lho " ucap Melati pada anak sulungnya.
"Mama ikut antar juga ya.please teman-teman Gea juga banyak yang diantar mama dan papanya" sahut Gea.antusias.
"Gea---"
"Sudahlah Mel tidak usah dibahas. Yuk!" Christian memberi kode pada Melati supaya tidak membuat mood Gea turun.
"Kamu ingin melihat anak kamu bahagia kan? Yuk kita penuhi keinginannya." bisik Christian.saat melihat Melati masih merasa sungkan padanya.
"Tapi Tian..." protes Melati.
"Sudahlah yuk! " Tian menggandeng tangan Gea.
"Tunggu Tian aku mau titip Dante ke Bi Tari dulu." Kemudian Melati bergegas berlari menemui bi Tari.
................................................
Selama perjalanan Gea banyak bercerita pada mamanya dan Christian tentang teman-temannya.
Melati merasa Gea sangatlah berbeda bila berada dekat dengan Christian. Gea menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan tegas.Dan berani mengambil keputusan sendiri.
"Mel hari Sabtu jangan berangkat duluan ya kita berangkat bareng. Aku jemput kalian di rumah Velly. Dante diajak juga sekalian kan temanya Family Gathering jadi bawa adik atau kakak gak apa-apa kan Gea?" Christian meyakinkan bawa yang ia pikirkan sama dengan aturan sekolah Gea.
"Iya om boleh bawa adik atau kakak juga kata Bu Rita." jelas Gea.
"Oh iya Famili gathering di sekolah Gea Sabtu besok. Bagaimana mungkin aku bisa lupa " Melati menyalahkan dirinya sendiri mengapa ia bisa melupakannya.Pantas Gea tadi terlihat kecewa. Maafkan mama nak!' batin Melati.
"Mel... dengar kan yang aku baru omongkan ?" tanya Christian.
"Iya Sabtu acara gathering di sekolah Gea" sahut Melati.
"Bukan itu. Tetapi jangan berangkat sendiri. Tunggu aku kita besok Sabtu berangkat bersama." jelas Christian.
"Nah Gea sekarang kita sudah sampai. Selamat belajar ya. " pesan Christian.
Gea mencium pipi mamanya lalu Christian.
"Gea belajar dulu om. Daa mama daa om Tian " seru Gea dengan gembira lalu berlari masuk ke sekolahnya.
Setelah Gea hilang dari pandangan.Melati dan Christian pun kembali masuk ke dalam mobil.
'"Pekerjaanmu hari ini gak terlalu banyak kan?"
"Seharusnya sudah beres semua kemarin sudah aku follow up semua." lapor Melati tentang pekerjaannya.
"Baguslah kalau gitu." Christian meraih ponsel nya lalu menghubungi seseorang.
"Hallo Rianti.Tolong pekerjaan Melati kamu tangani dulu sebentar ya. Karena Melati bantu aku di seminar Seni Budaya." Setelah mendengar kesanggupan Rianti Christian menutup sambungan telponnya.
"Kita ikut seminar Tian? Seminar tentang apa aku kok belum dapat infonya " tanya Melati bingung.
Christian tersenyum penuh arti."Sudah pokoknya ikut aku."
Wajah Melati terlihat tegang. Christian yang sempat melihat raut muka Melati yang tegang meliriknya sebentar lalu tersenyum.
"Tenang saja Mel. Kamu aman kok bersama aku.Janji gak macam-macam." Celetuk Christian sambil tersenyum nakal.
"Ih apaan sih kamu Tian." Dalam hati Melati tersenyum melihat tingkah Christian.
"Kamu ingat Mel... dulu sewaktu kita masih Sekolah Menengah Atas hampir seluruh sekolah mengira kita pacaran." Christian mulai mengenang lagi masa sekolah dulu.
__ADS_1
Wajah Melati terlihat sedikit merona.
'"Kamu masih ingat kan?" tanya Christian.
"Aku masih lugu waktu itu" tangkis Melati.
Christian tertawa terbahak-bahak."Kalau dulu kamu lugu sekarang gimana? Masih lugu juga?" goda Christian.
"Yee sekarang kan sudah ibu-ibu" balas Melati.
"Hmm iya sih.Tapi ibu-ibu yang masih menarik?" bisik Christian yang seketika membuat telinga dan wajah Melati terasa panas.
Tidak lama kemudian mobil Christian berhenti.
"Yuk turun" ajak Christian.
Melati mengamati lingkungan sekitar.
"Tian tunggu!' Melati menarik tangan Christian.
'"Hmm ..ada apa? Pengen digandeng?' goda Christian sambil tersenyum.
"Tiannnn! Genit kamu sekarang" Melati memasang muka tidak suka.
Melihat Melati ngambek.Christian mulai panik.
"Mel maaf ya.. aku cuman bercanda kok! Kamunya sih tegang amat." Sambil menyenggol Melati.
"Iya tidak apa-apa " sahut Melati datar.
"Senyum dong. Buat aku yakin kalau kamu sudah maafkan aku." Christian menatap Melati dengan penuh harap.
"Iya iya ..." akhirnya mereka berdua kembali tertawa lepas bersama.
"Katanya mau seminar kok ke Mall ? Seminar nya di dalam mall?' tanya Melati masih bingung.
"Yang bilang kita akan seminar siapa?" tanya Tian
"Kamu tadi?" tunjuk Melati.
"Bilang ke siapa? "
"Rianti" jawab Melati singkat .
"Nah tuh tahu" Christian tersenyum penuh arti.
Melati terdiam sambil berpikir.
"Ke Rianti kan bukan ke kamu!'
Melati masih bingung.
"Sudah tidak sudah dipikir. Aku mau sekarang kamu beli baju yang kamu suka untuk acara gathering Sabtu besok.Kamu ingin melihat Gea bahagia kan? Tersenyum lah Gea ingin mamanya selalu tersenyum dan bahagia. No more tear anymore oke !" sahut Christian.
Melati hanya bisa terdiam bahagia dalam sedih. Lelaki yang seharusnya memperlakukan dirinya bagaikan seorang ratu harusnya Leo suaminya. Tetapi pada kenyataannya justru Christian lah yang mengambil alih semua tanggung jawab Leo.terhadap dirinya dan anak-anaknya.
Kenyataan inilah yang membuat hatinya kini bimbang haruskah ia ganti suami agar kebahagiaan yang ia impikan dapat terwujud.
....................................................
Ikuti terus ya kisah Melati jangan lupa tinggalkan jejak ya like komen dan tap favorit agar tidak tertinggal update
__ADS_1
Terima kasih 🙏
Happy Reading.