Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Ungkapan perasaan


__ADS_3

"Kami keluarga Christian sus ! Bagaimana keadaannya?" tanya Velly.


Melati sibuk merasakan keanehan dengan apa yang dirasakan dalam dirinya."Ada apa ini kenapa perasaan sedih ini berasa sangat pedih dan air mata ini tidak berhenti mengalir."batin Melati.


"Ada yang bernama Melati?" tanya suster perawat.


"Saya sus saya Melati kenapa ya Sus kalau boleh tahu?" tanya Melati bingung.


"Pasien terus menyebut nama anda. Dokter memperbolehkan anda menemuinya terlebih dahulu agar pasien dalam keadaan tenang saat operasi dlakukan."


Velly dan Melati pun saling berpandangan."Cepat masuk Mel beri semangat Tian untuk melalui ini semua." Velly mencoba menyemangati Melati agar terlihat kuat demi Christian.


"Mari nona!" ajak Suster perawat untuk mengikutinya.


Melatipun mengikuti langkah sang suster. Di depan pintu ruang operasi, Melati kembali menoleh ke arah Velly. Sebenarnya ia merasa tidak nyaman siapa dia sampai Christian memanggil namanya.


"Silakan nona Melati" Suster mempersilahkan Melati untuk menemui Christian.


"Tidak Dok tidak! Saya harus bertemu Melati dulu. Tidak saya tidak mau!" teriakan Christian pun terdengar oleh Melati.

__ADS_1


Suster perawat membisikan sesuatu ke telinga Dokter yang tadi berusaha membujuk Christian untuk operasi.


Sang Dokter pun melihat ke arah Melati lalu menghampirinya.


"Nona Melati dari tadi pasien terus memanggil nama nona ia tidak mau kami tangani sebelum bertemu nona saya mohon sekali bujuk pasien untuk bersedia segera di operasi agar pendarahannya berkurang kasihan bila dibiarkan lebih lama tidak ditangani dengan segera kemungkinan besar akan dibutuhkan transfusi darah." jelas Dokter yang menangani Christian.


Melati yang mendengar penjelasan sang Dokter mengangguk cepat lalu ia pun menghampiri Christian yang masih dalam keadaan kacau dan berlumuran darah.


Tulang kering sebelah kanan Tian patah. Tulang selangka pundak Tian pun juga patah. Belum lagi luka sobek di pelipis Christian.


Melati perlahan menyentuh tangan Christian "Tian...ini aku Melati"


Melati mendekat agar Christian dapat melihat kehadiran dirinya.


"Tian ayolah kamu harus segera menjalani operasi ini agar kamu segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama kami lagi." bujuk Melati.


"Mel aku mau dioperasi tapi aku ingin sebelumnya kamu tahu tentang perasaan aku sesungguhnya. Mel... aku mencintaimu dan anak-anak.Bila nanti hasil operasi aku gagal kaena kata Dokter ada luka dalam yang cukup parah di dekat ginjal aku dan kemungkinan besar akan mengakibatkan pendarahan parah. Kamu sudah tahu akan perasaan aku sebenarnya dan aku pun sudah lega karena sudah mengatakan perasaan aku sesungguhnya terhadap kamu." jelas Christian


"Bila Tuhan mengizinkan aku ingin bisa mendampingi mu dan anak-anak selama sisa umur aku." lanjut Christian .

__ADS_1


"Tian..."


"Kamu gak perlu menjawab dan membalas apa-apa. Aku tulus mencintaimu." ucap lirih Christian.


"Tian ... aku tahu itu. Yang penting saat ini semua luka-luka kamu ini segera ditangani dengan benar okay. Aku akan selalu ada buat kamu aku menunggu kamu di depan .Kalau semua berjalan lancar dan sudah boleh dijenguk besok aku janji akan ajak anak-anak bertemu dengan kamu. Janji ya Tian kamu akan berjuang untuk bertahan melewati ini semua dan kita akan berkumpul lagi nantinya." pesan sekaligus semangat untuk Christian.


Akhirnya Christian pun mengangguk.


"Aku tunggu di luar ya" bisik Melati sambil masih menggenggam tangan Christian untuk menguatkannya.


Christian pun mengangguk tanda ia siap untuk melakukan operasi.


Melatipun memberitahu Dokter tentang kesanggupan Christian untuk segera dilakukan operasi pada dirinya..


Dokter dan para perawat yang hadir di situ akhirnya tersenyum lega. Sebagian sudah mulai membersihkan luka-luka Christian.


"Nona sementara tunggu di luar ya"ucap perawat.


Melati mengangguk dan kembali menunggu hasil operasi Christian bersama Velly di luar ruang operasi.

__ADS_1


..................................................


__ADS_2