
Mendengar cerita Rianti. Diam-diam Christian mengepalkan kedua tangganya. "Dasar pengecut ! Beraninya menyiksa wanita.. Padahal wanita itu adalah Istri dan ibu dari anak-anaknya." Tanpa disadari, mata Christian terlapisi cairan bening hangat yang menyelimuti kedua matanya.Dadanya terasa sesak, seolah ingin meledak saat Rianti kembali bercerita tentang kedatangan terakhir Leo yang juga menarik dan menyeret paksa Melati. Dan membawanya pergi entah kemana
"Kapan kejadian terakhir itu? Aku juga tidak ada ditempat,?' tanya Christian pada Rianti.
"Minggu kemarin pak. Sebelum Melati ijin tidak masuk karena sakit " jelas Rianti.
"Hmm jangan-jangan ijin dia itu ada hubungannya dengan kejadian terakhir itu." gumam Christian.
Christian menarik nafas panjang dan menghembuskannya kembali.
Ada perasaan marah pada dirinya sendiri merasa gagal menjaga keamanan pegawai nya di tempat kerjanya.
"Kenapa selalu disaat aku tidak ada di tempat, pecundang itu muncul ." geram Christian.
"Kenapa kamu tidak langsung memberitahu aku saat kejadian atau setelahnya.?" Kembali Christian mendesak Rianti .
Christian masih kesal pada dirinya sendiri.Merasa bagai orang bodoh dan tidak peka terhadap kejadian buruk yang menimpa pegawainya sekaligus sahabatnya Melati hingga membahayakan keselamatannya.
"Maaf pak.Saya sebenarnya ingin memberitahu bapak, hanya saja Melati dan kak Velly melarangnya." jelas Rianti.
"Velly?? Ia juga tahu tentang ini,?"
"Iy pak. Justru kita banyak dibantu oleh kak Velly.
Christian mengerutkan keningnya.
"Maksudnya?"
"Iya. Kak Velly lah yang bantu merawat serta menjaga Gea dan adiknya. Saat Melati masuk Rumah Sakit. Dan waktu Melati diculik suaminya kak Velly juga yang bantu mencari Melati." jelas Rianti.
"Hmm Velly." Christian memainkan bolpoinnya.
"Okay. terima kasih infonya. Kamu bisa kembali ke ruangan kamu lagi Next ....ada kejadian apapun di Sanggar tolong saya diberitahu." pesan Christian.
..............................................
( Keesokan hari di rumah Velly.)
"Sore Vell. Tumben ada di rumah.? Aku pikir tadi kamu dah kabur dari rumah " goda Christian.
"Haii Tian .. wahh tumben nih bos Sanggar Kirana mau mampir ke gubuk aku " Velly mengulurkan tangannya pada Christian.
"Mulai lagi kan? Di Sanggar tidak ada bos. Semua bos disana yang ada hanyalah patner kerja." jelas Christian.
Velly tersenyum bangga pada Christian. Hanya seribu banding satu mahkluk seperti Christian tersisa di bumi ini.
"Silakan duduk Tian."
"Terima kasih." jawab singkat Christian.
"Bi...." Velly memanggil Bi Tari.
"Gak usah repot-repot Vell."
"Repot apaan ? Aku panggil Bi Tari untuk siap-siap ke rumah Melati." goda Velly kemudian terkekeh.
Christian tersipu malu.
Velly semakin tak tahan untuk tidak tertawa melihat reaksi Christian.
"Santai Tian.... maaf aku cuman bercanda." Melihat bi Tari datang sambil membawa sebotol minuman soft drink. Velly pun lalu menyodorkannya pada Tian.
"Nih bos minum dulu. Santai saja jangan tegang gitu.Harusnya yang tegang itu aku. Secara yang ada di hadapan aku ini bos Sanggar Kirana." kembali Velly menggoda Christian
"Hmm ...kan sudah dibilang tadi Sanggar Kirana tidak punya bos. Kami semua disitu patner kerja.. Kami punya tugas masing-masing untuk mengembangkan Sanggar." sahut Christian.
__ADS_1
"Iya deh pak bos Tian. Sukses selalu ya dengan Sanggarnya...." goda Velly untuk kesekian kalinya.
"Kamu tuh Vell ..by the way thanks " Christian menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Ok pak Bos.... ada yang bisa saya bantu. Karena seseorang sekelas Christian datang ke gubuk aku pasti ada sesuatu yang serius yang ingin dibahas kalau gak biasanya cukup melalui telepon saja .... benar kan?" kembali Velly menggoda Christian. Sambil menatap lekat.
Christian terkekeh.
"Kamu tuh!'
"Tapi benar kan bos?" goda Velly.
Satu tarikan napas dalam dilakukan oleh Christian.
"Kenapa kamu tidak menceritakan padaku masalah Melati." Menyebut nama Melati dan mengingat cerita Rianti kemarin. Dada Christian kembali terasa sesak dan pilu.Tak terasa ada butiran bening, hangat. Yang menghuni di sudut mata Christian.
"Masalah Melati?" tanya Velly.
"Sudahlah Vell. Jangan ditutup-tutupi lagi aku sudah tahu semuanya. Dari Gea dan Rianti." ungkap Christian.
"Gea?? Gea ---"
"Iya Gea anak Melati" jelas Christian.
Velly bingung apa yang diceritakan anak sekecil itu. Tidak mungkin Gea mengerti permasalahan yang terjadi diantara kedua orangtuanya.
"Awalnya aku tahu karena Gea bercerita padaku tentang perasaan sedihnya saat melihat -----"
Christian tak sanggup meneruskannya ada perasaan marah tiba-tiba muncul di hatinya.
"Melati dihukum papanya hingga pingsan."
Christian dan Velly terdiam.
"Dan yang membuatku marah saat mendengar cerita Gea. Tidak ada seorang pun yang memberitahu ku tentang kejadian itu .Aku Christian yang bertanggung jawab penuh akan Sanggar Kirana tidak mengetahui apa-apa. Aku merasa.tidak dihargai di Sanggar aku sendiri." Keluar sudah semua uneg-uneg yang dirasakannya.
"Tian ... maafkan kami. Bukannya kami meremehkan kamu atau tidak menganggap keberadaan kamu.Tetapi ... semua itu atas permintaan Melati sendiri. Mungkin dia malu masalah keluarga nya sampai terbawa di Sanggar."
"Vell... ini bukan hanya masalah rumah tangga Melati saja tapi keamanan semua yang ada di Sanggar. Seandainya kasus Melati yang pertama kalian memberitahu ku. Akan aku perketat pengamanan di Sanggar hingga tidak bisa orang yang tidak berkepentingan masuk ke Sanggar lagi. Jadi tidak akan ada kasus kedua ketiga dan seterusnya." sesal Christian.
"Benar kata Christian.Andai sistem keamanan untuk masuk Sanggar diperketat mungkin kejadian terakhir kemarin tidak akan terjadi.Dan Melati tidak akan mengalami mimpi buruk itu.." sesal batin Velly.
"Oh ya kata Rianti, kemarin suami Melati datang lagi dan bawa paksa Melati pergi dari Sanggar .Dibawa kemana Melati? Kata Rianti kamu yang menemukannya. Kerja dimana sih suaminya kok gak tahu etika sekali. " kesal dan marah Christian dengan kelakuan Suami Melati
Velly hanya mampu berdiam diri.
Tiba-tiba Christian mendekatkan wajahnya pada Velly. Hingga Velly sedikit jengah dan salah tingkah.
"Kamu temukan dimana Melati? Dia dalam keadaan baik-baik saja kan ? Apakah ijin gak masuk kerja nya Melati ada hubungannya dengan jemput paksa itu?" Berbagai pertanyaan sehubungan dengan kejadian terakhir itu dipertanyakan oleh Christian.
Velly hanya terdiam takut salah bicara. Bagaimana pun juga Melati adalah sahabatnya
"Vell aku tidak tahu apa sesungguhnya yang terjadi dalam rumah tangga Melati . Tetapi tolong kamu ingat kapanpun kamu butuh bantuan aku. Aku siap." jelas Christian.
"Melati ----- " Velly tak mampu lagi menahan air matanya bila mengingat kejadian kemarin.
Velly membayangkan kejadian itu seandainya menimpa dirinya tidak terbayangkan betapa histeris dan traumanya dirinya.Sama persis dengan yang sedang dialami Melati saat ini.
"Vell.... are you okay,?" tanya Christian semakin penasaran.
"Apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Christian kembali'.
"Melati .... dijual suaminya ke lelaki hidung belang. Itu sebabnya masih trauma bila berhadapan dengan orang lain terutama lelaki paruh baya." jelas Velly.
"Apa?? Dijual?? Aku gak salah dengar kan Vel? Dijual oleh suaminya sendiri ??" Christian tidak mampu melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Velly hanya mengangguk.
Christian langsung meninggalkan rumah Velly tanpa banyak bicara lagi.Habis sudah perkataannya tak ada lagi yang bisa ia ungkapkan terlalu tidak masuk akal dan jahat bila itu benar terjadi.
.................................................
Tidak lama setelah Christian pergi.
"Tante Vellyy...." teriak Gea dar kejauhan
"Haii cantik apa kabar?" tanya Velly sambil langsung menggendong Gea dan mencium kedua pipinya.
"Bi Tari!" panggil Velly
"Bi tolong ya, anak-anak ditemani main dulu." pesan Velly.
"Iya non." sahut Bi Tari.
"Gea ikut bibi dulu ya sama adek Dante"
"Okay Tante siap!" Lalu pergilah Gea bersama Bi Tari yang menggendong Dante.
"Bagaimana kondisimu sekarang sudah lebih baik kan?" tanya Velly.
"Ehmm baik tapi jujur aku takut Vel"
"Takut Leo pulang rumah?"tanya Velly.
Hanya tetesan air mata sebagai jawaban Melati.
"Bagaimana kalau rumah aku yang di jalan Diponegoro kamu tempati sementara. Agar Leo tidak dapat menemukan kamu." saran Velly.
"Tapi Vel..."
"Gak ada tapi-tapian kamu ambil beberapa pakaian kamu dan anak-anak secukupnya saja agar bila Leo pulang ia tidak curiga."
"Tapi kalau ia datang ke Sanggar lagi?"
"Christian akan memperketat keamanan di Sanggar. Jangan khawatir Leo tidak akan bisa menyakiti dan menculikmu lagi."
"Memperketat keamanan??" tanya Melati.
"Iya . Christian sudah tahu semuanya..Karena itulah agar tidak terulang lagi dia akan memperketat keamanan di Sanggar hanya orang yang berkepentingan saja yang bisa masuk ke Sanggar." jelas Velly.
"Sudahlah jangan terlalu banyak pertimbangan lihat anak-anak kamu .Ini semua demi tumbuh kembang Gea dan Dante. Kamu tahu siapa yang memberitahu Christian tentang penganiayaan dirimu oleh Leo.? " Velly mencoba memberi kecerahan.
"Siapa? Rianti?" tebak Melati.
"Bukan!"sahut Velly.
"Lantas siapa?" tanya Melati penasaran.
"Gea!'
"Gea??" tanya balik Melati.
"Sebegitu terlukanya dia hingga mengadu dan menangis pada Christian." jelas Velly.
"Kamu sendiri tahu kan, tidak baik untuk pertumbuhan anak bila terus menerus melihat dan mendengar pertengkaran kedua orang tuanya." tambah Velly.
Melati terdiam merenung.
"Kamu pikirkan dulu saran aku tadi. Daripada rumah itu kosong. Lebih baik kau tempati dengan anak-anak".Ucap Velly.
"Akan aku pikirkan. Terima kasih banyak ya Vell atas bantuannya selama ini" Melati memeluk Velly sahabatnya.
__ADS_1
Melati mulai memantapkan langkah untuk menyelamatkan anak-anaknya dari trauma atas sikap dan sifat Leo .
......................................................