Haruskah Ganti Suami

Haruskah Ganti Suami
Terjadi lagi


__ADS_3

"Yes aku menang!" teriak Zul


Lalu Zul dan teman temannya tertawa penuh kemenangan.


"Bagaimana bos masih kurang bukti kalau aku lebih jago" lalu Zul kembali tertawa mengejek.


"Lihat saja ini adalah kemenangan terakhir kamu besok aku akan mengambil semuanya." sesumbar sombong Leo.


Semua yang hadiri tertawa.


"Sudahlah Leo terima saja kekalahan mu jangan omong besar.Tong kosong nyaring bunyinya" olok-olok Teguh.


"Aku bilang tunggu saja kali ini kamu cuman beruntung.!' sahut Leo.


"Dan kamunya lagi apes!' balas olok,-olok geng Zulkifli.


Mereka terus tertawa dan mengolok olok Leo.


Leo menggebrak meja yang ada di depannya.Meluapkan kekesalannya atas kekalahannya di meja judi.


Ia menyambar jaket di depannya lalu bergegas meninggalkan ruangan .


Dengan hati yang dongkol ia berpindah ke tempat nongkrong satunya. Ia hendak mencari peluang untuk mendapatkan uang secara instan.


Tiba-tiba ada tangan kekar menarik tubuh Leo dan menghajarnya habis-habisan.


Setengah sadar Leo melihat sosok dibalik orang-orang berbadan kekar yang tadinya menghajarnya tanpa henti.


"Itu bonus bagi orang yang suka tidak tepat berucap. Kamu bilang wanita yang kau jual kemarin sudah profesional.Tapi ternyata apa? Istri kamu sendiri kau berikan padaku.Dasar bajingan ... penipu! Aku tidak mau lagi melihat wajahmu di daerah ku ini. Mengerti!!" bentak pria paruh baya itu.


"Bos ... dengar dulu bos!" Leo berusaha meminta ampun.


"Ayooo keluar !" seret anak buah pria paruh baya itu


"Bos ampun bos saya akan ganti!" Leo memohon pengampunan dari pria paruh baya itu yang ternyata pemilik cafe remang-remang.


"Tidak perlu! Aku bisa cari yang jauh lebih baik dan masih gadis. Kemarin aku hanya merasa iba padamu ternyata yang kau berikan padaku mengecewakan!" umpat pria paruh baya itu.


"Pergi! Jangan berani lagi tunjukkan wajah pecundang mu itu !"


"Bos aku akan ganti bos ! Beri aku kesempatan satu kali lagi!' mohon Leo.


"Kesempatan satu kali lagi? Memangnya berapa banyak istri kamu yang mau kau jual padaku haa!"


Lalu pria itu memberikan kode pada anak buahnya untuk menyingkirkan Leo dari hadapannya.


"Boss! Ampun. bos!" seru Leo memohon


Para pengawal bayaran itupun lalu menyeret dan melempar Leo keluar Cafe.


....................................................


Di Sanggar Kirana Melati sudah terlihat mulai mengajar menari lagi.


Melihat mamanya sibuk mengajar tari. Gea pun bersemangat sekali untuk menjadi guru tari dan bisa tampil di berbagai acara perlombaan tari baik tingkat daerah , nasional ataupun internasional.


"Haii lagi ngintip mama ya?" tiba-tiba ada suara berbisik di telinga Gea


Gea pun langsung menoleh dan berteriak bahagia mengetahui Christian yang berbisik padanya.


"Om Tian !" seru Gea langsung memeluk Christian .


"Wow .. wow ... hati-hati sayang !" hampir saja Christian tak mampu menahan tubuh Gea yang tiba-tiba melompat dalam pelukannya.


Christian tidak menyangka kenapa justru hatinya merasa bahagia sekali melihat senyum bahagia Gea.


"Gea sudah makan siang? " tanya Christian.


Gea menggeleng dengan polosnya


"Okay kita makan siang bersama yuk...tunggu mama Gea selesai mengajar.Lalu kita makan bersama." ajak Christian.


"Asyikkk!" seru Gea.


"Oh ya Gea, adik Dante di kamar? " tanya Christian saat menyadari Dante tidak bersama Melati maupun Gea.


"Adik Dante di rumah Tante Velly om" ucap Gea.


"Oh ya? Kenapa gak diajak ke Sanggar Dante nya.?"

__ADS_1


"Nanti mama mau antar Gea ke dokter gigi om." jelas Gea


"Oh begitu.Ya sudah... Gea tunggu mama selesai kelas ya. Setelah itu kita makan siang bersama." Lalu Christian mengantar Gea ke ruang tunggu anak disana tersedia Playground kecil untuk anak-anak yang menunggu jam masuk ke kelas tari mereka.


"Gea tunggu disini dulu ya. Kalau mama selesai Gea beritahu om. Okay cantik?" pesan Christian.


"Siap om Tian. Laksanakan!" jawab lucu Gea.


Christian tersenyum sambil mengacak acak rambut Gea.


............................................


"Mel! Melati!" teriak Leo mencari Melati.


Leo menendang pintu kamarnya, lalu pintu kamar anak-anaknya.Tetapi yang dicari tidak ada.


Leo semakin marah apapun yang menghalangi langkahnya ia singkirkan.


Kemudian Leo melangkah menuju ruang makan berharap tersedia sedikit lauk dan nasi.Ternyata semua hanyalah harapannya saja. Tudung lauk di meja makan saat dibuka ternyata kosong.


Seketika Leo melempar semua hingga jatuh berserakan di lantai.


"Awas kau! Dasar istri tak tahu diuntung!"umpat Leo.


Setelah puas memporak porandakan rumah. Leo mengambil kunci mobil dan mengendarainya dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Dengan langkah penuh amarah Leo memasuki Halaman Sanggar. "Awas kau Mel akan aku buat perhitungan kau dengan ku."ucap geram Leo.


"Maaf pak tolong berhenti! Ada keperluan apa ya? ," tanya sekuriti Sanggar.


"Saya mau ketemu dengan istri saya!' sahut Leo penuh percaya diri.


"Tumben ada sekuriti segala disini!"gumam Leo.


"Maaf istri bapak siapa ya?" tanya sekuriti.


"Melati" sahut datar Leo.


Dua sekuriti tersebut saling berpandangan penuh arti.


"Maaf Pak ... ibu Melati masih ada kelas ! Mohon Bapak tunggu sebentar atau Bapak tinggal dulu biar nanti ibu melati yang akan hubungi Bapak.


Kedua sekuriti tersebut diam-diam menghubungi Christian ketika tahu yang datang adalah suami Melati.


Sejak dari awal Christian sudah berpesan bila ada yang mengaku suami Melati datang ke Sanggar.Jangan dibiarkan masuk dan harus menghubungi dirinya .


"Okay terima kasih pak! Kerja yang bagus tolong diawasi ya pak jangan sampai ia menerobos masuk Sanggar apalagi menemui Melati. Saya masih di luar kota ini.Saya usahakan secepatnya kembali ke Sanggar." jelas Christian.


Karena lumayan lama menunggu Melati selesai mengajar. Leo pamit menunggu di mobilnya.


.................................


Jam sudah menunjukkan hampir pukul lima sore Melati dan rekan-rekan lainnya sudah bersiap-siap untuk pulang.


"Gea ...yuk sayang pulang !" ajak Melati.


"Ayo ma! Gea sudah siap" Kemudian Gea seperti mencari-cari sesuatu.


"Kamu cari apa sayang?" tanya Melati yang melihat Gea masih berat meninggalkan Sanggar.


"Om Tian. Gea belum pamit dengan om Tian ma?" jelas Gea.


Melati tersenyum bangga anaknya sudah mengenal kesopanan.


"Om Tian lagi tidak ada di Sanggar sayang . Sedang ada urusan di luar kota yang harus diurus olehnya."


"Yuk pulang! Besok pasti Gea ketemu om Tian lagi." ajak Melati untuk pulang


"Okay yuk ma kita langsung ke dokter gigi kan?"


"Iya sayang".Melati menganggukkan kepalanya.


Baru beberapa meter Melati berjalan keluar dari lokasi Sanggar Kirana. Dirinya dipepet oleh sebuah mobil dan langsung menyeret dirinya untuk masuk ke dalam mobil.


Spontan Melati pun berteriak ditambah lagi Gea yang syok melihat mamanya ditarik paksa.


"Mama! ...mama!..." teriak Gea sambil berusaha mempertahankan mamanya.


"Lepaskan!Lepas! Gea... lari ke Sanggar ! Lari Gea!" teriak Melati dengan nada Khawatir.

__ADS_1


Gea bingung disisi lain ia takut dan ingin berlari kembali ke Sanggar. Tetapi melihat mamanya dipaksa masuk ke mobil oleh papanya Gea pun tidak ingin meninggalkan mamanya dalam ketakutan menghadapi kekejaman papanya.


Saat ini Gea hanya bisa menangisi mamanya yang dibawa paksa oleh papanya.


............................................


(Di dalam mobil Christian)


"Hmm kenapa hati aku merasa tidak enak ya?" batin Christian.


Mobil Christian berpapasan dengan sebuah mobil yang terlihat ada keributan di dalamnya.


Christian mengerutkan keningnya "Seperti pernah lihat ?" batin Tian.


Tiba-tiba mobil Christian yang dikemudikan oleh sopirnya berhenti mendadak.


"Heii Tio ada apa? "


"Itu tuan..bukannya itu----" tunjuk sopir Christian pada seorang anak kecil yang menangis di pinggir jalan.


"Gea!.... Gea!" Christian membuka kasar pintu mobil lalu berlari ke arah Gea.


"Gea! Ada apa sayang?"Christian memeluk Gea berusaha untuk menenangkan perasaan ketakutannya.


"Mama ... mama..om" tangis Gea sambil menunjuk ke arah mobil Tian datang tadi.


"Mama kemana?"


"Mama diculik papa ;" jelas Gea dalam Isak tangisnya.


Christian teringat mobil yang baru saja berpapasan dengannya tadi."Pantas aku merasa mengenal yang ada di dalam mobil tadi ternyata Melati.


Christian menggendong Gea kemudian memberikannya pada Sopirnya.


"Mana kunci mobil? Bawa Gea ke Sanggar. Aku akan kejar mobil yang tadi." Tanpa menunggu lama kunci mobil pun telah berpindah tangan.


"Gea tunggu di Sanggar ya, om Tian akan cari mama Gea dan bawa pulang mama buat Gea dan Dante " janji Christian.


Gea hanya mengangguk dalam Isak tangisnya.


...,..................................


Dengan kecepatan yang cukup tinggi Christian berusaha mencari Melati.


Untungnya beberapa waktu lalu Smart phone Melati sudah ia pasang pendeteksi lokasi tanpa Melati ketahui.


Ternyata benar sangat berguna dalam keadaan genting seperti saat ini. Christian tinggal mengikuti titik merah yang berjalan di peta


..............................................


Di dalam mobil Leo..


Melati terus memberontak ingin keluar dari mobil Leo.


"Diam kau! Gara-gara kamu kemarin tidak melayani pemilik Cafe Zpoppy dengan baik. Aku terkena blacklist tidak bisa lagi masuk ke cafe nya." Tamparan peringatan mendarat di pipi mulus Melati


Kewalahan dengan sikap berontak Melati maka Leo mencekoki Melati dengan obat penenang.


Setelah Melati tenang tidak lagi melawan dan memberontak Leo pun tersenyum licik."Sekarang saatnya kamu mengganti rugi apa yang tidak kamu lakukan kemarin" pikir licik Leo


Leo meraih ponselnya lalu menelepon seseorang dengan senyum menyeringai licik.


....................................


(Beberapa jam kemudian)


Mobil Leo berhenti di sebuah rumah.Disana telah berdiri lelaki berwajah seram dengan tubuh kekarnya.


Setelah berbincang-bincang sedikit lalu Leo menerima setumpuk uang dari pria itu


Leo pun menggendong Melati untuk diserahkan pada lelaki tersebut.


Yang sebelumnya sewaktu di dalam mobil Melati sudah ia bikin berpenampilan semenarik mungkin bagi lelaki hidung belang tersebut.


Setelah serah terima. Leo pun meninggalkan Melati bersama lelaki yang telah membayarnya sejumlah uang tersebut.


"Okay... thanks bos! Hubungi aku setelah selesai. Akan aku jemput dia !" Sambil mengacungkan beberapa lembar uang dan menciumnya lalu pergi meninggalkan Melati.


.......................................................

__ADS_1


__ADS_2